• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Harus Tetap Jaga Imun Meski Vaksin Corona Tersedia

Ini Alasan Harus Tetap Jaga Imun Meski Vaksin Corona Tersedia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Setelah lama ditunggu, akhirnya vaksin COVID-19 telah tiba di Indonesia. Kabar baiknya lagi, pemerintah akan menggratiskan vaksin ini untuk semua kalangan masyarakat, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak mendapatkan vaksin. Pemerintah juga telah menetapkan bahwa akan ada enam jenis vaksin yang akan digunakan di Indonesia, yakni PT Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer, dan Sinovac. 

Meski vaksin corona telah tersedia, para ahli mengatakan bahwa setiap orang tidak boleh lalai dan harus tetap menjaga imunitas tubuh dengan memakai masker, berjaga jarak, menjaga kebersihan, serta menerapkan pola makan sehat. Berikut alasan mengapa kamu wajib menjaga imunitas walaupun telah menerima vaksin.

Baca juga: Rencana Tata Laksana Vaksin Corona, Begini Tahapannya

Alasan Harus Tetap Jaga Imun Meski Vaksin Corona Tersedia 

Perlu diketahui bahwa seseorang yang sudah divaksinasi COVID-19 belum tentu kebal terhadap virus corona. Namun, seseorang yang telah mendapatkan vaksin cenderung mengalami gejala yang lebih sedikit ketimbang orang lain yang belum divaksin. Hal ini tentu jauh lebih baik daripada dirawat di rumah sakit akibat terpapar virus corona. Semakin banyak orang yang mengalami gejala ringan dan mampu dirawat hingga pulih di rumah, maka beban petugas kesehatan pun bisa jauh berkurang drastis. 

Jadi, kamu mungkin tidak bisa bergantung pada vaksin sepenuhnya karena vaksin memang tidak akan melindungi tubuh dari paparan virus seratus persen. Oleh sebab itu, kamu tetap harus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Sampai saat ini, menggunakan masker wajah adalah salah satu dari tindakan pencegahan yang paling efektif. 

Baca juga: Vaksin Corona Digratiskan, Kelompok Orang Ini Jadi Prioritas

Seperti diketahui bahwa virus corona sebagian besar menyebar melalui droplet yang mengandung partikel virus. Orang yang terkena infeksi dapat menyebarkan tetesan tersebut ketika mereka batuk, bersin, berbicara, atau berteriak, dan tetesan tersebut kemudian dapat mengenai mata, hidung, atau mulut orang lain. Alhasil, orang lain dapat menghirup tetesan tersebut dan terinfeksi. Masker mencegah pemakainya menyebarkan tetesan tersebut maupun melindunginya dari paparan tetesan yang mengandung virus. 

Selain mengenakan masker, mencuci tangan juga menjadi tindakan preventif yang tidak kalah penting. Pasalnya, beberapa ahli mengatakan bahwa virus corona mampu bertahan pada permukaan tertentu, sehingga seseorang yang menyentuh permukaan tersebut berisiko besar terpapar virus. Itu mengapa mencuci tangan secara rutin dan tidak menyentuh area wajah sembarangan penting dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19. 

Baca juga: Menolak Vaksinasi Corona, Apa Efeknya pada Tubuh dan Lingkungan?

Kamu juga wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran tetesan yang mengandung virus dari orang yang mungkin telah terinfeksi. Jadi, pastikan kamu tidak abai dan lalai meski vaksin sudah tersedia, ya! Selalu pantau informasi terbaru tentang vaksin COVID-19 di laman Halodoc. Bila mengalami keluhan kesehatan, kamu juga bisa menghubungi dokter lewat aplikasi Halodoc kapan dan di mana pun kamu butuhkan. 

Referensi:
Self. Diakses pada 2020. Do You Still Have to Wear a Mask After Getting a COVID-19 Vaccine?
New York Times. Diakses pada 2020. Here’s Why Vaccinated People Still Need to Wear a Mask.