• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bedanya Kandung Kemih Overaktif dan Inkontinensia Urine

Ini Bedanya Kandung Kemih Overaktif dan Inkontinensia Urine

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Bedanya Kandung Kemih Overaktif dan Inkontinensia Urine

Halodoc, Jakarta - Meski sering dianggap sepele, bisa buang air kecil dengan normal itu adalah sebuah kenikmatan. Sebab, pengidap kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine tidak bisa merasakannya. Keduanya adalah kondisi medis yang sama-sama membuat kegiatan buang air kecil terganggu, bahkan terasa tidak nyaman lagi. 

Namun, apa sih perbedaan kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine? Pasalnya, keduanya memiliki gejala yang cukup mirip, yaitu meningkatnya frekuensi buang air kecil yang tidak terkendali. Nah, untuk tahu apa perbedaan kedua gangguan berkemih tersebut, simak pembahasan kali ini sampai akhir, ya!

Baca Juga : Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil

Perbedaan Kandung Kemih Overaktif dan Inkontinensia Urine

Kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine adalah dua kondisi medis yang terjadi ketika fungsi dan kinerja kandung kemih mengalami gangguan. Meski mirip, keduanya punya beberapa poin perbedaan yang penting untuk diketahui. Berikut beberapa poin perbedaan penting antara kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine:

1.Gejala

Seperti namanya, kandung kemih overaktif memiliki gejala yang ditandai dengan terlalu berlebihannya kandung kemih mengeluarkan urine. Gejala khasnya adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil dari biasanya, dan bahkan sering membuat pengidapnya terbangun di malam hari (nokturia) untuk berkemih. Terkadang, dorongan buang air kecil itu sulit ditahan, tetapi tidak separah inkontinensia urine yang membuat pengidapnya sering mengompol.

Sementara itu, gejala inkontinensia urine memiliki variasi, tergantung tingkat keparahannya. Jika masih ringan, gejala inkontinensia urine dapat berupa keluarnya urine dengan sendirinya ketika batuk, bersin, tertawa, atau mengangkat benda berat. 

Pada tingkat keparahan sedang, inkontinensia urine ditandai dengan rasa buang air kecil yang sangat besar, sehingga tidak bisa lagi ditahan dan urine keluar dengan sendirinya. Lalu, pada kasus yang berat, keluarnya urine bisa lebih sering dari biasanya. Selain itu, setiap satu jam sekali pengidapnya bisa saja mengompol tanpa bisa dikontrol. 

Baca Juga: Urine Berwarna, Hati-hati 4 Penyakit Ini

2.Penyebab

Kandung kemih overaktif terjadi akibat menurunnya fungsi kandung kemih sebagai tempat menyimpan urine. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh gangguan sistem saraf di kandung kemih, yang mengirim pesan yang salah ke otak. Akhirnya, otak mengirim sinyal ke tubuh untuk buang air kecil tiba-tiba, padahal sebenarnya kandung kemih belum penuh.

Sementara itu, inkontinensia urine umumnya terjadi akibat kombinasi melemahnya otot kandung kemih yang berfungsi untuk mengendalikan aliran urine dan tekanan pada perut. Itulah sebabnya kondisi ini sering terjadi ketika hamil, melahirkan, batuk, atau masalah pada kelenjar prostat. Selain itu, inkontinensia urine juga bisa dipicu oleh faktor penuaan dan kondisi kandung kemih yang selalu penuh. 

3.Pengobatan

Kandung kemih overaktif biasanya diobati dengan pemberian obat-obatan yang diresepkan dokter dan rutin melakukan senam kegel, untuk memperkuat otot-otot di sekitar kandung kemih dan uretra. Selain itu, pengidap kandung kemih overaktif juga biasanya disarankan untuk mengatur waktu minum.

Baca Juga: 4 Penyakit yang Bisa Dideteksi Melalui Cek Urine

Pada beberapa kondisi, suntik botox dan stimulasi saraf juga bisa dilakukan sebagai upaya pengobatan lanjutan kandung kemih overaktif. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kerja kandung kemih agar tidak terlalu aktif. Jika kondisi sudah terlalu parah, dokter mungkin saja merekomendasikan tindakan operasi. 

Sementara itu, pengobatan untuk inkontinensia urine biasanya ditentukan dari apa penyebab dan seberapa parah kondisi yang dialami. Sama seperti pada kandung kemih overaktif, inkontinensia urine ringan bisa diatasi dengan rutin melakukan senam kegel dan minum obat-obatan yang diresepkan dokter. Namun, pada kasus yang parah, dokter mungkin akan melakukan prosedur untuk memasukkan alat khusus ke dalam saluran kencing dan operasi.

Itulah beberapa poin perbedaan antara kandung kemih overaktif dan inkontinensia urine. Jika kamu mengalami gejala seperti kedua kondisi tersebut, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Overactive Bladder vs. Urinary Incontinence and UTI: What’s the Difference? 
Medical News Today. Diakses pada 2020. Urinary Incontinence: What You Need to Know.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Overactive Bladder.