• Home
  • /
  • Ini Alasan Kanker Otak Bisa Berakibat Fatal

Ini Alasan Kanker Otak Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Alasan Kanker Otak Bisa Berakibat Fatal

Halodoc, Jakarta - Kanker otak terjadi ketika ada tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di otak. Penyakit ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kanker otak primer yang penyebabnya datang dari organ otak itu sendiri, dan kanker otak sekunder yang muncul dari bagian tubuh lain, lalu menyebar sampai ke otak. Kanker otak sekunder biasanya terjadi karena penyebaran dari kanker lain, seperti kanker paru, payudara, ginjal, usus besar, dan kulit. 

Alasan mengapa kanker otak bisa berakibat fatal adalah keganasan tumornya, yang dapat menyebabkan berbagai gejala serius. Apalagi, otak merupakan salah satu organ paling vital dalam tubuh manusia. Sedikit saja gangguan terjadi pada organ ini, efek buruk yang dirasakan mungkin dapat cukup besar. Terlebih, kanker otak merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Meski begitu, kanker otak dapat ditangani jika dideteksi sejak awal.

Baca juga: Agung Hercules Kena Kanker Glioblastoma, Ini Penjelasannya

Gejala Kanker Otak

Gejala umum kanker otak adalah sakit kepala berkepanjangan. Hal ini terjadi karena pertumbuhan tumor yang menekan tengkorak. Sakit kepala ini biasanya terjadi di pagi hari setelah bangun tidur, dan dapat semakin sakit ketika batuk atau bersin. Sementara itu, gejala lainnya tergantung pada lokasi tumbuhnya tumor. 

Berikut beberapa gejala awal kanker otak yang perlu diwaspadai:

  • Sakit kepala, terutama di pagi hari. Intensitasnya bisa ringan ataupun berat.
  • Kelemahan otot yang biasanya terjadi di salah satu sisi tubuh.
  • Parestesia, yaitu kondisi ketika tubuh seperti merasa seperti ditusuk jarum dan kesemutan.
  • Sulit menjaga keseimbangan dan koordinasi pada gerakan tubuh berantakan.
  • Kesulitan berjalan, lengan dan kaki juga menjadi lemah.
  • Kejang.

Selain itu, gejala dan tanda-tanda kanker otak lainnya yang mungkin bisa terjadi adalah:

  • Perubahan status mental. Bisa berupa perubahan konsentrasi, ingatan, perhatian, bahkan kebingungan tanpa sebab.
  • Merasa mual dan muntah terutama di pagi hari.
  • Kelainan pada penglihatan (misalnya, penglihatan ganda, penglihatan kabur, hilangnya penglihatan tepi).
  • Kesulitan berbicara (yang diakibatkan oleh gangguan suara).
  • Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional. Misalnya, mengalami ketidakmampuan untuk berbicara yang diikuti dengan tidak paham dengan apa yang lawan bicaranya katakan.

Baca juga: Hati-Hati, Pembengkakan Otak Bisa Terjadi karena 6 Hal Ini

Pada banyak orang, gejala-gejala tersebut mungkin diabaikan karena umumnya tidak berlangsung signifikan. Gejala kanker otak memang bisa berkembang cukup lama, tapi terkadang gejala ini juga bisa muncul lebih cepat. Pada beberapa kasus, orang mungkin mengira gejala kanker otak yang dialami adalah stroke, padahal bukan. 

Untuk itu, selalu waspadailah gejala kanker otak. Kamu bisa tanyakan lebih lanjut tentang penyakit ini pada dokter di aplikasi Halodoc kapan saja. Jika mengalami sakit kepala berkelanjutan, kejang-kejang, atau gejala lain yang telah disebutkan tadi, segeralah pergi ke dokter atau buat janji dengan dokter di rumah sakit lewat aplikasi Halodoc, untuk dilakukan pemeriksaan. 

Perkembangan Stadium Kanker Otak

Pertumbuhan dan gejala kanker otak bervariasi pada setiap pengidapnya, tergantung stadium perkembangan kankernya. The National Cancer Institute (NCI) menggunakan sistem stadium penilaian, untuk mengklasifikasikan tingkat keparahan tumor ganas, antara lain:

  • Stadium I: Jaringan kanker di otak masih cukup jinak. Sel-sel terlihat menyerupai sel-sel otak normal dan pertumbuhan selnya cenderung lambat.
  • Stadium II: Jaringan kanker sudah mulai mengganas. Sel-sel kanker mulai terlihat abnormal, tidak seperti sel kanker pada stadium 1.
  • Stadium III: Jaringan kanker yang ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel yang normal. Sel-sel abnormal ini disebut anaplastik dan mulai tumbuh secara aktif di stadium ini.
  • Stadium IV: Jaringan kanker ganas mulai menunjukkan sel-sel abnormal yang jelas dan tumbuh secara agresif atau sangat cepat.

Baca juga: Pentingnya Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

Untuk menentukan perkembangan tumor di otak, dokter biasanya akan fokus pada karakteristik tumor dan efeknya pada fungsi otak. Faktor utama yang digunakan untuk menilai tumor otak adalah:

  • Ukuran dan lokasi tumor di otak.
  • Jenis jaringan atau sel yang memengaruhi otak
  • Resectability, yaitu kemungkinan dari seberapa besar tumor dapat dihilangkan lewat operasi kanker.
  • Seberapa menyebarnya sel kanker di otak atau sumsum tulang belakang.
  • Kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian luar otak.

Kemudian, dokter juga akan mempertimbangkan usia pengidap serta gejala-gejala kanker otak yang dialami. Pengidap juga akan diperiksa, seberapa besar fungsi-fungsi dasar, seperti ucapan, pendengaran atau gerakan terganggu atau berubah akibat sel kanker pada otak. 

Menentukan stadium kanker otak sebenarnya cukup jauh berbeda dari penentuan stadium kanker lain di dalam tubuh. Misalnya, kanker di paru-paru, usus besar, dan payudara, dipetakan berdasarkan lokasi di dalam tubuh, ukuran, keterlibatan kelenjar getah bening, dan kemungkinan penyebaran. Sementara itu, kanker otak dinilai berdasarkan seberapa agresif (ganas) sel-sel tumor muncul di bawah mikroskop.


Referensi:
National Cancer Institute. Diakses pada 2020. Brain Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Brain Cancer - Symptoms and Causes.