• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Dampak Psikologis Anak yang Ditelantarkan

Ini Dampak Psikologis Anak yang Ditelantarkan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Dampak Psikologis Anak yang Ditelantarkan

Halodoc, Jakarta - Selain cedera fisik yang dialami dari kekerasan terhadap anak, menelantarkan anak juga bisa berdampak secara psikologis. Dampak psikologis ini bisa berlangsung seumur hidup, bahkan dampak antargenerasi. Menelantarkan anak bisa berakibat pada terhambatnya perkembangan fisik, otak anak, dan menyebabkan masalah psikologis. Di antaranya seperti rendah diri, yang bisa menyebabkan perilaku berisiko tinggi. 

Berbagai pengalaman hidup dan keadaan keluarga yang dialami anak (baik positif maupun negatif) bisa berdampak pada kerentanan atau ketahanan anak dalam menghadapi penelantaran. Ketahanan psikologis mengacu pada kemampuan anak untuk mengatasi bahkan berkembang meski melewati pengalaman negatif. 

Baca juga: Gangguan Psikologis Ini Bisa Terjadi pada Anak

Dampak Penelantaran pada Psikologis Anak

Penelantaran anak bisa menyebabkan berbagai macam dampak psikologi. Dampak psikologis seumur hidup bisa terwujud sebagai kesulitan dalam pendidikan, rendah diri, depresi, dan kesulitan membentuk dan memelihara hubungan. 

  • Kurangnya Keterampilan Kognitif

Perkembangan otak anak yang terganggu akibat ditelantarkan bisa menyebabkan gangguan pada fungsi eksekutif otak, seperti memori, pengendalian diri, dan fleksibilitas kognitif ( kemampuan melihat berbagai hal dan situasi dari berbeda perspektif). Anak-anak yang ditelantarkan juga berisiko mengalami kesulitan belajar.

  • Buruknya Kesehatan Mental dan Emosional

Penelantaran anak adalah faktor risiko anak mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan kejiwaan lainnya di masa dewasanya kelak. Orang dewasa dengan depresi berat yang pernah ditelantarkan saat masih anak-anak, memiliki respon yang buruk terhadap pengobatan antidepresan. Terutama jika peristiwa traumatis itu terjadi di usia 7 tahun atau lebih muda. 

  • Kesulitan Bersosialisasi

Anak dalam pengasuhan yang ditelantarkan bisa memiliki kesulitan bersosialisasi. Gangguan ini bisa berdampak negatif pada kemampuan anak untuk berteman secara positif, bersosial, dan memiliki komitmen dalam hubungan di kemudian hari. Selain itu, anak cenderung memiliki sifat antisosial saat mereka tumbuh dewasa, bahkan bisa menyebabkannya memiliki perilaku kriminal di masa dewasa. 

Baca juga: Cara Mengajarkan Kedisiplinan pada Balita

  • Stres Pasca Trauma

Anak yang ditelantarkan bisa memiliki gangguan stres pasca trauma (PTSD), yang ditandai dengan gejala seperti mengalami kembali peristiwa traumatis. Ia cenderung menghindari orang, tempat, dan acara yang berkaitan dengan momen traumatis yang pernah dialami. 

PTSD pada anak bisa menyebabkan depresi, perilaku bunuh diri, penggunaan narkoba, dan berperilaku menentang atau menantang hingga dewasa. Hal ini memengaruhi kemampuan anak di sekolah atau dalam sebuah hubungan. 

  • Masalah Perilaku

Penelantaran anak berkaitan dengan masalah perilaku di masa kanak-kanak dan remaja. Anak-anak yang pernah ditelantarkan, semakin besar potensi untuk memiliki masalah perilaku seiring bertambah usia. Terdapat kaitan antara penelantaran anak dengan perilaku internalisasi (menarik diri, sedih, terisolasi, dan depresi) dan perilaku eksternalisasi (menjadi agresif atau hiperaktif) sepanjang masa kanak-kanak. 

Baca juga: Jangan Langsung Emosi, Pahami Dulu 3 Fase Unik Perkembangan Anak

Penelantaran anak bisa menyebabkan berbagai konsekuensi buruk bagi anak-anak dan remaja. Dengan mengurangi kejadian penelantaran anak melalui pencegahan primer dan pemberian perawatan yang komprehensif, dan berdasarkan informasi trauma ketika peristiwa terjadi, setiap komunitas atau keluarga bisa membatasi dampak jangka panjangnya.

Diperlukan perawatan berdasarkan trauma, informasi, profesional atau psikolog yang mengakui riwayat trauma seorang anak dan bagaimana trauma bisa berdampak pada anak.

Jika menyaksikan kasus penelantaran anak di sekitar kamu, kamu bisa meminta pertolongan psikolog melalui aplikasi Halodoc untuk membantu. Interaksi dengan psikolog bisa dilakukan via Chat, Call, atau Video Call kapan pun dan di mana pun. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Childwelfare. Diakses pada 2021. Long-Term Consequences of Child Abuse and Neglect 
Australian Institute of Family Studies. Diakses pada 2021. Effects of child abuse and neglect for children and adolescents