Ini Cara Pengobatan Perdarahan Uterus Abnormal

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Cara Pengobatan Perdarahan Uterus Abnormal

Halodoc, Jakarta - Perdarahan uterus abnormal adalah perdarahan berat dan lama yang terjadi di luar periode menstruasi bulanan. Pada kondisi normal, menstruasi berlangsung antara 5 hingga 8 hari, dengan siklus antara 21 hingga 35 hari. Namun, ketika terjadi perdarahan uterus abnormal, perdarahan terjadi di antara periode bulanan, atau terjadi perdarahan hebat dalam waktu yang relatif lama.

Hormon bermasalah adalah penyebab umum perdarahan uterus abnormal. Ketika sel telur berovulasi, hormon tertentu memberi tahu tubuh untuk mengakumulasi lalu melepas lapisan rahim atau disebut dengan endometrium. Penumpukan endometrium yang terlalu banyak menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur atau perdarahan berat.

Konsumsi pil KB, penurunan atau peningkatan berat badan, stres emosional dan fisik memicu terjadinya perdarahan abnormal uterus. Alasan lainnya terkait masalah fisik dengan rahim. Pasalnya, tidak sedikit wanita yang memiliki fibroid yang tumbuh di otot dinding rahim. Selain itu, polip bisa terbentuk di lapisan dinding rahim, dan kondisi yang disebut adenomiosis menyebabkan endometrium tumbuh ke dalam jaringan rahim. 

Baca juga: AKDR Bisa Picu Perdarahan Uterus Abnormal, Ini Alasannya

Mengenali Gejala Perdarahan Uterus Abnormal

Tanda utama terjadinya perdarahan uterus abnormal yang bisa dicermati adalah perdarahan hebat yang terjadi di antara siklus menstruasi, dan terjadi lebih sering. Ketika perdarahan terjadi pada siklus menstruasi, coba pastikan apakah terdapat gumpalan darah besar, karena jika ada, ini juga merupakan tanda dari perdarahan uterus abnormal. Lalu, gejala lain yang bisa diperhatikan adalah munculnya bercak darah, perut terasa begah, dan payudara terasa lebih sensitif dan lunak ketika disentuh. 

Lalu, Bagaimana Pengobatan Perdarahan Uterus Abnormal?

Tentu saja, bergantung pada penyebab terjadinya perdarahan. Jika penyakit kronis atau kelainan darah merupakan akar masalahnya, mungkin pengobatan tambahan diperlukan. Pengobatan didasarkan pada kondisi dan rencana untuk memiliki buah hati. Pasalnya, perawatan yang dilakukan berpengaruh terhadap kehamilan jika memang terjadi. Pemberian obat-obatan termasuk jenis berikut:

  • Hormon. Pil KB dan perawatan hormon lainnya mungkin dapat membantu membuat siklus haid kembali normal.

  • GnRH, membantu menghentikan tubuh dari pembentukan hormon tertentu dan menyusutkan fibroid untuk sementara waktu. Pemberiannya biasanya digabungkan dengan pengobatan lainnya. 

  • Obat antiinflamasi non-steroid yang dikonsumsi beberapa hari sebelum siklus menstruasi dimulai bisa membantu meringankan perdarahan. 

  • Asam traneksamat. Pil yang membantu pembekuan darah dan mengontrol perdarahan rahim yang berat.

Baca juga: Waspadai 5 Faktor Risiko Pemicu Perdarahan Uterus Abnormal

Pada beberapa kasus perdarahan uterus abnormal, dibutuhkan operasi untuk membantu menghentikan perdarahan, termasuk:

  • Ablasi endometrium, menggunakan panas, listrik atau laser untuk menghancurkan lapisan rahim. Namun, ini bisa membuat kamu berhenti menstruasi sama sekali. Kamu juga mungkin untuk tidak bisa memiliki keturunan setelah perawatan dilakukan, dan kehamilan yang terjadi bisa berbahaya. Bisa jadi, kamu harus menggunakan alat kontrasepsi hingga menopause. 

  • Miomektomi atau embolisasi arteri uterus. Jika kamu memiliki fibroid, dokter mengeluarkannya atau memotong pembuluh yang memasok darah. 

  • Histerektomi, atau proses ketika rahim diangkat. Pengobatan ini diperlukan jika fibroid pada rahim ukurannya terlalu besar atau memiliki kanker rahim. Perawatan ini menjadi pilihan terakhir jika perawatan lain tidak memberikan hasil yang maksimal. 

Baca juga: 4 Penyebab Perdarahan Uterus Abnormal yang Perlu Diketahui

Jika kamu mengalami gejala tersebut, jangan diabaikan karena memicu terjadinya komplikasi serius. Segera tanyakan pada dokter penanganan pertama yang bisa dilakukan. Supaya tanya jawab kamu lebih mudah dan tidak harus menunggu lama, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc. Download dulu aplikasi Halodoc ini di ponsel kamu.