Ini Alasan Telinga Sakit Ketika Naik Pesawat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Alasan Telinga Sakit Ketika Naik Pesawat

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami telinga sakit ketika naik pesawat? Tenang saja, kamu enggak sendirian kok. Banyak orang yang mengeluh sakit telinga ketika naik pesawat, terutama ketika lepas landas dan mendarat. Bahkan, ada pula yang telinganya terasa budek sementara.

Nah, lantas apa sih alasan telinga sakit ketika naik pesawat? 

Baca juga: Ini yang Membuat Telinga Sakit Saat Pilek dan Cara Menanganinya

Terjadinya Perbedaan Tekanan Udara

Alasan telinga sakit ketika naik pesawat sebenarnya disebabkan oleh tekanan udara. Saat kita berada di daratan, tekanan udara di luar (lingkungan) dan di dalam telinga kurang lebih hampir sama. Di dalam telinga ada bagian yang bernama tuba Eustachius. Bagian ini berfungsi untuk mengatur tekanan udara di telinga bagian dalam dan tekanan dari luar selalu setara. Alhasil, telinga tak akan mengalami masalah. 

Namun, ketika berada berada dalam pesawat (perjalanan udara), lain lagi ceritanya. Di sini telinga akan berhadapan dengan perubahan tekanan udara yang amat cepat. Sayangnya, tuba Eustachius tak bisa bereaksi cukup cepat untuk mengimbangi tekanan udara tersebut. Nah, inilah alasan ketika telinga sakit ketika naik pesawat.

Ada dua hal yang berkaitan dengan telinga sakit ketika naik pesawat. Pertama ketika pesawat lepas landas. Dalam kondisi ini tekanan udara di dalam telinga dengan cepat melampaui tekanan udara di luar. Nah, hal inilah yang akan membuat membran timpani (gendang telinga) membengkak. 

Namun, ketika pesawat akan mendarat, tekanan telinga menurun cepat dibandingkan dengan tekanan udara di luar telinga. Kondisi ini membuat gendang telinga menjadi pipih. Nah, perubahan bentuk gendang telinga inilah yang membuat telinga sakit ketika naik pesawat atau turun dari pesawat. 

Hal yang perlu diingat, anak kecil atau bayi amat rentan terhadap masalah ini. Alasannya, tuba Eustachius mereka belum berkembang dengan baik untuk menyeimbangkan tekanan udara. 

Lalu, adakah cara untuk mencegah telinga sakit ketika naik pesawat? 

Baca juga: 4 Penyebab Telinga Bindeng yang Perlu Diwaspadai

Dari Mengunyah hingga Earplug

Untuk mengurangi risiko telinga sakit hingga kehilangan pendengaran sementara, ada beberapa cara simpel yang bisa kita lakukan. Nah, berikut ini tips-tipsnya: 

  • Menelan makanan, mengunyah permen karet, ataupun menguap untuk membuka tabung eustachius dan memungkinkan telinga mendapatkan lebih banyak udara, sehingga bisa menyamakan tekanan udara.

  • Lakukan teknik Valsalva maneuver. Caranya tutup mulut dan cubit cuping hidung dengan jari tangan ketika pesawat take off atau landing. Lalu, tiuplah dengan lembut (denguskan udara) udara lewat hidung. Teknik ini bisa membuat tuba Eustachius yang tersumbat, sehingga tekanan udara dalam telinga stabil. Ulangi beberapa kali hingga merasa baik.

  • Petimbangkan kembali rencana perjalanan. Saat mengalami infeksi sinus, pilek, hidung tersumbat atau infeksi telinga, ataupun baru menjalani operasi telinga, sebisa mungkin hindari penggunaan transportasi udara. Andaikan tak bisa dihindari, cobalah bicarakan dengan dokter tips dan kapan waktu yang aman untuk bepergian menggunakan pesawat. 

  • Gunakan semprotan hidung (nasal spray dekongestan) yang dijual bebas. Semprotkan ke dalam hidung sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum lepas landas dan mendarat. Hindari pemakaian semprotan ini secara berlebihan. 

  • Pil dekongestan. Bisa diminum 30 hingga satu jam sebelum penerbangan. Namun, bila mengidap penyakit jantung, kelainan irama jantung, tekanan darah tinggi, ataupun sedang hamil, hindari mengonsumsi dekongestan oral. 

  • Gunakan penyumbat telinga atau filtered earplug. Penyumbat telinga ini secara perlahan bisa menyaman tekanan udara terhadap gendang telinga saat lepas landas atau mendarat. Namun, kita masih harus menguap dan menelan untuk mengurangi tekanan udara. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter kapan dan di mana saja melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Airplane ear.
Brown University Health Service. Diakses pada 2019. Ears, Eyes, and Airplane Travel.