27 September 2018

Ini Alasan Mengapa Bayi Jarang Berkedip?

Bayi jarang berkedip, Bayi berkedip, Kedipan bayi

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mengamati mata bayi? Secara tidak sadar, bayi jarang mengedipkan mata. Bayi hanya berkedip beberapa kali per menit, padahal orang dewasa secara reflek akan mengedipkan mata minimal 15 kali per menit. Bayi yang baru lahir hanya berkedip kurang dari lima kali semenit, bahkan ada yang hanya berkedip sekali semenit.

Alasan bayi jarang berkedip, yaitu menunjukkan kadar dopamin pada bayi. Kedipan mata diatur oleh dopamin otak, salah satu neurotransmitter yang membuat sel-sel otak dapat saling berkomunikasi. Mengonsumsi obat untuk meningkatkan kadar dopamin dapat meningkatkan tingkat kedipan mata, dan sebaliknya.

Selain itu, bayi tidak memproduksi air mata pada bulan pertama setelah dilahirkan. Setelah lewat dari satu bulan, saluran air matanya telah berkembang, walaupun bayi dapat terus menangis tanpa keluar air mata untuk sementara. Pada beberapa bulan pertama, bayi cenderung menyimpan air mata untuk saat saat, seperti dia sangat menginginkan sesuatu atau ketika merasa kesakitan.

Pengidap skizofrenia yang mempunyai banyak kadar dopamin pada otak akan berkedip lebih sering. Sebaliknya, untuk pengidap parkinson yang mengalami kematian neuron untuk menghasilkan dopamin akan berkedip lebih jarang. Jadi, jumlah kedipan pada bayi dapat menunjukkan seberapa banyak dopamin atau sudah berkembang atau belumnya sistem dopamin pada bayi.

Pada umumnya, kedipan pada mata orang dewasa dibagi menjadi dua kategori, yaitu spontan dan refleksi. Kedua jenis kedipan tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk melindungi mata dari kontak benda eksternal. Selain itu, tujuan berkedip adalah untuk melumasi bola mata. Berkedip juga bertujuan untuk mengeluarkan debu dan iritasi lainnya yang telah masuk ke mata.

Apakah bayi tidak butuh pelumas untuk matanya? Disebutkan bahwa mata kecil pada bayi tidak memerlukan banyak pelumas. Ternyata maksud lain dari bayi jarang berkedip adalah untuk mendapatkan informasi visual yang dibutuhkannya. Ketika seseorang ingin fokus pada hal-hal visual, kamu cenderung lebih sedikit untuk berkedip.

Kondisi itu seperti yang terjadi pada orang dewasa dengan sindrom yang mana kondisi membutuhkan tuntutan visual yang tinggi dari penglihatan komputer yang dapat menyebabkan berkurangnya kedipan. Karena hal tersebut, tidak heran jika mata seseorang terlalu lama menatap layar komputer akan rentan mengalami kekeringan pada mata.

Selain itu, jumlah kedipan dapat berubah sesuai dengan perhatian, stres, kegembiraan, iritasi mata, dan lamanya tidur. Faktanya, seseorang dengan tidur yang lama dipastikan akan berkedip lebih sedikit. Ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat berkedip pada seseorang dan mungkin juga dari faktor genetik.

Selain untuk menjaga kelembapan mata dan melindungi mata dari kontak eksternal, mata juga berfungsi sebagai respon dari berbagai peristiwa yang terjadi. Kedipan mata merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki banyak arti. Kedipan mata yang terlalu banyak dapat berarti bahwa orang tersebut sedang berbohong, grogi, dan sebagainya.

Fungsi berkedip lainnya yaitu untuk mengontrol suhu pada mata. Jika seseorang terlalu lama menyetir atau berada di depan layar komputer, mata akan terasa panas dan kering. Rasa panas di mata tersebut karena kelembaban mata yang kurang. Berkedip dapat menurunkan suhu mata sehingga retina tidak rusak.

Itulah alasan mengapa bayi jarang berkedip. Jika ibu ingin mendapatkan saran perihal parenting, Halodoc menyediakan layanan Chat atau Voice/Video Call dengan dokter-dokter profesional. Hanya dengan download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store.

Baca juga: