Ini Akibat Terlalu Kenyang Makan Saat Buka Puasa

Ini Akibat Terlalu Kenyang Makan Saat Buka Puasa

Halodoc, Jakarta – Pernah merasa begah yang luar biasa karena kekenyangan saat buka puasa? Entah karena terlalu bersemangat menyantap makanan atau menikmati momen berbuka bersama keluarga, kamu kerap makan terlalu banyak.

Sejatinya diperlukan sekitar 20 menit bagi otak untuk mengirim sinyal ke perut memberi tahu bahwa kita dalam kondisi kenyang. Makan berlebihan terjadi ketika kamu terus makan melampaui titik penuh ini.

Makan berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan, dan membawa kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko kesehatan. Berikut ini hal-hal yang bisa terjadi pada tubuh ketika terlalu kenyang makan, yaitu:

Baca juga: 5 Menu Makanan Kaya Serat yang Cocok Selama Bulan Puasa

  1. Perut Mengembang

Makan berlebihan menyebabkan perut mengembang melebihi ukuran normalnya untuk menyesuaikan dengan jumlah makanan yang besar. Perut yang membesar mendorong organ-organ lain, membuat kamu merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini bisa berupa rasa lelah, lamban atau mengantuk. Pakaian kamu juga mungkin terasa ketat.

  1. Organ Bekerja Lebih Keras

Makan terlalu banyak makanan membuat organ bekerja lebih keras dan mengeluarkan hormon dan enzim ekstra untuk memecah makanan. Untuk memecah makanan, lambung memproduksi asam klorida. Jika kamu makan berlebihan, asam ini dapat kembali ke kerongkongan yang mengakibatkan mulas. Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi lemak, seperti pizza dan burger keju, dapat membuat kamu lebih rentan terhadap mulas.

  1. Perut Menghasilkan Gas

Sesuatu yang membuat kamu akan merasa tidak nyaman.

  1. Metabolisme Meningkat

Ini terjadi karena tubuh mencoba membakar kalori ekstra tersebut. Kamu mungkin mengalami perasaan panas, berkeringat atau bahkan pusing sementara.

Ketika kamu makan, tubuh menggunakan beberapa kalori yang dikonsumsi untuk energi. Sisanya disimpan sebagai lemak. Mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang kamu bakar dapat menyebabkan kamu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Ini meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan kronis lainnya.

Baca juga: 6 Jenis Buah Takjil Sehat Saat Berbuka

Makan berlebihan, terutama makanan yang tidak sehat dapat berdampak buruk pada sistem pencernaan. Enzim pencernaan hanya tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga semakin besar jumlah makanan yang kamu makan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencerna.

Jika kamu makan terlalu sering, seiring waktu, proses pencernaan yang lambat ini berarti makanan yang dimakan akan tetap berada di perut untuk jangka waktu yang lebih lama dan lebih cenderung berubah menjadi lemak.

Makan berlebihan bahkan dapat memengaruhi jam tidur. Jam sirkadian yang mengendalikan siklus tidur kamu dapat menyebabkan kadar hormon tidur dan kelaparan naik turun sepanjang hari. Makan berlebihan dapat mengganggu ritme ini, sehingga sulit bagi kamu untuk tidur sepanjang malam.

Karenanya, akan sangat baik buat kamu untuk mengontrol supaya tidak makan berlebihan. Berikut beberapa tipsnya:

Baca juga: Tak Cuma Kolak, Ini Deretan Menu Buka Puasa yang Disarankan

  • Makan dengan bijaksana sepanjang hari dan perhatikan ukuran porsi

  • Hindari makanan olahan yang mudah dimakan

  • Isi buah-buahan dan sayuran segar yang dapat membuat kamu kenyang lebih lama

  • Makanlah dari piring kecil yang dapat membantu kamu mengontrol makan

  • Hindari gangguan saat makan, seperti menonton TV, menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya. Berfokus pada makanan itu sendiri akan memungkinkan kamu untuk lebih sadar dan mengontrol kenyang

  • Makan perlahan dan letakkan garpu di antara gigitan. Sejatinya kebiasaan makan penuh perhatian ini akan memperlambat kamu dan membuatnya lebih mudah untuk disadari ketika kenyang

  • Minumlah air sebelum, selama dan sesudah makan

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai akibat terlalu kenyang makan saat buka puasa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.