• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Roti dan Susu Jadi Camilan Usai Donor Darah

Ini Alasan Roti dan Susu Jadi Camilan Usai Donor Darah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Roti dan susu yang diberikan usai melakukan donor darah sebenarnya bukan sekadar camilan. Roti dan susu diberikan untuk meningkatkan kadar gula darah. Selain sebagai sumber energi, susu dapat membantu menggantikan cairan yang hilang akibat donor darah.

Roti juga dapat menyuplai kebutuhan karbohidrat dan meningkatkan energi, sehingga pendonor tidak terlalu lemas. Mendonorkan darah tidak hanya mengurangi volume darah tetapi juga zat-zat penting dalam tubuh. Namun, tentu saja itu akan tergantikan saat sel darah merah yang baru terbentuk. 

Proses pembentukan sel darah merah yang baru membutuhkan waktu. Selama waktu penantian tersebut, kamu membutuhkan asupan yang dapat memberikan energi lebih cepat. Untuk itulah mengapa camilan seperti roti dan susu menjadi bagian penting dalam donor darah.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Harus Rutin Donor Darah

Makanan yang Dibutuhkan Sebelum dan Sesudah Donor Darah

Sebelum melakukan donor darah, kamu perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kadar hemoglobinmu. Jumlah hemoglobin yang cukup dalam darah dapat membantu mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Jika dalam pemeriksaan menunjukkan hemoglobin terlalu rendah, kamu tidak direkomendasikan untuk melakukan donor darah.

Karenanya, makan dengan benar sebelum dan sesudah donor darah sangat dibutuhkan. Ini akan memastikan bahwa kamu memiliki jumlah hemoglobin yang cukup (dalam darah) untuk didonorkan, serta mencegah kelelahan yang berlebihan setelah donor. 

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa Menular Lewat Darah

Lantas, jenis makanan seperti apa yang direkomendasikan sebelum dan sesudah donor darah? Mengonsumsi makanan rendah lemak sebelum mendonorkan darah direkomendasikan. Soalnya, jika kamu mengonsumsi makanan tinggi lemak, ini dapat menghambat proses pengujian darah. Sebaliknya, kamu bisa makan sepotong kecil buah, atau semangkuk susu rendah lemak.

Kamu juga dapat mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C, karena vitamin C dapat membantu tubuh menyerap zat besi. Asupan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi jeruk, anggur, dan jus buah lainnya.

Untuk mempertahankan fungsi tubuh yang sehat setelah donor, tubuh harus membuat sel darah baru. Konsumsi makanan yang diperkaya zat besi dapat memberi kamu asupan zat besi yang cukup untuk menjaga jumlah sel darah merah. 

Makanan seperti bayam, ikan, daging merah, unggas, kismis dan kacang-kacangan. Selain zat besi, makanan yang mengandung folat juga direkomendasikan untuk dikonsumsi. Tubuh menggunakan folat yang juga dikenal sebagai B-9, asam folat atau folacin, untuk memproduksi sel darah merah baru. 

Baca juga: Jangan Salah, Donor Darah Antar Golongan Bisa Dilakukan

Ini akan membantu menggantikan sel darah yang hilang selama donasi. Makanan yang mengandung folat termasuk hati, kacang-kacangan kering, asparagus, dan sayuran berdaun hijau seperti bayam, dan kangkung. Jus jeruk adalah sumber folat lainnya demikian juga roti, sereal dan nasi.

Produk susu seperti susu, keju, dan yoghurt diperkaya dengan riboflavin, juga dikenal sebagai vitamin B2 yang merupakan komponen penting untuk menghasilkan sel darah merah. Riboflavin akan membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi. 

Setelah mendonorkan darah, kamu mungkin merasa lemah. Riboflavin dapat membantu kamu mengembalikan kekuatan dan energi. Makanan yang diperkaya riboflavin adalah telur, sayuran berdaun, kacang-kacangan, asparagus, brokoli, dan sereal yang diperkaya vitamin. Kamu juga bisa mengonsumsi produk susu seperti yoghurt dan susu untuk mencukupi kebutuhan riboflavin.

Itulah penjelasan mengapa jenis makanan tertentu menjadi rangkaian penting usai melakukan donor darah. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai donor darah, cari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.


Referensi:
Livemint. Diakses pada 2020. Dos and don’ts of blood donation
Only My Health. Diakses pada 2020. Best Foods To Eat Before And After Blood Donation