• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Berbagai Penyebab Pembengkakan Jantung dan Gejalanya

Ini Berbagai Penyebab Pembengkakan Jantung dan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Berbagai Penyebab Pembengkakan Jantung dan Gejalanya

“Penyebab pembesaran jantung cukup banyak, dan umumnya adalah kondisi yang memengaruhi fungsi jantung itu sendiri. Misalnya adalah beberapa hal yang memperberat kerja jantung, sehingga ototnya pun membesar. Gejala dari kondisi ini meliputi sesak napas, gangguan irama jantung, dan pembengkakan di dada.”

Halodoc, Jakarta – Pembesaran atau pembengkakan jantung (kardiomegali) bukanlah penyakit, melainkan tanda dari kondisi lain. Istilah “kardiomegali” mengacu pada pembesaran jantung yang terlihat pada tes pencitraan apa pun, termasuk rontgen dada. Tes lain kemudian diperlukan untuk mendiagnosis kondisi yang menyebabkan jantung membesar.

Pembesaran jantung bisa tidak menimbulkan gejala. Namun orang lain mungkin memiliki tanda dan gejala seperti sesak napas, irama jantung yang tidak normal (aritmia), dan pembengkakan di dada. Tergantung pada kondisinya, jantung yang membesar ini mungkin bersifat sementara atau permanen.

Baca juga: Mengenal Anatomi Jantung dan Fungsinya

Ini Penyebab Pembengkakan Jantung

Pembesaran jantung dapat disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan jantung memompa lebih keras dari biasanya atau yang merusak otot jantung. Terkadang jantung menjadi lebih besar dan menjadi lemah karena alasan yang tidak diketahui. 

Kondisi jantung yang dialami sejak lahir (bawaan), kerusakan akibat serangan jantung, atau detak jantung yang tidak normal (aritmia) dapat menyebabkan pembengkakan jantung. Kondisi lain yang terkait dengan pembengkakan jantung meliputi:

  1. Tekanan Darah Tinggi

Jantung mungkin harus memompa lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh, memperbesar dan menebalkan otot. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar, menyebabkan otot jantung akhirnya melemah. Tekanan darah tinggi juga dapat memperbesar ruang atas jantung.

Tekanan darah tinggi memang tidak menyebabkan gejala yang berarti, tetapi ia bisa menjadi silent killer. Oleh karena itu, kamu perlu rutin konsumsi obat penurun tekanan darah tinggi agar tidak membebani kerja jantung.

Segera beli obat penurun tekanan darah tinggi di Halodoc. Beli obat di Halodoc juga lebih praktis karena kamu tak perlu keluar rumah dan pesanan kamu pun segera tiba kurang dari satu jam.

2. Penyakit Katup Jantung

Empat katup di jantung akan menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Jika katup rusak oleh kondisi seperti demam rematik, cacat jantung, infeksi (endokarditis menular), detak jantung tidak teratur (fibrilasi atrium), gangguan jaringan ikat, obat-obatan tertentu atau perawatan radiasi untuk kanker, jantung mungkin membesar.

3. Kardiomiopati

Penyakit jantung ini mempersulit jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Seiring perkembangannya, jantung mungkin membesar untuk mencoba memompa lebih banyak darah.

Baca juga: 6 Tips Menjaga agar Detak Jantung Selalu Normal

4. Hipertensi Pulmonal

Ini adalah kondisi terjadinya tekanan darah tinggi di arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru. Jantung mungkin perlu memompa lebih keras untuk memindahkan darah antara paru-paru dan jantung. Akibatnya, sisi kanan jantung bisa membesar.

5. Cairan di Sekitar Jantung 

Akumulasi cairan dalam kantung yang berisi jantung dapat menyebabkan jantung tampak membesar pada rontgen dada.

6. Penyakit Arteri Koroner

Dengan kondisi ini, plak lemak di arteri jantung menghalangi aliran darah melalui pembuluh jantung, yang dapat menyebabkan serangan jantung. Ketika bagian dari otot jantung mati, jantung harus memompa lebih keras untuk mendapatkan darah yang cukup ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan pembengkakan jantung. 

7. Anemia

Anemia adalah suatu kondisi di mana tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Anemia kronis yang tidak diobati dapat menyebabkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur. Jantung pun harus memompa lebih banyak darah untuk menebus kekurangan oksigen dalam darah.

8. Gangguan Tiroid

Baik kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) dan kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) dapat menyebabkan masalah jantung, termasuk pembesaran jantung.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Jantung Selama PPKM

9. Hemokromatosis

Ini adalah kondisi saat kadar zat besi berlebihan dalam tubuh. Hemochromatosis adalah kelainan di mana tubuh tidak memetabolisme zat besi dengan baik, menyebabkannya menumpuk di berbagai organ, termasuk jantung. Hal ini dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar karena melemahnya otot jantung.

10. Amiloidosis

Ini adalah kondisi langka yang memengaruhi jantung. Amiloidosis adalah suatu kondisi di mana protein abnormal beredar dalam darah dan dapat disimpan di jantung, mengganggu fungsi jantung dan menyebabkan pembengkakan jantung. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Enlarged Heart (Cardiomegaly).
Healthline. Diakses pada 2021.  Enlarged Heart.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Enlarged Heart.