• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Orang dengan Darah Kental Tidak Boleh Donor Darah

Ini Alasan Orang dengan Darah Kental Tidak Boleh Donor Darah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Orang dengan Darah Kental Tidak Boleh Donor Darah

“Orang yang memiliki darah kental dilarang untuk menjalani donor darah. Hal ini karena darah kental dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, yang berujung pada berbagai penyakit serius. Jadi, penting untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum donor darah.”

Halodoc, Jakarta – Selain menyelamatkan nyawa orang lain, kamu juga mendapatkan banyak manfaat dari donor darah. Namun, ada syarat yang perlu dipenuhi sebelum jadi pendonor. Salah satunya adalah tidak memiliki kondisi darah kental. 

Orang yang mengalami kondisi kekentalan darah, sangat tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah. Lantas, apa saja yang menjadi alasannya?

Baca juga: Ketahui Cara Donor Darah yang Aman saat Pandemi

Mengapa Orang dengan Darah Kental Dilarang Donor Darah?

Melansir laman Everyday Health, Mary Ann Bauman, MD., juru bicara dokter untuk gerakan Go Red for Women American Heart Association, mengungkapkan bahwa darah kental bergerak lebih lambat di tubuh.

Hal ini membuat risiko sel darah merah melekat dan menggumpal jadi meningkat. Penggumpalan darah itu dapat menyebabkan sumbatan, menghalangi aliran oksigen dan nutrisi yang dibawa darah untuk berbagai jaringan tubuh. 

Risiko lainnya, darah kental juga dapat membuat kadar oksigen dalam sel lebih rendah dari seharusnya. Kondisi ini juga dapat menyebabkan pemilik tubuh kekurangan hormon dan nutrisi.

Lebih lanjut, penggumpalan darah memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Beberapa masalah kesehatan serius yang bisa terjadi adalah stroke, penyakit jantung koroner, dan berbagai masalah jantung lainnya. 

Hal ini karena darah kental yang menyebabkan penggumpalan darah, dapat  menghalangi aliran darah balik ke jantung atau menuju otak. Hal inilah yang kemudian meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Baca juga: 4 Kondisi Kesehatan yang Membutuhkan Donor Plasma Darah

Pada kasus yang ringan, penerima donor darah kental juga bisa mengalami beberapa gejala seperti sesak napas, pusing, dan lemas. Sangat mungkin juga bagi penerima donor darah kental untuk mengalami masalah kesehatan yang sama dengan si pendonor. 

Belum lagi bila penerima donor darah kental sudah memiliki riwayat penyakit serius sebelumnya. Risiko masalah akibat penggumpalan darah bisa jadi lebih tinggi lagi. 

Penyebab Terjadinya Pengentalan pada Darah

Di dunia medis, darah kental dikenal juga dengan sebutan trombofilia atau hiperkoagulasi. Ini adalah kondisi yang berkaitan dengan gangguan pembekuan darah. 

Jadi, jika kamu memiliki darah kental, artinya darah yang kamu miliki lebih mudah menggumpal atau membeku. Darah termasuk kategori kental jika kadar hemoglobinnya mencapai 18-19 gr/dL dan kadar hematokrit mencapai 50-60 persen. Angka tersebut melebihi nilai normal.

Lantas, apa penyebabnya? Umumnya adalah mutasi genetik yang diturunkan dari orangtua. Namun, seberapa kentalnya darah yang dimiliki dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Jumlah sel darah merah. Semakin banyak jumlah sel darah merah yang dimiliki, maka semakin kental darah tersebut.
  • Kadar lemak darah. Darah akan semakin kental, jika kadar lemak darah juga tinggi.
  • Kelebihan protein dalam darah. Adanya kelebihan kadar protein dalam darah juga berpengaruh pada kekentalan darah.
  • Peradangan kronis. Misalnya karena kebiasaan atau gaya hidup tidak sehat, seperti merokok. Namun, bisa juga karena penyakit kronis seperti diabetes.
  • Penyakit tertentu. Misalnya lupus, polisitemia vera, dan penyakit lainnya.
  • Terlalu banyak vitamin K. Risiko pengentalan darah juga dapat meningkat akibat terlalu banyak asupan vitamin K.

Baca juga: Hati-Hati Penggumpalan Darah di Pembuluh Vena

Itulah pembahasan mengenai kondisi darah kental yang tidak boleh untuk didonorkan. Jadi, untuk bisa mendonorkan darah, kamu perlu memiliki dalam kondisi sehat. 

Di sisi lain, adanya syarat kesehatan untuk donor darah secara tidak langsung membuat kamu jadi memeriksakan kondisi kesehatan. Hal ini tentunya baik, mengingat banyak penyakit yang baru terdeteksi setelah parah.

Jadi, cobalah untuk rutin melakukan donor darah, ya. Sebab, hal ini juga sangat bermanfaat untuk kamu. Bila kamu ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2021. How Thick Is your Blood?
Emedicine Health. Diakses pada 2021. Complete Blood Counts. 
Science Daily. Diakses pada 2021. “Thick” Blood Can Increase Stroke Risk.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Heart Attack: Causes, Symptoms, and Treatments.
WHO. Diakses pada 2021. Blood Donor Selection.
American Red Cross. Diakses pada 2021. Eligibility Criteria: Alphabetical.