• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Pentingnya Pemeriksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir

Ini Alasan Pentingnya Pemeriksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Pentingnya Pemeriksaan Fisik pada Bayi Baru Lahir

“Setelah dilahirkan, bayi akan menjalani pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter dan tenaga medis lainnya. Pemeriksaan dilakukan maksimal dalam waktu 72 jam setelah bayi lahir.”

Halodoc, Jakarta – Si Kecil akhirnya bisa menyapa ibu dan ayah di dunia. Pasti rasanya sangat bahagia, ya, setelah menunggu selama 9 bulan lamanya, ibu dan ayah bisa menyentuh sang buah hati untuk pertama kalinya. Melihat betapa sempurna dirinya. Namun, sebelum bisa berinteraksi, bayi yang baru dilahirkan perlu menjalani pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

Pemeriksaan kondisi fisik bayi baru lahir memang sangat penting dan wajib dilakukan. Tujuan utamanya adalah mengetahui apabila Si Kecil memiliki kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

Biasanya, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang pada anak saat usianya memasuki 6 atau 8 minggu, karena beberapa bagian fisik yang hendak diperiksa mungkin membutuhkan waktu untuk berkembang. 

Baca juga: Inilah Pemeriksaan Fisik Per Sistem Tubuh yang Harus Diketahui

Pemeriksaan tubuh pada bayi dilakukan secara menyeluruh. Umumnya, dokter juga akan mengajukan beberapa pertanyaan tentang bagaimana bayi ibu menyusu, apakah ada masalah yang ibu alami selama proses pemberian ASI pada bayi.

Selama pemeriksaan, dokter kesehatan juga akan melihat mata bayi dengan menggunakan alat khusus untuk memeriksa bagaimana mata, mendengarkan jantung bayi untuk memeriksa suara detaknya. Pemeriksaan lainnya dilakukan pada bagian untuk mengecek persendian, dan memeriksa bayi laki-laki untuk melihat apakah testis telah turun ke dalam skrotum.

Mengapa Pemeriksaan Fisik Penting?

Setiap bayi yang baru dilahirkan wajib menjalani pemeriksaan fisik. Bukan tanpa alasan, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kelainan atau masalah kesehatan secara dini sehingga pengobatan dapat dimulai sesegera mungkin.

Baca juga: 7 Pemeriksaan Fisik yang Biasa Dilakukan Sebelum Masuk Sekolah Militer

Skrining atau pemeriksaan bisa dilakukan pada semua bagian tubuh bayi atau hanya beberapa area yang dirasa krusial oleh dokter. Jika ibu memiliki kecemasan tersendiri terhadap kesehatan sang buah hati, jangan ragu untuk mengatakannya pada dokter spesialis anak. 

Ibu bisa bercerita melalui aplikasi Halodoc dengan memilih dokter anak yang tepat. Dengan begitu, ibu tidak perlu harus ke rumah sakit, cukup download dan pakai aplikasi Halodoc saja. 

Pemeriksaan fisik dasar yang dilakukan dokter biasanya, meliputi pemeriksaan mata, telinga, pengukuran berat badan, lingkar kepala, tinggi badan, dan organ vital, baik pada bayi laki-laki maupun perempuan. 

Berapa Lama Hasilnya Bisa Diketahui?

Ibu bisa mengetahui hasil pemeriksaan pada hari yang sama tanpa harus menunggu lama. Apabila sang buah hati harus melakukan pemeriksaan lanjutan, dokter akan langsung memberitahu ibu saat itu juga. 

Baca juga: Ini Bedanya Pemeriksaan Fisik Tanda Vital dan Pemeriksaan Per Sistem Tubuh

Hasil pemeriksaan fisik akan dituliskan dalam buku catatan kesehatan anak. Biasanya, buku ini juga berisi informasi penting terkait perawatan bayi baru lahir, menyusui, dan arahan penting lain untuk ibu dan bayi. Informasi tentang grafik berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala serta vaksin juga ada di buku tersebut. 

Selalu bawa buku tersebut saat ibu melakukan vaksinasi untuk anak atau harus membawa anak ke rumah sakit untuk berobat. Jadi, dokter akan lebih mudah dalam mencatat segala informasi baru. Jika ada perkembangan pun, dokter akan lebih mudah menemukan riwayat medis bayi sebelumnya. 

Jadi, jangan sampai bayi tidak mendapatkan pemeriksaan fisik sesaat setelah dilahirkan, ya, bu, agar bayi tetap terpantau perkembangan fisiknya dan tidak ada kekurangan yang mengkhawatirkan.

Referensi:

NHS. Diakses pada 2021. Newborn physical examination.

University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2021. Assessments for Newborn Babies.