• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bahaya Air Ketuban Sedikit di Trimester Pertama

Ini Bahaya Air Ketuban Sedikit di Trimester Pertama

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Banyak hal yang perlu ibu perhatikan saat menjalankan kehamilan. Salah satunya adalah menjalankan pola makan dan hidup sehat. Berbagai asupan nutrisi tentunya dibutuhkan untuk perkembangan bayi dalam kandungan. Tidak hanya itu, asupan cairan juga menjadi hal penting yang tidak boleh terlewatkan.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui Seputar Air Ketuban Selama Kehamilan

Memenuhi asupan cairan selama hamil membuat ibu terhindar dari berbagai gangguan kehamilan, salah satunya kondisi air ketuban. Air ketuban merupakan salah satu faktor yang cukup penting dalam kehamilan. Jumlah air ketuban sedikit di trimester pertama nyatanya berisiko tinggi untuk kesehatan ibu maupun bayi dalam kandungan. Simak ulasannya, di sini!

Inilah Bahaya Air Ketuban Sedikit di Trimester Pertama

Air ketuban merupakan cairan yang melindungi bayi selama dalam kandungan. Bukan hanya melindungi, nyatanya air ketuban memiliki banyak fungsi bagi ibu hamil maupun bayi dalam kandungan. Air ketuban dalam jumlah yang cukup membuat bayi merasa lebih nyaman dan menurunkan risiko kondisi trauma. Misalnya, benturan yang keras.

Selain itu, air ketuban memberikan perlindungan antara tali pusat dan janin sehingga menurunkan risiko tekanan antara janin dan dinding rahim. Air ketuban yang sehat juga juga mampu melindungi bayi dari infeksi. Bahkan, melalui air ketuban janin akan mendapatkan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan serta pertumbuhannya dalam kandungan.

Lalu, adakah dampak berbahaya jika air ketuban sedikit di trimester pertama? Air ketuban sendiri dapat diproduksi setelah kantung ketuban terbentuk. Untuk itu, sangat penting mengetahui jumlah air ketuban dalam kandungan. Mengingat fungsi air ketuban yang sangat penting, tentunya kekurangan air ketuban di trimester pertama dapat berdampak pada tumbuh kembang bayi dalam kandungan.

Ada beberapa risiko yang dapat dialami oleh ibu hamil yang kekurangan air ketuban di trimester pertama, seperti:

  1. Kematian bayi;
  2. Keguguran;
  3. Kelahiran prematur;
  4. Cacat lahir.

Baca juga: Yang Harus Ibu Lakukan Jika Air Ketuban Sedikit

Lakukan Ini untuk Mencegah Jumlah Air Ketuban Sedikit

Mengatasi air ketuban yang sedikit tentunya akan disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa kasus air ketuban yang sedikit bisa ditangani dengan beberapa cara yang sederhana. Namun, pada beberapa kondisi tentunya membutuhkan penanganan yang lebih intensif. Berikut ini beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah jumlah air ketuban sedikit.

1.Konsumsi Cairan Lebih Banyak

Saat menjalani kehamilan jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan setiap harinya. Tubuh yang terhidrasi dengan baik dapat membuat jumlah air ketuban dalam kondisi yang cukup. 

2.Istirahat yang Cukup

Memenuhi kebutuhan istirahat dapat membantu meningkatkan aliran darah ke plasenta. Kondisi ini juga dinilai mampu meningkatkan jumlah air ketuban dalam kandungan. Jika kondisi kekurangan air ketuban terjadi di trimester kedua dan ketiga, biasanya dokter akan menyarankan ibu untuk melakukan bedrest total agar kondisi ini dapat segera membaik.

3.Perhatikan Pola Makan yang Tepat

Saat menjalani kehamilan, sebaiknya perbanyak konsumsi buah dan sayur. Tidak hanya itu, penuhi asupan protein hingga asam folat agar kehamilan dapat berjalan dengan baik. 

4.Gaya Hidup Sehat

Perhatikan gaya hidup selama menjalani kehamilan. Hindari paparan asap rokok hingga pengonsumsian alkohol.

5.Lakukan Pemeriksaan Secara Rutin

Jangan lupa untuk lakukan pemeriksaan secara rutin pada dokter kandungan. Pemeriksaan yang dilakukan dapat menurunkan risiko berbagai gangguan kehamilan. Tidak hanya itu, adanya keluhan yang dirasakan selama masa kehamilan pun dapat diatasi dengan lebih baik.

Baca juga: Ini Kiat Menjaga Kecukupan Air Ketuban

Itulah kondisi yang bisa dilakukan untuk mencegah jumlah air ketuban sedikit di awal trimester. Meskipun air ketuban di trimester pertama jarang terjadi, tetapi sebaiknya lakukan pencegahan agar kondisi kehamilan kamu berjalan baik. Jangan ragu untuk bertanya langsung dengan dokter kandungan melalui Halodoc jika ibu memiliki pertanyaan seputar kehamilan. Yuk, download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Stat Pearls. Diakses pada 2021. Embryology, Amniotic Fluids.
Healthline Parenthood. Diakses pada 2021. How Can I Increase My Amniotic Fluids Level?
Baby Center. Diakses pada 2021. Low Amniotic Fluid.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What’s to Know About Amniotic Fluid?