• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Patah Tulang Berisiko Terkena Hematoma

Ini Alasan Patah Tulang Berisiko Terkena Hematoma

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Orang dengan kondisi patah tulang disebut lebih rentan mengalami hematoma, yaitu kumpulan darah tidak normal di luar pembuluh darah. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah memar dan bisa terjadi di beberapa bagian tubuh, seperti rongga kepala, di bawah kuku jari, atau di dalam cuping telinga. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh cedera. 

Hematoma terjadi saat dinding pembuluh darah arteri, vena, atau kapiler mengalami kerusakan. Hal itu kemudian membuat darah keluar menuju jaringan yang bukan tempatnya. Kumpulan darah bisa berukuran besar atau kecil yang bisa menyebabkan jaringan di sekitarnya terasa nyeri atau bengkak. Patah tulang menjadi salah satu penyebab kondisi ini, alasannya karena hematoma merupakan penyakit yang terjadi karena cedera. 

Baca juga: Jangan Sepelekan Lebam, Bisa Menandai Hematoma yang Serius

Mengenal Hematoma dan Penyebabnya 

Cedera, termasuk patah tulang, merupakan penyebab umum terjadinya hematoma. Selain itu, jenis ada jenis cedera lain yang juga bisa memicu kondisi ini. Cedera biasanya terjadi karena kecelakaan, terjatuh, terkilir, terbentur, patah tulang, atau kebiasaan bersin terlalu keras. Kondisi ini ditandai dengan munculnya tanda lebam di bagian tubuh tertentu. 

Gejala yang muncul tergantung pada lokasi, ukuran, serta kondisi hematoma. Umumnya, penyakit ini ditandai dengan gejala pembengkakan pada area hematoma, nyeri, serta perubahan warna menjadi merah keunguan pada area tubuh yang terkena hematoma. Penyakit ini didiagnosis melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter. 

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk mendiagnosis hematoma yang terjadi pada kulit dan jaringan lunak. Sementara pada hematoma yang tidak terlihat, dibutuhkan pemindaian seperti CT scan atau foto Rontgen. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini, contohnya aneurisma atau pelebaran yang abnormal pada pembuluh darah, penggunaan obat-obatan tertentu, dan kondisi medis tertentu.

Baca juga: Benturan Bisa Sebabkan Hematoma, Ini Komplikasinya

Meski sering dikaitkan dengan memar atau lebam, hematoma sebenarnya adalah kondisi yang jauh lebih serius. Penumpukan darah yang terjadi pada kondisi ini bisa menimbulkan bengkak dan memicu kondisi yang lebih buruk. Hematoma sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu munculnya komplikasi, seperti infeksi, kerusakan otot secara permanen, serta iritasi pada organ atau jaringan tubuh. 

Pengobatan hematoma dilakukan tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Pada memar yang ringan, kamu bisa melakukan penanganan dengan mengompres es batu di area tubuh yang terkena hematoma. Selain itu, kondisi ini juga bisa ditangani dengan pembalutan atau penekanan yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan. 

Mencegah hematoma dilakukan dengan menghindari penyebabnya, salah satunya patah tulang. Saat sedang beraktivitas, sebaiknya berhati-hati agar risiko cedera tidak terlalu tinggi. Cedera lebih rentan menyerang orang yang tengah melakukan aktivitas berat atau berolahraga. Selain itu, membiasakan diri untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga juga bisa membantu menghindari kondisi ini. 

Rutin melakukan pemeriksaan ke dokter dan konsumsi makanan sehat juga sebaiknya dilakukan. Sebab, orang yang memiliki tubuh sehat dan bugar biasanya akan lebih jarang terjatuh atau mengalami cedera. Artinya, kemungkinan terjadinya hematoma pun akan semakin kecil. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Komplikasi Akibat Hematoma

Cari tahu lebih lanjut seputar hematoma dan apa saja penyebabnya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NIH. Diakses pada 2019. Epidural Hematoma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Intracranial Hematoma.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Hematoma.