• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bahayanya Konsumsi Gandum yang Berlebihan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bahayanya Konsumsi Gandum yang Berlebihan

Ini Bahayanya Konsumsi Gandum yang Berlebihan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 08 November 2021
Ini Bahayanya Konsumsi Gandum yang Berlebihan

Gandum adalah salah satu makanan yang kerap dicari saat seseorang menjalani diet. Pasalnya, kandungan seratnya yang cukup tinggi bisa menekan nafsu makan dengan membuat kamu kenyang lebih lama. Walaupun terbukti menyehatkan, mengonsumsi gandum berlebihan juga dapat menyebabkan efek samping seperti pada tubuh.”

Halodoc, Jakarta – Gandum adalah salah satu biji-bijian yang terkenal akan kandungan seratnya yang cukup tinggi. Produk-produk berbahan gandum seperti roti, pasta, tepung dan lain-lain kini banyak dicari karena dinilai lebih sehat dan cocok dikonsumsi saat diet. Kandungan seratnya yang tinggi ini memang bisa membuat kamu merasa kenyang lebih lama.

Selain itu, kandungan vitamin dan mineralnya pun dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Walaupun gandum dikenal sehat, ternyata mengonsumsinya berlebihan juga bisa menimbulkan dampak kesehatan lo. Jika kamu salah satu orang yang rutin mengonsumsi gandum, sebaiknya ketahui efek mengonsumsi gandum berlebihan berikut ini.

Baca juga: Inilah Dampak Kurang Serat Pada Tubuh

Bahaya Mengonsumsi Gandum Berlebihan

Telah banyak penelitian yang membuktikan kalau gandum memang mampu memberikan manfaat kesehatan, seperti penurunan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker, dan obesitas. Bukan itu saja, gandum juga salah satu sumber energi terbaik untuk memberi tubuh bahan bakar supaya organ-organ dapat berfungsi dengan baik.

Kendati demikian, mengonsumsi gandum terlalu banyak justru dapat menyebabkan usus bekerja lebih keras sehingga pencernaan menjadi lambat. Pada akhirnya, kondisi ini menyebabkan masalah pencernaan, seperti retensi air, kembung, dan gas. Oleh karena itu, penting untuk makan makanan seimbang yang menggabungkan gandum secara proporsional.

Takaran Tepat Mengonsumsi Gandum

United States Department of Agriculture (USDA) atau Departemen Pertanian Amerika Serikat  baru-baru ini telah membuat panduan diet seimbang untuk orang dewasa dan anak-anak yang disebut MyPlate. “MyPlate” ini menggantikan “piramida makanan” yang mungkin kamu sudah tidak asing lagi. 

Panduan ini berisi lima kelompok makanan secara proporsional, sehingga kamu bisa lebih mudah untuk memahami jenis makanan dan jumlah yang harus disertakan dalam setiap makanan, untuk memiliki pola makan yang sehat dan seimbang.

Kelompok makanan utamanya mencakup sayuran, biji-bijian (termasuk gandum), protein, buah dan susu. Dalam rencana diet MyPlate, sayuran menempati porsi terbesar di piring, yaitu sebesar 40 persen, diikuti oleh biji-bijian, yaitu 30 persen.

Kemudian ada buah-buahan sebesar 10 persen dan protein sebanyak 20 persen. Buah-buahan dan sayuran mengisi setengah piring sementara protein dan biji-bijian mengisi setengah lainnya. Selain makanan, kamu juga bisa menambahkan segelas susu atau secangkir yoghurt.

Baca juga: 10 Makanan Tinggi Serat yang Dianjurkan untuk Dikonsumsi

Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, kamu mungkin juga perlu minum vitamin supaya daya tahan tubuh lebih terjaga. Bila stok mulai menipis, cek kebutuhan vitamin di toko kesehatan Halodoc.

Kelompok Individu yang Pantang Mengonsumsi Gandum

Makanan yang mengandung gluten seperti gandum, gandum hitam, dan jelai memang penting untuk menjaga kesehatan. Kendati demikian, gandum mengandung gluten yang tentunya tidak boleh dikonsumsi oleh orang dengan kondisi tertentu seperti pengidap penyakit Celiac, inflammatory bowel syndrome (IBS), atau alergi gluten.

Mereka yang tidak boleh mengonsumsi gluten tentu harus menghindari gandum sama sekali. Sebagai gantinya, konsumsi salad bisa menjadi pilihan karena makanan ini tidak kalah sehat dan bergizi. Kamu bisa menambahkan sayuran hijau bersama ayam, alpukat, bacon, dan minyak zaitun. Untuk makan malam, pilih kentang goreng yang dipanggang di oven yang dilumuri minyak zaitun.

Baca juga: Mengenal Diet Rendah Serat dan Siapa Saja yang Diharuskan Menjalaninya

Kendati demikian, sebaiknya bicaralah dengan dokter terlebih dahulu terkait makanan yang paling tepat untuk kamu konsumsi. Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc kapanpun kamu butuhkan. Namun, sebaiknya jangan tunda untuk bertanya soal hal ini agar kondisi yang kamu idap tidak semakin memburuk. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Medicinet. Diakses pada 2021. Is Eating Wheat Bad for You?
Live Strong. Diakses pada 2021. The Negative Effects of Wheat in Your Diet.
WebMD. Diakses pada 2021. Health Benefits of Wheat.