• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Kenapa Makan Mi Instan dengan Nasi Sebaiknya Dihindari

Ini Alasan Kenapa Makan Mi Instan dengan Nasi Sebaiknya Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Mi instan menjadi salah satu makanan alternatif yang dianggap mudah dalam penyajiannya sehingga dijadikan teman saat menyantap nasi. Faktanya, mi instan dan nasi memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Pola makan yang tidak sehat ini menyebabkan kelebihan kalori yang berasal dari karbohidrat.

Baca juga: Menu Diet Sehat Bebas Kalori

Kalori adalah kebutuhan tubuh yang harus dipenuhi untuk menjalankan fungsi tubuh sehari-hari. Namun, kalori yang masuk perlu dibatasi agar tidak terjadi kelebihan asupan kalori. Kelebihan kalori dalam tubuh bisa mengakibatkan gangguan kesehatan.

Hindari Konsumsi Mi Instan dan Nasi Bersamaan

Sebaiknya hindari kebiasaan mengonsumsi mi instan dan nasi secara bersamaan. Melansir dari Healthline, seseorang yang kerap mengonsumsi mi instan mengalami peningkatan asupan natrium dan kalori dalam tubuh. Selain mi instan, nasi putih juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. 

Kalori adalah jumlah energi yang didapatkan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Kalori dibutuhkan tubuh agar mampu beraktivitas dan menjalankan fungsinya dengan baik. Namun, jika kamu mengonsumi mi instan dan nasi secara bersamaan, maka berisiko sebabkan kelebihan asupan kalori dalam tubuh.

Kelebihan kalori dalam tubuh meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti obesitas. Hal ini terjadi akibat asupan kalori yang masuk lebih banyak dibandingkan asupan kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Kalori yang tidak digunakan diubah oleh tubuh menjadi cadangan lemak yang mengakibatkan pertambahan berat badan berlebihan. 

Baca juga: Cek Kalori Jajanan Favorit yang Super Nagih

Seseorang yang mengalami obesitas juga dapat membahayakan kesehatannya. Jurnal dari Diabetology & Metabolic Syndrome mengungkapkan, obesitas meningkatkan risiko untuk mengalami penyakit kardiovaskular. Selain itu, obesitas juga kerap menjadi penyebab utama berbagai penyakit seperti dislipidemia, resistensi insulin, tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan aterosklerosis pada orang dewasa maupun anak-anak.

Kalori sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh sebagai energi. Untuk itu, sebaiknya atur pola makan dan olahraga rutin agar kesehatan selalu optimal. Selain kelebihan kalori, terlalu banyak mengonsumsi mi instan juga meningkatkan kadar natrium dalam tubuh yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Seseorang dengan tekanan darah tinggi mengalami gejala kesehatan, seperti sakit kepala, lemas, sesak napas, aritmia, dan munculnya darah dalam urine.

Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat. Sebelum ke rumah sakit, kamu bisa membuat janji terlebih dulu dengan dokter pilihan melalui aplikasi Halodoc.

Ketahui Asupan Kalori yang Dibutuhkan Setiap Harinya

Cara untuk menghindari kelebihan atau kekurangan kalori, tentunya kamu perlu mengetahui berapa asupan kalori yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 mengungkapkan terkait Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia.

Wanita dewasa rata-rata membutuhkan 2000 kalori per harinya, sedangkan pria dewasa membutuhkan rata-rata 2450 kalori per harinya. Namun, kebutuhan kalori tiap individu berbeda, bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, berat badan, dan aktivitas fisik harian. 

Menurut Harvard Health Publishing, seiring bertambahnya usia seseorang, maka tingkat metabolisme juga menurun. Hal ini bisa menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan. Penurunan metabolisme ini terkait dengan hilangnya massa tubuh tanpa lemak seiring bertambahnya usia. Untuk itu, sebaiknya tetap perhatikan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: Obesitas Tidak Hanya Dipengaruhi Oleh Pola Makan

Selain menghindari mengonsumsi mi instan dan nasi secara bersamaan, ada beberapa cara lain untuk mencegah kelebihan kalori, seperti memenuhi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan yang mengandung protein, rutin berolahraga, dan menjaga asupan karbohidrat yang dikonsumsi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. How Many Calories Should You Eat per Day to Lose Weight?
Healthline. Diakses pada 2020. Are Instant Noodles Bad for You?
Very Well Fit. Diakses pada 2020. How Many Calories Should I Eat in A Day?
Diabetology & Metabolic Syndrome. Diakses pada 2020. Cardiovascular Risk and Obesity
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Nutrition Aging