• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Pria
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Alasan Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Pria

Ini Alasan Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Pria

4 menit
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 10 Maret 2022

“Jika dibandingkan dengan pria, wanita ternyata membutuhkan waktu tidur lebih banyak. Ada sejumlah alasan yang mendasari hal ini. Mulai dari risiko gangguan tidur, hormon yang dimiliki wanita, sampai beban kerja yang lebih berat. Simak informasi selengkapnya.”

Ini Alasan Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Pria

Halodoc, Jakarta – Setiap orang membutuhkan waktu tidur malam yang cukup. Kebutuhan waktu tidur setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung pada usianya. Misalnya, bayi dan anak-anak tentu membutuhkan waktu tidur lebih lama daripada orang dewasa. Normalnya, orang dewasa membutuhkan tidur malam 7-9 jam setiap harinya.

Nah, tetapi tahukah kamu bahwa wanita ternyata membutuhkan waktu tidur lebih lama daripada pria? Ternyata ada beberapa kondisi yang membuat wanita butuh tidur lebih lama daripada pria lo. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini!

Alasan Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Pria

Melansir dari Healthline, tidak ada angka spesifik yang didukung penelitian mengenai berapa jam tidur yang dibutuhkan wanita dibandingkan dengan pria. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, orang dewasa umumnya membutuhkan waktu minimal 7 jam setiap malam. 

Namun, penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung tidur lebih lama daripada pria, yakni bisa sebanyak 11-13 menit lebih lama. Nah, berikut sejumlah alasan mengapa wanita butuh tidur lebih lama daripada pria:

1. Risiko gangguan tidur lebih besar

Penelitian berjudul Exploring Sex and Gender Differences in Sleep Health: A Society for Women’s Health Research Report, menunjukkan bahwa wanita berisiko 40 persen lebih besar untuk mengalami insomnia dibandingkan pria. Hal ini membuat wanita membutuhkan waktu tidur tambahan untuk untuk menebus kekurangan waktu tidur.

Wanita juga berisiko lebih tinggi terkena restless leg syndrome (RLS) dan sleep apnea. Keduanya dapat memengaruhi kualitas tidur, sehingga wanita membutuhkan lebih banyak tidur untuk mendapat waktu istirahat yang cukup.

2. Fluktuasi hormon

Penyebab lain yang signifikan adalah fluktuasi hormon yang dialami wanita. Setiap bulannya wanita pasti mengalami fluktuasi hormon yang berhubungan dengan menstruasi. Kondisi inilah yang dapat menghambat wanita untuk mendapatkan tidur malam yang baik, terutama selama tahap pramenstruasi.

Hal yang sama berlaku untuk kehamilan, perubahan kadar hormon yang terjadi setiap trimester kehamilan bisa membuatnya mudah kelelahan, mudah mengantuk, sering buang air kecil, masalah pernapasan sampai  restless leg syndrome. 

Bagi wanita yang lebih tua, fluktuasi hormon akibat perimenopause dan menopause dapat menyebabkan gejala seperti hot flashes dan keringat malam, yang dapat mengganggu tidur. Risiko berkembangnya sleep apnea juga meningkat setelah menopause.

3. Aktivitas yang lebih berat

Sebuah studi tahun 2013 berjudul Gender and Time for Sleep among U.S. Adults menemukan bahwa wanita ternyata lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak dibayar jika dibandingkan dengan pekerjaan yang dibayar. Pekerjaan yang tidak dibayar yang dimaksud adalah pekerjaan rumah tangga, seperti mengurus anak, memasak, membersihkan rumah dan lain-lain. 

Tentunya beban kerja ini akan semakin meningkat pada ibu rumah tangga yang bekerja kantoran. Sebab, selain mereka harus berpikir keras untuk mengerjakan pekerjaan kantor, mereka juga dituntut untuk mengasuh anak, menyiapkan makanan, membersihkan rumah setelah pekerjaan kantornya selesai. Beban ini lah yang membuat wanita cenderung lebih berisiko mengalami gangguan tidur. 

4. Perbedaan pandangan

Beberapa ahli menyimpulkan bahwa pria dan wanita mungkin memiliki pandangan berbeda tentang tidur, yang sebagian dapat menjelaskan kebutuhan tidur yang berbeda. Menurut garis pemikiran ini, wanita cenderung mengambil risiko lebih sedikit daripada pria dan cenderung lebih memperhatikan kesehatan mereka. Misalnya, wanita biasanya lebih sering meluangkan waktu untuk tidur dengan waktu tidur lebih awal atau menyisihkan waktu untuk tidur siang.

Tips Supaya Tidur Lebih Nyenyak

Seseorang yang mendapatkan tidur malam yang nyenyak umumnya memiliki suasana hati yang lebih baik, tingkat energi yang lebih banyak, dan lebih produktif. Tidur yang cukup juga menjaga tubuh tetap sehat dan lebih efektif melawan penyakit. Berikut sejumlah tips yang bisa membantu kamu mendapatkan tidur yang berkualitas:

  • Bangun dan pergi tidur di jam yang sama secara konsisten. 
  • Siapkan lingkungan tidur yang baik seperti tidak bermain gadget, meredupkan atau mematikan lampu dan membersihkan tempat tidur agar nyaman. 
  • Hindari makan berat  setidaknya 3 jam sebelum tidur dan batasi asupan kafein di pagi hari. Menghindari alkohol sebelum tidur juga merupakan ide yang bagus.
  • Kurangi paparan cahaya biru setidaknya 2 jam sebelum tidur yang bisa mengacaukan ritme sirkadian. Paparan biru umumnya berasal dari TV, telepon, dan perangkat lain.
  • Lakukan sesuatu yang menenangkan sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca, peregangan, latihan pernapasan atau meditasi. 
  • Rutin berolahraga dapat membuat kamu tidur lebih nyenyak, menurunkan tingkat stres dan kecemasan, yang dapat memengaruhi tidur.

Selain melakukan tips di atas, kamu mungkin juga perlu konsumsi vitamin agar daya tahan tubuh lebih terjaga. Segera cek kebutuhan vitamin di toko kesehatan Halodoc. Jangan tunggu sampai sakit, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Why Women Might Need (Slightly) More Sleep.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2022. Kenapa Perempuan Butuh Tidur Lebih Banyak Ketimbang Pria?
Sleep Foundation. Diakses pada 2022. Do Women Need More Sleep Than Men?
NCBI. Diakses pada 2022. Exploring Sex and Gender Differences in Sleep Health: A Society for Women’s Health Research Report.
NCBI. Diakses pada 2022. Gender and Time for Sleep among U.S. Adults.