• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Bedanya Kepribadian Ganda dan Kepribadian Plegmatis

Ini Bedanya Kepribadian Ganda dan Kepribadian Plegmatis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Bedanya Kepribadian Ganda dan Kepribadian Plegmatis

Halodoc, Jakarta - Sudah tak asing dengan kepribadian ganda? Kondisi ini merupakan ketika seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda.

Gangguan ini juga disebut gangguan identitas disosiatif (Dissociative Identity Disorder/DID). Lantas, apa saja perbedaan dari kepribadian ganda dengan kepribadian plegmatis? 

Baca juga: Kepribadian Ganda dan Bipolar, Apa Perbedaannya?

Kepribadian Plegmatis Bukan Gangguan Psikis 

Menurut American Psychiatric Association (APA), kepribadian ganda merupakan gangguan salah satu jenis dari gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif ini melibatkan masalah dengan ingatan, identitas, emosi, persepsi, perilaku dan rasa diri. Gejala disosiatif berpotensi mengganggu setiap area fungsi mental.

Nah, menurut APA gejala kepribadian ganda (kriteria diagnosis) meliputi:

  • Adanya dua atau lebih identitas yang berbeda (atau "keadaan kepribadian"). Identitas yang berbeda disertai perubahan perilaku, ingatan dan pemikiran. Tanda dan gejala dapat diamati oleh orang lain atau dilaporkan oleh individu tersebut.
  • Kesenjangan yang sedang berlangsung dalam memori tentang peristiwa sehari-hari, informasi pribadi, dan atau peristiwa traumatis masa lalu.
  • Gejala tersebut menyebabkan tekanan atau masalah yang signifikan dalam bidang sosial, pekerjaan, atau fungsi lainnya.

Nah, bagi dirimu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala-gejala di atas, bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Kembali ke pertanyaan di atas, apa bedanya kepribadian ganda dengan kepribadian plegmatis? 

Seperti penjelasan di atas, kepribadian ganda merupakan gangguan mental atau psikis yang membuat pengidapnya memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Gangguan kepribadian ganda akan menimbulkan tekanan pada hidup pengidapnya. 

Baca juga: Kepribadian Ganda, Satu Tubuh tapi Punya Ingatan Berbeda

Nah, sedangkan kepribadian plegmatis merupakan salah satu jenis dari karakter atau kepribadian manusia. Dengan kata lain, kepribadian plegmatis bukanlah sebuah gangguan mental atau psikis. Lantas, seperti apa sih kepribadian plegmatis itu?

Seseorang yang memiliki kepribadian plegmatis biasanya tipe orang yang cinta damai. Tipe kepribadian plegmatis mencari keharmonisan antara-pribadi dan hubungan dekat. Hal inilah yang membuat orang dengan kepribadian plegmatis menjadi pasangan yang setia dan orangtua yang penuh kasih.

Orang dengan kepribadian ini cenderung menghindari konflik, dan berusaha menengahi orang lain untuk memulihkan perdamaian. Tak hanya itu, mereka juga suka menjaga hubungan dengan anggota keluarga yang jauh, teman-teman lama, dan tetangga. 

Kenali Penyebab Gangguan Kepribadian Ganda

Mau tahu apa pemicu utama dari timbulnya kepribadian ganda? Menurut APA orang yang mengalami pelecehan fisik dan seksual di masa 

kanak-kanak berisiko tinggi mengalami gangguan kepribadian ganda.

Menurut para ahli, sebagian besar orang yang mengalami gangguan disosiatif pernah mengalami trauma berulang dan luar biasa di masa kanak-kanak. 

Di antara orang-orang dengan gangguan kepribadian ganda di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa, sekitar 90 persen telah menjadi korban pelecehan dan penelantaran pada masa kanak-kanak. 

Tak cuma itu saja, upaya bunuh diri dan perilaku merugikan diri sendiri juga umum terjadi di antara orang-orang dengan kepribadian ganda. Menurut data dari APA lebih dari 70 persen pasien rawat jalan dengan gangguan kepribadian telah mencoba bunuh diri.

Selain trauma masa kecil seperti pelecehan fisik dan seksual, gangguan ini juga bisa dipicu trauma akibat beberapa kondisi, seperti: 

  • Peperangan.
  • Bencana alam.
  • Penganiayaan atau penyiksaan.
  • Pola asuh orangtua yang membuat anak takut.

Gangguan identitas disosiatif dikaitkan dengan pengalaman yang luar biasa, peristiwa traumatis dan/atau pelecehan yang terjadi di masa kanak-kanak. Gangguan identitas disosiatif sebelumnya disebut gangguan kepribadian ganda.

Baca juga: 5 Kasus Kepribadian Ganda Paling Terkenal di Dunia

Ingat, gangguan kepribadian ganda yang tak ditangani bisa menimbulkan komplikasi serius. Mulai dari depresi, kecanduan alkohol, PTSD, hingga keinginan untuk bunuh diri. 

Oleh sebab itu, bila terdapat anggota keluarga yang mengalami gangguan ini, segeralah periksakan dirinya ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
American Psychiatric Association. Diakses pada 2021. What Are Dissociative Disorders?
IPFS. Diakses pada 2021. Four temperaments