• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit Kalori
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit Kalori

Ini Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit Kalori

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 September 2022

“Diet defisit kalori saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan, terutama jika tidak dibarengi dengan aktivitas fisik dan pola makan sehat. Selain itu, kamu juga tidak boleh terlalu banyak memangkas kalori, sebab tubuh perlu kalori untuk menjalankan fungsinya.”

Ini Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit KaloriIni Berbagai Mitos dan Fakta Seputar Diet Defisit Kalori

Halodoc, Jakarta –  Diet defisit kalori adalah pola diet di mana pengaturan pola makan yang diterapkan adalah membatasi jumlah kalori yang masuk. Jika kamu mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, itu berarti kamu tidak mengalami defisit kalori dan penurunan berat badan tidak akan berhasil.

Cara menerapkan diet defisit kalori yaitu dengan mengubah banyak kalori yang masuk dan berolahraga. Kombinasi keduanya akan sangat bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Simak selengkapnya mitos dan fakta seputar diet defisit kalori di sini!

Diet Defisit Kalori untuk Menurunkan Berat Badan

Defisit kalori terjadi ketika jumlah kalori yang dikonsumsi seseorang dalam sehari lebih kecil dari jumlah kalori yang dibakarnya. Tubuh perlu membakar sejumlah kalori untuk bisa melakukan semua fungsinya.

Banyaknya kalori yang dibutuhkan seseorang setiap hari bervariasi berdasarkan:

  • Jenis kelamin.
  • Usia.
  • Tingkat aktivitas fisik.
  • Tinggi.
  • Berat badan.
  • Komposisi tubuh.

Walaupun begitu, defisit kalori saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan bila tidak dibarengi dengan aktivitas fisik. Berolahraga selama 30 menit setiap hari akan membantu menurunkan berat badan. 

Orang yang tidak banyak bergerak dan bergerak sangat sedikit sepanjang hari harus mencoba meningkatkan tingkat aktivitas fisik hariannya. 

Kemudian yang tak kalah pentingnya adalah mengganti jenis makanan berkalori tinggi dengan makanan berkalori rendah, meningkatkan asupan air, dan makan lebih banyak serat agar merasa kenyang.

Kombinasikan Juga dengan Gaya Hidup Sehat Lain

Memotong terlalu banyak kalori dan tidak mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan akan membuat kamu mengalami beberapa masalah kesehatan. Pasalnya, tubuh membutuhkan jumlah kalori minimum untuk berfungsi dengan baik.

Memotong terlalu banyak dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, termasuk:

  • Tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga dapat mengganggu pertumbuhan, salah satunya massa tulang. 
  • Membuat otak kehilangan energi yang diperlukan.
  • Metabolisme menurun.
  • Meningkatkan risiko mengembangkan batu empedu.

Beberapa gejala sebagai akibat dari kurangnya mengonsumsi kalori antara lain:

  • Sering sakit.
  • Tidak bisa menurunkan berat badan.
  • Perubahan mood yang negatif. 
  • Sulit tidur. 
  • Mengalami sembelit.

Kalau kamu berencana untuk menerapkan diet defisit kalori, ada baiknya kamu melakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Kamu bisa buat janji pemeriksaan ke rumah sakit untuk berkonsultasi langsung dengan dokter. 

Pada dasarnya setiap orang punya pendekatan berbeda untuk menerapkan dietnya supaya berhasil. Salah satunya adalah mengubah pola pikir tentang makanan dan olahraga. Berbicara dengan ahli gizi dapat membantu kamu menemukan motivasi dan mendapatkan saran medis terkait pola hidup sehat dan diet.

Itulah informasi mengenai mitos dan fakta seputar diet defisit kalori yang tidak hanya sekadar mengurangi asupan kalori melainkan juga penerapan gaya hidup lainnya. Yuk, download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan informasi seputar isu kesehatan lainnya!

Referensi:
Protein World. Diakses pada 2022. Calorie Deficit – What Is It And How Do You Calculate It?
Medical News Today. Diakses pada 2022. How to safely and effectively create a calorie deficit for weight loss.
WebMD. Diakses pada 2022. Caloric Deficit: What to Know.