• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Diet OCD yang Benar dan Efektif untuk Pemula

Ini Cara Diet OCD yang Benar dan Efektif untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Cara Diet OCD yang Benar dan Efektif untuk Pemula

Halodoc, Jakarta - Di antara banyaknya pilihan metode, diet OCD atau intermittent fasting adalah salah satu yang masih menjadi primadona hingga kini. Meski menuai kontroversi dari berbagai pihak, diet yang mirip seperti metode puasa ini sebenarnya aman dan efektif dilakukan, asal dilakukan dengan benar. 

Jika dilakukan dengan benar, diet OCD dapat membantu untuk menurunkan berat badan. Lantas, seperti apa cara diet OCD yang benar? Adakah tahapan-tahapan yang harus dilalui seorang pemula yang ingin mencoba metode diet ini? Simak ulasan berikut hingga tuntas. 

Baca juga: Begini Cara Diet Mediterania Bisa Turunkan Berat Badan

Begini Cara Diet OCD yang Benar

Seperti dikatakan tadi, diet OCD sebenarnya mirip seperti metode puasa. Hanya saja dengan sistem jendela makan, yaitu lamanya waktu yang diperbolehkan untuk makan. Jendela makan dalam diet OCD perlu dilakukan secara bertahap, agar tubuh bisa beradaptasi. 

Kamu bisa memulainya dengan jendela makan 8 jam, 6 jam, hingga 4 jam. Lebih jelasnya, berikut dijabarkan satu persatu jenis jendela makan dalam diet OCD yang bisa dipilih:

1.Jendela Makan 8 Jam (16:8)

Jika masih pemula, sebaiknya mulailah diet OCD dengan jendela makan yang satu ini. Seperti namanya, jendela makan 8 jam membolehkan kamu makan 8 jam dalam sehari, lalu dilanjutkan dengan puasa selama 6 jam, dalam hitungan waktu 24 jam. Jadi, selama 8 jam itu, kamu bebas mengonsumsi makanan dan minuman apa saja, selama tidak berlebihan. 

Lalu, setelah waktu 8 jam habis, kamu tidak boleh lagi mengonsumsi makanan dan minuman apa pun, kecuali air putih. Saat mengatur jadwal puasa dan jendela makan, sebaiknya kamu melakukannya secara teratur, setidaknya selama kurun waktu 2 minggu.

Misalnya, jika kamu memulai diet OCD pada jam 7 pagi, kamu dapat mengonsumsi makanan dan minuman apa pun dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Lalu, setelah jam 3 sore, kamu harus berpuasa hanya dengan minum air putih sampai esok hari jam 7 pagi.

Baca juga: Rahasia Bentuk Tubuh Ideal dengan Diet Golongan Darah

2.Jendela Makan 6 Jam (18:6)

Setelah dua minggu menjalani jendela makan 8 jam, kamu perlu melanjutkan ke tahap kedua, yaitu jendela makan 6 jam. Di tahap kedua ini, ada sedikit perbedaan dan penambahan waktu diet. Kamu boleh mengonsumsi makanan apa saja selama 6 jam. Lalu, kamu diwajibkan berpuasa selama 18 jam.

Misalnya, jika kamu membuka jendela makan pada jam 10 pagi. Pada 6 jam berikutnya, yaitu pukul 4 sore, kamu harus sudah mulai puasa. Sama seperti tahap sebelumnya, kamu tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman apa pun kecuali air putih hingga pukul 10 pagi keesokan harinya. Jendela makan 6 jam ini juga sebaiknya dilakukan selama 2 minggu.  

3.Jendela Makan 4 Jam (20:4)

Setelah tubuh telah dirasa mampu menyesuaikan diri, atau setelah dua minggu menjalani tahap kedua, masuklah ke jendela makan tahap selanjutnya. Tahap ini bisa dimulai dengan jendela makan yang sangat sedikit, yaitu hanya 4 jam saja dalam satu hari.

Pola makan dan puasa yang dilakukan tidak jauh berbeda dari tahap satu dan dua. Bedanya hanya pada waktu puasa dan jendela makan. Pada tahap yang cukup berat ini, jika kamu merasa kesulitan atau justru tidak efektif dalam menurunkan berat badan, kamu boleh kembali dan bertahan di tahap kedua.

Baca juga: Buah Segar atau Kering, Mana yang Lebih Tinggi Gula?

4.Jendela Makan 24 Jam

Ini adalah tahapan tersulit dari keempat tahap diet OCD yang dijelaskan tadi. Di tahapan ini, harus puasa selama 24 jam. Namun, bukan berarti tidak boleh makan sama sekali, lho. Kamu tetap diperbolehkan makan, tapi hanya sekali dalam satu hari.

Misalnya, jika kamu memulai diet OCD tahap ini pada jam 6 sore, kamu hanya makan saat jam 6 sore saja. Setelah itu, kamu hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih sampai waktu jendela makan keesokan harinya, di jam yang sama, yaitu jam 6 sore. 

Jika menjalani tahapan ini, sebaiknya kamu mengombinasikannya dengan tahapan diet yang sebelumnya. Sebaiknya jendela makan yang satu ini hanya dilakukan selama dua minggu saja, agar tubuh tidak mengalami kekurangan nutrisi ataupun menimbulkan masalah kesehatan lain.

Itulah cara melakukan diet OCD yang benar dan efektif untuk pemula. Agar lebih jelas, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter gizi seputar diet OCD, kapan dan di mana saja. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Dr. Axe. Diakses pada 2020. The Secret to Intermittent Fasting for Women.
Body Building. Diakses pada 2020. To Eat or Not To Eat Your Fast Guide.
Live Science. Diakses pada 2020. Does Intermittent Fasting Have Benefits? Science Suggests Yes.
Healthline. Diakses pada 2020. Intermittent Fasting 101 — The Ultimate Beginner’s Guide.