Ini Anjuran Puasa Agar Efeknya Bisa Mendetoksifikasi Tubuh

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Anjuran Puasa Agar Efeknya Bisa Mendetoksifikasi Tubuh

Halodoc, Jakarta – Puasa bisa menjadi sarana detoksifikasi tubuh bila dibarengi dengan diet buah, sayuran, jus buah, dan air. Bahkan kadang-kadang, termasuk herbal, teh, suplemen, dan pembersihan usus besar atau enema.

Puasa dinilai bermanfaat untuk mengistirahatkan organ, merangsang hati untuk membuang racun, penghapusan toksin melalui feses, urine, keringat, dan memperbaiki sirkulasi. Puasa kerap diperlukan untuk mendapatkan pembacaan yang akurat untuk tes medis tertentu. Puasa jangka pendek sebelum tes untuk kadar kolesterol dan gula darah, misalnya, membantu mencapai jumlah awal yang lebih akurat.

Praktik puasa juga dapat secara efektif mengobati kondisi kesehatan yang serius, dari radang sendi dan radang usus besar, hingga penyakit jantung dan depresi. Puasa bila dikombinasikan dengan meningkatkan diet sebelum dan sesudahnya, menghilangkan lupus, radang sendi, dan kondisi kulit kronis, seperti psoriasis dan eksim.

Baca juga: Makanan untuk Detoksifikasi Tubuh

Manfaat puasa yang lain adalah untuk menyembuhkan saluran pencernaan buat mereka yang mengidap kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, serta menurunkan tekanan darah. Bahkan, puasa juga dapat mengatasi stres dan depresi.

Beberapa orang melaporkan merasa lebih fokus dan energik setelah puasa, makanya dianggap dapat memberikan efek detoksifikasi. Namun, peningkatan kesehatan ini mungkin hanya akan diperoleh bila kamu juga menghilangkan makanan olahan, alkohol, dan zat tidak sehat lainnya ketika berbuka.

Bila itu yang dilakukan, maka kamu akan mendapatkan efek positif, seperti penurunan berat badan. Karena ketika berpuasa, orang akan kehilangan banyak berat badan dengan cepat. Efek ini tampaknya disebabkan oleh kehilangan cairan dan cadangan karbohidrat daripada lemak.

Baca juga: Mau Bakar Lemak dengan Cepat? Coba 5 Makanan Ini

Puasa Mempercepat Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah proses tubuh normal untuk menghilangkan atau menetralkan racun yang dihasilkan dari fungsi biokimiawi melalui usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening, dan kulit. Puasa mempercepat proses ini, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh dan puasa beralih ke cadangan lemak untuk energi.

Ketika cadangan lemak digunakan untuk energi selama puasa, mereka melepaskan bahan kimia yang tersimpan dari asam lemak ke dalam sistem, kemudian dihilangkan melalui organ-organ yang disebutkan di atas.

Selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan. Karena tidak ada makanan untuk menggerakkannya menuju metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Ini adalah salah satu alasan mengapa hewan berhenti makan ketika mereka terluka, dan alasan mengapa kita merasa kurang lapar ketika kita sakit.

Baca juga: 6 Jenis Minuman Penghangat di Musim Hujan

Puasa juga memicu penurunan berat badan yang cepat. Setelah tubuh dalam mode puasa, ia terbiasa pergi tanpa makanan setelah beberapa hari. Setelah puasa, perut sebenarnya menyusut dan dikembalikan ke ukuran normal. Orang-orang cenderung puas dengan lebih sedikit makanan setelah puasa, karena yang terakhir menandakan pada tubuh bahwa kamu telah mengubah cara makan.

Waspadalah terhadap makan berlebihan setelah puasa, terutama jika kamu mengalami kelaparan ekstrem. Bila kamu makan terlalu banyak saat berbuka ini menjadikan usaha detoksifikasi sia-sia dan tidak mendapatkan apa-apa dari manfaat puasa.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai puasa untuk detoksifikasi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to a Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.