• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Kesehatan Mental pada Korban Pelanggaran HAM
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Kesehatan Mental pada Korban Pelanggaran HAM

Ini Dampak Kesehatan Mental pada Korban Pelanggaran HAM

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Desember 2022

“Korban pelanggaran HAM berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. Beberapa di antaranya adalah depresi, stres, hingga halusinasi.”

Ini Dampak Kesehatan Mental pada Korban Pelanggaran HAMIni Dampak Kesehatan Mental pada Korban Pelanggaran HAM

Halodoc, Jakarta – Ada berbagai tindakan yang menjadi bagian dari tindakan pelanggaran HAM, seperti kekerasan seksual, perundungan, kekerasan fisik, hingga tindakan eksploitasi. Bukan hanya kerugian secara fisik, korban pelanggaran HAM juga rentan mengalami berbagai dampak negatif pada kesehatan mentalnya.

Hal ini membuat korban pelanggaran HAM memerlukan pemulihan, baik secara fisik dan mental. Selain penggantian sejumlah tingkat kerusakan yang terjadi, pemulihan juga mencakup perbaikan mental dan proses rehabilitasi agar kondisi kesehatan mental korban bisa kembali pulih. Dengan begitu, mereka bisa menjalankan hidup seperti sediakala. 

Pelanggaran HAM Picu Gangguan Kesehatan Mental

Tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia Internasional. Biasanya, momen tersebut akan menjadi peringatan bagi sebagian kelompok untuk meminta penguasa agar menegakkan hak asasi manusia dan mengusut tuntas pelanggarn HAM yang terjadi.

Selain dampak pada fisik, pelanggaran HAM juga dapat menyebabkan sejumlah dampak pada kesehatan mental. Bahkan, kesehatan mental menjadi bagian dari hak asasi manusia yang ditegaskan dalam berbagai instrumen hukum.

Gangguan kesehatan mental akibat pelanggaran memerlukan pemulihan yang bisa membuat kualitas hidup seseorang membaik. Jika tidak, kondisi ini dapat menyebabkan depresi berat hingga keinginan untuk bunuh diri.

Nah, sebaiknya ketahui berbagai dampak kesehatan mental pada pelanggaran HAM, seperti:

1. Depresi

Perundungan hingga kekerasan fisik dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi jika dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang panjang. Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat.

Selain perasaan sedih yang tidak kunjung membaik, gangguan ini juga ditandai dengan gejala lainnya. Seperti misalnya mudah tersinggung, gangguan tidur, kelelahan, gangguan cemas, lambat berpikir, hingga pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

2. Gangguan Cemas

Setiap orang pasti memiliki perasaan cemas. Namun, jika kondisi ini sering muncul tanpa penyebab yang pasti, bisa jadi kamu mengalami gangguan cemas. 

Kondisi ini bisa terjadi akibat pengalaman traumatis dan memicu stres yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, pelanggaran HAM yang terjadi pada seseorang juga berisiko menyebabkan gangguan cemas.

Gangguan cemas memerlukan pengobatan agar kondisi tidak semakin parah. Selain terapi perilaku kognitif, gangguan ini juga bisa diatasi menggunakan obat-obatan yang sesuai dengan anjuran dokter.

3. Halusinasi

Halusinasi adalah persepsi palsu dari pengalaman sensorik seseorang. Seseorang yang mengalami halusinasi, seperti mengalami kejadian yang terasa nyata.

Namun, kejadian tersebut tidak pernah ada. Reaksi kimia atau kelainan pada otak menyebabkan seseorang mengalami halusinasi.

4. Stres

Kondisi ini terjadi ketika terdapat perubahan dalam tubuh yang memicu respon fisik, emosional, hingga intelektual. Ada berbagai langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stres pada tubuh, seperti melakukan olahraga secara rutin, melakukan teknik relaksasi, istirahat yang cukup, hingga lakukan pengobatan secara medis jika diperlukan.

5. Inferiority Complex

Inferiority complex terjadi ketika seseorang memiliki perasaan tidak mampu atau rendah diri baik secara nyata maupun imajinasi. Selain memiliki percaya diri yang rendah, gangguan ini juga menyebabkan pengidapnya kecenderungan untuk menganalisis kritis dan pujian secara berlebihan.

Tak hanya itu, mereka juga akan kerap mencari validasi dari orang lain secara terus menerus. Seseorang yang mengidap inferiority complex juga kerap menolak semua kegiatan kompetitif karena rasa cemas dibandingkan dengan orang lain.

Itulah dampak kesehatan mental yang bisa terjadi pada korban pelanggaran HAM. Jika kamu mengalami berbagai hal yang tidak menyenangkan terkait dengan hak kamu, jangan ragu untuk ceritakan kondisi kamu pada kerabat maupun orang yang bisa membantu kamu dengan tepat.

Jangan ragu untuk memastikan kondisi kesehatan mental dengan psikolog maupun psikiater menggunakan Halodoc agar mendapatkan kualitas hidup yang baik. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2022. Anxiety Disorder.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hallucinations.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Stress.
Very Well Mind. Diakses pada 2022. What Is an Inferiority Complex?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Deprression.
Kumparan. Diakses pada 2022. Kesehatan Mental dan Hak Asasi Manusia.
Koleksi Pusat Dokumentasi Elsam. Diakses pada 2022. Pelanggaran HAM, Korban, dan Pemulihan.