Ini Alasan di Balik Aroma Kentut yang Parah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ini-alasan-di-balik-aroma-kentut-yang-parah-halodoc

Halodoc, Jakarta – Ketahuan kentut di depan umum pastinya sangat memalukan. Selain dari bunyinya, bau kentut yang tidak enak juga bikin orang di sekitar jadi tidak nyaman. Namun, tahukah kamu? Buang gas atau kentut merupakan hal yang sangat normal yang sebenarnya bisa menjadi indikasi penting dari kesehatan pencernaan kamu. Bila kentut kamu memiliki bau yang sangat parah, bisa jadi kamu memiliki masalah pencernaan. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Sistem pencernaan merupakan cara tubuh untuk mengambil dan menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi yang sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan. Selain itu, sistem pencernaan juga salah satu pertahanan utama tubuh dan rumah bagi triliunan bakteri yang berperan penting dalam kesehatan tubuh. Nah, salah satu proses dari sistem pencernaan sehari-hari adalah memproduksi gas. Tahukah kamu bahwa orang-orang mengeluarkan gas rata-rata 14–22 kali dalam sehari.  Meskipun buang gas adalah hal yang wajar, tetapi kentut yang berbau parah dapat mengindikasikan beberapa masalah pada sistem pencernaan.

Baca juga: Sering Menahan Kentut, Hati-Hati Terkena Divertikulitis

Berikut ini 5 penyebab umum kentut berbau yang tidak biasa dan perlu diperiksakan ke dokter:

1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan yang Mengandung Belerang

Menurut Shilpa Ravella, M.D., ahli gastroenterology di Columbia University Medical Center di New York, kentut berbau parah seringkali merupakan hasil dari konsumsi makanan yang kaya akan sulfur yang oleh sistem pencernaan diubah menjadi senyawa bau yang disebut sulfida. Dua makanan tinggi sulfur yang sering dikonsumsi banyak orang adalah daging dan telur. Pernahkah kamu mengeluarkan gas yang berbau seperti telur busuk? Nah, itu adalah produk senyawa yang menjijikan dari hasil sistem pencernaan yang disebut hidrogen sulfida.

Makanan lain yang dapat menyebabkan kentut berbau parah terkait sulfida, antara lain bawang putih, anggur yang mengandung sulfit, dan buah-buahan kering yang diawetkan.

Baca juga: Sering Buang Angin, Hindari 3 Jenis Makanan Ini

2. FODMAPS

FODMAPs, sekelompok karbohidrat yang ditemukan hampir di semua jenis makanan juga dapat menyebabkan masalah pencernaan yang membuat kentut kamu menjadi bau. FODMAP diserap dengan buruk di usus kecil, aktif secara osmotik yang artinya mereka dapat meningkatkan kadar air usus, dan cepat difermentasi oleh bakteri usus. Bagi orang yang sensitif, karbohidrat ini bisa menyebabkan mereka kentut lebih sering dan lebih bau. 

FODMAPs hampir bisa ditemukan pada semua jenis makanan, termasuk buah-buahan tertentu (contohnya, semangka dan mangga), sayuran (misalnya, brokoli dan kubis Brussel), biji-bijian berserat tinggi, bawang, susu, dan masih banyak lagi.

3. Terlalu Banyak Makan Serat

Seperti yang sudah kita semua ketahui, serat merupakan nutrisi penting bagi tubuh kita. Selain menjaga sistem pencernaan tetap sehat (dan buang air besar menjadi lancar), serat juga membuat kita merasa kenyang lebih lama, membantu menstabilkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, dan memperpanjang usia.

Namun masalahnya, ada banyak orang yang tidak rutin mengonsumsi cukup serat, yrtapi tiba-tiba mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup banyak. Akibatnya, sistem pencernaan malah terganggu dan perut menjadi kembung.

Sistem pencernaan butuh waktu beberapa minggu untuk menyesuaikan diri dengan peningkatan asupan serat. Itulah sebabnya, kamu dianjurkan untuk meningkatkan asupan serat secara bertahap sesuai jumlah yang disarankan. 25 gram sehari untuk wanita di bawah usia 50 tahun dan 38 gram sehari untuk pria di bawah usia 50 tahun. Selain itu, kamu juga perlu minum banyak air di samping makanan berserat, seperti gandum, apel, dan beri.

4. Mengonsumsi Obat-obatan atau Suplemen Tertentu

Segala macam resep obat dan suplemen makanan, bahkan yang ditujukan untuk meredakan masalah perut, ternyata dapat memengaruhi aroma kentut kamu, lho.

NSAID, antasida, obat diare, obat kemoterapi, multivitamin dan suplemen serat adalah beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan perubahan frekuensi dan aroma dari kentut. Meskipun menyebalkan, tetapi hal ini tidak perlu dikhawatirkan.

5. Intoleransi Laktosa

Laktosa, gula alami yang ditemukan dalam produk susu, dikenal sangat sulit dicerna bagi banyak orang dewasa. Menurut National Institutes of Health (NIH), sekitar 65 persen orang mengalami kesulitan mencerna laktosa. Salah satu alasan paling umum di balik kentut yang berlebihan juga adalah intoleransi laktosa. Kondisi ini menyebabkan buang gas berlebihan dan gejala gangguan pencernaan lainnya.

Karena tiap produk susu mengandung kadar laktosa yang berbeda, seseorang mungkin bisa mengalami gejala yang lebih parah setelah mengonsumsi jenis susu tertentu. Gejala intoleransi laktosa, antara lain sakit perut, kembung, mual, dan sering buang gas beraroma bau selama 30 menit hingga 2 jam setelah konsumsi susu.

Baca juga: Apakah Pengidap Intoleransi Laktosa Masih Bisa Minum Susu?

Itulah 5 alasan di balik aroma kentut yang parah. Bila kamu sering buang gas beraroma parah yang bikin kamu enggak nyaman, coba saja tanyakan pada dokter Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui fitur Chat to A Doctor untuk minta saran kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. 8 Reasons Your Farts Smell Really Terrible, According to Digestion Experts