• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Berdesak-desakkan dalam Kerumunan Bisa Picu Henti Jantung
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Berdesak-desakkan dalam Kerumunan Bisa Picu Henti Jantung

Ini Alasan Berdesak-desakkan dalam Kerumunan Bisa Picu Henti Jantung

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 November 2022

“Berdesak-desakan dalam kerumunan bisa membuat dada terhimpit, sehingga paru-paru tidak bisa mengembang untuk mendapatkan oksigen yang cukup. Hal itu menyebabkan kadar oksigen dalam tubuh menurun dan memicu henti jantung mendadak.”

Ini Alasan Berdesak-desakkan dalam Kerumunan Bisa Picu Henti JantungIni Alasan Berdesak-desakkan dalam Kerumunan Bisa Picu Henti Jantung

Halodoc, Jakarta – Perayaan Halloween di Itaewon, Korea Selatan, berubah menjadi tragedi yang memakan banyak korban jiwa. Sampai saat ini, dikabarkan ada 154 orang yang meninggal dunia akibat henti jantung dalam peristiwa tersebut.

Tragedi Itaewon bermula ketika warga mulai memenuhi distrik populer tersebut. Keramaian juga terjadi karena tingginya antusias warga akan perayaan Halloween pertama yang akhirnya diadakan kembali setelah dua tahun terhalang pandemi COVID-19. 

Namun, karena ada begitu banyaknya massa yang berkerumun di jalan yang cukup sempit saat itu, banyak orang mulai mengalami sesak napas hingga henti jantung. Namun, apakah benar berdesak-desakan dalam kerumunan bisa memicu henti jantung? Simak penjelasannya di sini!

Henti Jantung Mendadak Akibat Berdesakan di Kerumunan

Pada peristiwa tragis yang terjadi di Itaewon, banyak orang berdesak-desakan di ruang yang terbatas dan terus mendorong. Akibatnya, kerumunan orang pun jatuh dalam ‘efek domino’, sehingga sulit bagi mereka untuk bangun kembali.

Kondisi tersebut digambarkan sebagai crowd crush, yang berbeda dengan diinjak-injak. Semakin besar kerumunan, semakin tinggi risiko crowd crush.

Berdesakkan dalam kerumunan, apalagi sampai terjatuh, bisa membuat dada seseorang terhimpit, sehingga paru-paru tidak bisa memiliki ruang yang cukup untuk mengembang dan mendapatkan oksigen yang cukup. Akibatnya, orang tersebut akan sulit bernapas.

Kadar oksigen dalam tubuh pun mulai menurun dan menyebabkan kondisi yang bernama hipoksia. Kondisi yang tidak terkendali, kepanikan dan ketegangan juga akan memicu jumlah karbondioksida meningkat akibat begitu banyaknya jumlah orang dan adrenalin meningkat.

Hal itu kemudian menyebabkan pembuluh darah menguncup dan menghambat sirkulasi oksigen. Itulah yang menyebabkan orang bisa pingsan, bahkan henti jantung saat berdesakkan dalam kerumunan.

Saat jantung seseorang tiba-tiba berhenti berdetak, darah akan berhenti mengalir ke otak dan organ vital lainnya. Bila tidak ditangani segera, henti jantung mendadak biasanya bisa menyebabkan kematian dalam beberapa menit.

Kenali Tanda-tandanya

Biasanya, tanda pertama henti jantung mendadak adalah kehilangan kesadaran atau pingsan. Hal itu terjadi karena jantung berhenti berdetak.

Namun, beberapa orang mungkin mengalami mengalami detak jantung yang cepat atau merasa pusing sesaat sebelum mereka pingsan. Terkadang, orang juga bisa mengalami nyeri dada, sesak napas, mual atau muntah satu jam sebelum mereka mengalami henti jantung mendadak.

Pertolongan Pertama pada Henti Jantung Mendadak

Henti jantung harus ditangani segera dengan defibrillator. Ini adalah perangkat yang mengirimkan kejutan listrik ke jantung. Serangan listrik bisa mengembalikan ritme normal ke jantung yang berhenti berdetak.

Penanganan dengan defibrilator perlu dilakukan dalam beberapa menit setelah henti jantung mendadak. Alat kejut listrik tersebut biasanya sering ditemukan di lokasi umum, seperti stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan. 

Namun, bila tidak ada defibrillator, cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung merupakan tindakan pertolongan pertama terbaik yang bisa dilakukan. Tindakan ini penting dilakukan segera untuk agar darah dan oksigen pengidap tetap bersirkulasi ke otak dan ke seluruh tubuh.

CPR bisa menolong dan meningkatkan kemungkinan pengidap henti jantung selamat, bahkan bila dilakukan tanpa bantuan napas. Bila kamu bersama seseorang yang mengalami henti jantung, segera hubungi darurat medis lalu mulai CPR atau menggunakan defibrilator bila ada.

Untuk memeriksakan kondisi kesehatan orang terkasih, kamu juga bisa buat janji di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi tersebut, kamu bisa pilih dokter dan waktu kunjungan sesuai kebutuhan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store atau Google Play untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap! 

Referensi: 
Detik Health. Diakses pada 2022. Ini Alasan Berdesakan dalam Kerumunan Seperti di Itaewon Picu Henti Jantung
Aljazeera. Diakses pada 2022. Seoul tragedy: The difference between crowd crush and stampede
Medline Plus. Diakses pada 2022. Sudden Cardiac Arrest.
British Heart Foundation. Diakses pada 2022. Cardiac arrest.