• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Isoman Harus Dilakukan Selama 14 Hari

Ini Alasan Isoman Harus Dilakukan Selama 14 Hari

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Isoman Harus Dilakukan Selama 14 Hari

“Isoman menjadi salah satu langkah perawatan pasien virus corona tanpa atau dengan gejala ringan. Jangka waktunya sendiri disarankan selama 14 hari. Kira-kira, apa yang menjadi alasannya?”

Halodoc, Jakarta – Isolasi mandiri merupakan langkah menjaga kesehatan sekaligus mencegah penularan virus corona pada orang lain. Selama menjalankan isolasi mandiri, kamu disarankan untuk memisahkan diri dari anggota keluarga lain. Bukan itu saja, peralatan mandi, makan, hingga pakaian sebaiknya tidak dicuci bersamaan. Hal yang masih jadi pertanyaan adalah, apa alasan isoman dilakukan selama 14 hari? Yuk, cari tahu jawaban selengkapnya di sini.

Baca juga: Jalani Isolasi Mandiri, Sediakan Obat dan Vitamin Ini

Ini Alasan Isoman Dilakukan Selama 14 Hari 

Setelah melakukan pemeriksaan dan positif terinfeksi virus corona, pengidap tanpa atau dengan gejala ringan diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri. Jangka waktu isoman dilakukan setidaknya selama 10 hari sejak munculnya gejala. Selain untuk mencegah penularan infeksi, isoman juga dilakukan agar kamu bisa fokus beristirahat guna menunjang kesembuhan.

Jika kamu adalah orang yang masih tinggal bersama dengan keluarga, disarankan untuk berada di kamar saja. Anggota keluarga yang sebelumnya berinteraksi dengan pengidap, disarankan untuk melakukan pemeriksaan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari, kamu dapat menghentikannya jika:

  • Sudah tidak memiliki gejala apapun.
  • Sudah tidak mengalami batuk.
  • Sudah mendapatkan kembali indera penciuman dan perasa.

Meskipun sudah sembuh dari berbagai gejala, sebaiknya setelah 10  hari kamu jangan langsung beraktifitas ke luar rumah, ya. Kamu bisa melanjutkan isoman sampai 14 hari guna memastikan bangkai-bangkai virus sudah benar-benar hilang dari dalam tubuh. Namun, isolasi mandiri harus tetap dilakukan, jika tubuh masih mengalami demam tinggi dan menggigil, pilek, bersin-bersin, batuk, atau diare

Baca juga: Inilah Fakta Terbaru Seputar Vaksin Booster COVID-19

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Isoman?

Untuk saat ini, ada beberapa kelompok orang yang disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Bukan hanya pengidap corona saja, berikut ini beberapa kelompok yang juga harus melakukan isoman:

1. Orang yang Sedang Menunggu Hasil Tes

Jika kamu mengalami batuk, pilek, lemas, sakit tenggorokan, atau indikasi virus corona lainnya, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan. Sembari menunggu hasil tes keluar, kamu disarankan untuk tetap tinggal di rumah saja untuk mengisolasi diri.

2. Orang yang Kembali Setelah Bepergian

Jika baru saja pulang dari bepergian ke luar kota, kamu mungkin berisiko lebih besar terinfeksi virus corona. Meski tidak memiliki satu pun gejala, orang yang kembali setelah bepergian disarankan untuk mengisolasi diri di rumah, setidaknya selama 10 hari.

Baca juga: Pentingnya Rutin Cek Saturasi Oksigen saat Isoman

Di saat seperti sekarang ini, sebaik-baiknya hal yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan adalah tetap berada di rumah saja. Segera periksakan diri jika saat isoman memiliki sejumlah gejala berikut ini:

  • Gejala tidak membaik setelah 7 hari.
  • Sesak napas atau muntah setiap saat
  • Rasa lelah terus-menerus.
  • Bayi atau anak-anak mengalami demam yang tidak kunjung membaik.

Jika saat melakukan isolasi mandiri kamu atau kerabat dengan mengalami gangguan kesehatan seperti yang telah disebutkan, silahkan diskusikan hal tersebut dengan dokter di aplikasi Halodoc. Jangan sampai terlambat, karena gejala tersebut dapat berujung membahayakan nyawa.

Referensi:

Corona Jakarta. Diakses pada 2021. Self-Isolation at Home: A Guide and What You Can Do.

Public Health England. Diakses pada 2021. Coronavirus (COVID-19): What is self-isolation and why is it important?

NHS UK. Diakses pada 2021. How long to self-isolate.