• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Mendeteksi dan Mengetahui Stadium Kanker Rektum
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Cara Mendeteksi dan Mengetahui Stadium Kanker Rektum

Ini Cara Mendeteksi dan Mengetahui Stadium Kanker Rektum

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Februari 2022

“Diagnosis terhadap kanker rektum biasanya dilakukan melalui pemeriksaan biopsi. Pemeriksaan juga dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang tertentu seperti MRI. Apabila kanker terdeteksi, maka ukuran tumor dan penyebaran kanker akan dijadikan acuan untuk mengetahui stadium kanker.”

Ini Cara Mendeteksi dan Mengetahui Stadium Kanker Rektum

Halodoc, Jakarta – Layaknya jenis kanker lainnya, sebenarnya peluang kesembuhan kanker rektum akan lebih tinggi bila cepat terdeteksi dan diobati. Sayangnya, gejala kanker rektum sering kali tidak disadari sedari awal. Hal ini membuat sebagian besar pengidap kanker rektum baru mengetahuinya penyakitnya, ketika sudah memasuki stadium akhir. 

Maka dari itu, penting untuk mengetahui bagaimana cara mendeteksi dan mengetahui stadium kanker rektum. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak infonya di sini!

Cara Mendeteksi Kanker Rektum

Dalam kebanyakan kasus, kanker dubur tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, beberapa orang mungkin memperhatikan tanda-tanda peringatan tertentu. Misalnya seperti perubahan kebiasaan buang air besar, seperti diare atau sembelit yang berkepanjangan, adanya darah pada feses, rasa lelah berlebihan, hingga penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya. 

Jika kamu mengalami salah satu atau sejumlah gejala tersebut, sebaiknya segeralah memeriksakan diri ke dokter. Nantinya, dokter akan melakukan biopsi, sebagai langkah diagnosis kanker rektum, yaitu pengambilan sampel kecil jaringan untuk diuji di laboratorium. Jika muncul keraguan, dokter juga mungkin akan menyarankan tes lain untuk menunjang diagnosis, seperti: 

1. Kolonoskopi

Tujuan dari pemeriksaan kolonoskopi adalah memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam seluruh rektum dan kolon. Jika kanker terdeteksi, maka dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan usus besar untuk mendeteksi area lainnya untuk mendeteksi apakah kanker telah menyebar atau belum.

2. CT Scan

Salah satu diagnosis yang juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker rektum adalah menggunakan computed tomography (CT) scan.  Tes pencitraan ini dilakukan dengan cara mengambil gambar bagian dalam tubuh menggunakan sinar X melalui beberapa sudut.

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI merupakan pemeriksaan organ tubuh yang dilakukan dengan menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio. Pemeriksaan MRI berfungsi untuk menghasilkan gambar tubuh yang detail. Nah, pada pemeriksaaan kanker rektum, MRI dapat digunakan untuk mengukur ukuran tumor.

Tingkatan Stadium Kanker Rektum yang Perlu Diketahui

Apabila kanker terdeteksi, maka ukuran tumor atau penyebaran kanker akan dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat keparahan atau stadium pengidapnya. Nah, kanker rektum dikategorikan menjadi lima tahap atau stadium yang berbeda. Nah, berikut adalah penjabaran mengenai stadium kanker rektum, yaitu:

  • Stadium 0: Sel kanker telah ditemukan di permukaan lapisan dubur.
  • Tahap 1: Tumor telah tumbuh di bawah lapisan dan mungkin ke dinding dubur.
  • Tahap 2: Tumor telah tumbuh ke dalam dinding rektum dan mungkin meluas ke jaringan di sekitar rektum.
  • Tahap 3: Tumor telah menyerang kelenjar getah bening di sebelah rektum dan beberapa jaringan di luar dinding dubur.
  • Tahap 4: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh.

Nah, itulah penjelasan mengenai bagaimana cara mendeteksi dan mengetahui tingkatan stadium kanker rektum. Diagnosis terhadap kanker rektum biasanya dilakukan melalui pemeriksaan biopsi dan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang tertentu seperti MRI. Apabila kanker terdeteksi, maka ukuran tumor atau penyebaran kanker akan dijadikan acuan untuk mengetahui tingkat keparahan atau stadium pengidapnya.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar kanker rektum, atau seringkali mengalami diare dan mencurigainya sebagai gejala dini kanker rektal, kamu bisa tanya dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Berikut adalah rekomendasi dokter yang siap menjawab semua pertanyaanmu:

1. dr. Arief Wibisono, Sp.B(K)Onk

Beliau merupakan seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Siloam Tb Simatupang. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia, European Society of Surgical Oncology, Indonesia Society of Endo-Laparoscopic Surgery bisa memberikan layanan medis terkait pembedahan penyakit kanker.

2. dr. Bajuadji, Sp.B (K) Onk

Beliau merupakan seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Mayapada Tangerang. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.

3. dr. Bayu Brahma, Sp.B(K)Onk

Beliau merupakan seorang Dokter Spesialis Bedah Konsultan Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Mayapada Jakarta Selatan, RSUD Kota Bogor, dan RS Kanker Dharmais. Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia bisa memberikan layanan Konsultasi, dan Tindakan Bedah terkait onkologi(kanker).

Segeralah menghubungi dokter agar kamu dapat mengurangi risiko gejala yang semakin memburuk. Yuk, download Halodoc sekarang!

Referensi: 

Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Rectal Cancer.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Rectal Cancer.
Halodoc. Diakses pada 2022. Diagnosis untuk Deteksi Kanker Rektum.