13 August 2018

Ini Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Sehat

batasan makan udang dan kepiting

Halodoc, Jakarta – Udang dan kepiting adalah dua jenis makanan laut yang digemari banyak orang. Rasanya yang gurih dan tekstur dagingnya yang lembut membuat orang jadi tidak bisa berhenti menyantapnya. Namun, jangan lupa, udang dan kepiting juga digadang-gadang sebagai hidangan laut yang berkolesterol tinggi. Jadi, kamu disarankan untuk tidak mengonsumsi kedua jenis makanan laut ini secara berlebihan. Berikut batasan makan udang dan kepiting yang aman.

Sebenarnya asupan kolesterol tidak sepenuhnya jahat. Bila dipenuhi dalam jumlah yang tepat, kolesterol justru bermanfaat bagi tubuh, antara lain sebagai pelindung sel, untuk membantu memproduksi vitamin D, sebagai bahan dasar pembentukan hormon, serta berkontribusi terhadap pembentukan asam empedu yang membantu mencerna lemak. Namun, kolesterol juga bisa berubah menjadi asupan yang jahat bila berada dalam kadar yang terlalu tinggi. Kadar kolesterol yang berlebihan bisa memicu terjadinya berbagai macam masalah kesehatan, mulai dari angina (nyeri dada), serangan jantung, sampai struk.

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

Karena itu, American Heart Association menyarankan untuk membatasi makanan berkolesterol per harinya, yaitu tidak lebih dari 300 mg per hari.

Jumlah Kandungan Kolesterol dalam Udang dan Kepiting

Udang

Udang memiliki 85 persen kandungan kolesterol yang lebih tinggi dibanding jenis seafood lainnya seperti ikan. Dalam 100 gram udang mentah saja, terdapat 166 mg kolesterol. Jumlah tersebut sudah lebih dari separuh kebutuhan kolesterol harian kamu.  Bayangkan bila kamu mengonsumsi udang goreng, tentu kandungan kolesterolnya lebih tinggi lagi. Belum lagi kamu juga akan mendapatkan tambahan kolesterol dari makanan lainnya yang kamu konsumsi hari itu. Itulah mengapa kamu disarankan untuk tidak mengonsumsi udang terlalu banyak.

Meskipun termasuk makanan tinggi kolesterol, bukan berarti kamu tidak boleh makan udang. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, nutrisi yang terkandung dalam udang juga baik untuk kesehatan. Dilansir dari Medical News Today, udang bermanfaat untuk meningkatkan kolesterol baik atau kolesterol HDL yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Baca juga: Inilah Nutrisi dan Manfaat yang Terkandung dalam Udang

Kepiting

Nah, dibanding udang, kepiting memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah. Dalam 100 gram kepiting, terdapat 55-59 mg kolesterol. Namun, pada kepiting berjenis blue crab, kandungan kolesterolnya sebanyak 97 mg. Punya daging yang teksturnya mirip seperti udang, kepiting bisa dibilang lebih aman untuk dikonsumsi tanpa perlu khawatir kolesterol naik. Selain itu, kepiting juga punya kandungan protein yang tinggi namun rendah lemak dan kalori.

Namun, kepiting juga mengandung kadar natrium yang tinggi, sehingga orang yang mengidap hipertensi disarankan untuk membatasi makan kepiting agar tidak berlebihan.

Baca juga: 7 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Hipertensi

Batasan Makan Udang dan Kepiting yang Aman

Kementerian pertanian Amerika Serikat, yaitu USDA menganjurkan untuk mengonsumsi makanan laut seperti kerang, kepiting, atau udang sekitar 8 ons atau 226 gram dalam seminggu. Untuk udang, ada baiknya kamu membatasi asupan sekitar 85 gram dalam sehari. Kamu juga sebaiknya tidak terlalu sering mengonsumsi udang. Dalam seminggu, sebaiknya batasi sekitar 2-3 kali saja. Sama seperti udang, batasi mengonsumsi kepiting 3-4 kali saja dalam seminggu. Satu porsi kepiting seberat 85 gram dapat menyumbang sekitar 97 mg kolesterol dalam sehari.

Kalau kamu suka mengonsumsi makanan laut, usahakan untuk mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya akan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan agar tubuh tetap sehat dan tidak mudah terkena penyakit. Kamu juga disarankan untuk berolahraga secara teratur, mengurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi obat penurun kolesterol secara rutin bila kamu mengidap hipertensi.

Sekarang, kamu juga bisa memeriksa kadar kolesterol lewat aplikasi Halodoc, lho. Caranya sangat praktis, kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemuimu pada waktu yang sudah ditentukan. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.