• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Kekurangan atau Kelebihan Hormon Adrenalin
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Kekurangan atau Kelebihan Hormon Adrenalin

Ini Dampak Kekurangan atau Kelebihan Hormon Adrenalin

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 Agustus 2022

“Kelebihan hormon adrenalin bisa terjadi akibat stres yang berkepanjangan dan dampaknya bisa meningkatkan sejumlah risiko kesehatan. Sementara kekurangan hormon adrenalin tergolong sangat jarang terjadi, tetapi bisa membuat seseorang tidak bisa bereaksi dengan baik pada situasi stres.”

Ini Dampak Kekurangan atau Kelebihan Hormon AdrenalinIni Dampak Kekurangan atau Kelebihan Hormon Adrenalin

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar tentang hormon adrenalin? Hormon ini lebih dikenal sebagai hormon yang dilepaskan saat seseorang melakukan sesuatu yang menantang atau berbahaya.

Ya, nyatanya adrenalin adalah hormon yang membantu kamu untuk bereaksi sangat cepat bila kamu dihadapkan pada situasi yang menantang, penuh tekanan atau berbahaya. Hal itu disebut juga sebagai respons ‘fight or flight’. Ketika situasi sudah menjadi lebih tenang atau terkendali, kelenjar akan berhenti memproduksi adrenalin tapi kamu mungkin masih merasakan efeknya hingga 1 jam. 

Namun, bagaimana bila tubuh tidak memproduksi adrenalin dalam jumlah yang cukup? Atau sebaliknya, bagaimana jika hormon tersebut diproduksi terlalu banyak? Simak dampak kekurangan atau kelebihan hormon adrenalin di sini.

Kenalan Dengan Hormon Adrenalin dan Perannya

Adrenalin atau dikenal juga dengan epinefrin adalah hormon yang dibuat dan dilepaskan oleh kelenjar adrenal, yang merupakan kelenjar berbentuk topi yang berada di atas setiap ginjal. Hormon ini berperan untuk mempersiapkan tubuh untuk respons fight or flight pada saat menghadapi situasi yang penuh tekanan atau bahaya.

Adrenalin akan membuat sejumlah perubahan pada tubuh, antara lain jantung berdetak lebih cepat dan paru-paru bernapas lebih efisien. Hal itu menyebabkan pembuluh darah mengirim lebih banyak darah ke otak dan otot, meningkatkan tekanan darah kamu, membuat otak lebih waspada, dan meningkatkan kadar gula dalam darah untuk memberi kamu energi. Pupil juga akan membesar dan kamu akan berkeringat saat mengalaminya.

Ketika kamu memiliki banyak adrenalin dalam darah, kamu tidak merasakan terlalu banyak rasa sakit, sehingga kamu bisa terus berlari atau berjuang, bahkan bila kamu terluka. Hal itu membuat kamu lebih kuat dan memungkinkan kamu untuk menampilkan performa yang lebih baik.

Tubuh juga memproduksi zat kimia serupa yang disebut noradrenalin (atau norepinefrin). Itu dibuat di sistem saraf dan dilepaskan ke dalam darah terus menerus. Tidak seperti adrenalin, yang memengaruhi beberapa bagian tubuh, peran utama noradrenalin adalah mengontrol tekanan darah.

Dampak Kelebihan Hormon Adrenalin

Kelebihan hormon adrenalin umum terjadi. Hal itu bisa disebabkan oleh stres yang berkepanjangan yang membuat seseorang memiliki terlalu banyak adrenalin.

Selain itu, beberapa kondisi medis yang langka, seperti tumor pada kelenjar adrenal juga bisa membuat seseorang mengalami kelebihan hormon adrenalin.

Kondisi tersebut bisa membuat kamu mengalami sejumlah gejala atau masalah kesehatan, seperti:

  • Pusing.
  • Masalah penglihatan.
  • Detak jantung menjadi cepat.
  • Mudah tersinggung dan gelisah.
  • Insomnia.

Seiring waktu, kadar hormon adrenalin yang tinggi bisa meningkatkan risiko kamu untuk mengalami serangan jantung atau stroke dan menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah tinggi, kecemasan dan penurunan berat badan.

Dampak Kekurangan Hormon Adrenalin

Sementara kekurangan hormon adrenalin sangat jarang terjadi, bahkan bila kamu kehilangan kedua kelenjar adrenal sekalipun akibat penyakit atau operasi. Hal itu karena 90 persen noradrenalin tubuh berasal dari sistem saraf. Namun, bila kamu memiliki hormon adrenalin yang rendah, kamu mungkin tidak bisa bereaksi dengan baik terhadap situasi stres.

Mengingat kelebihan dan kekurangan hormon adrenalin bisa berdampak buruk, cobalah untuk mengontrol kadar hormon kamu tersebut. Bila kamu sedang stres, kamu bisa mengurangi kadar hormon adrenalin dalam tubuhmu dengan bernapas secara perlahan, meditasi atau melakukan yoga atau tai chi yang bermanfaat untuk pernapasan. Kadar hormon berlebih juga bisa diatasi dengan hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan membatasi konsumsi kafein dan alkohol.

Bila kamu mengalami gejala-gejala kelebihan hormon adrenalin seperti di atas, coba tanya dokter saja melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya dari Halodoc bisa memberimu saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Health Direct. Diakses pada 2022. Adrenaline.
You and Your Hormone. Diakses pada 2022. Adrenaline.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Epinephrine (Adrenaline).