Ini 8 Penyebab Payudara Sakit saat Ditekan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini 8 Penyebab Payudara Sakit saat Ditekan

Halodoc, Jakarta – Payudara berkembang karena peningkatan estrogen selama pubertas. Selama siklus menstruasi, berbagai hormon menyebabkan perubahan jaringan payudara yang dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada beberapa perempuan. Kadang-kadang nyeri payudara sering terjadi.

Nyeri payudara juga disebut mastalgia, merupakan kondisi umum di kalangan wanita. Rasa sakit biasanya dikategorikan sebagai siklus atau non-siklus. Nyeri siklus berarti nyeri itu terkait dengan siklus menstruasi. Nyeri yang dikaitkan dengan siklus menstruasi cenderung mereda selama atau setelah menstruasi.

Nyeri non-siklus dapat memiliki banyak penyebab, termasuk cedera pada payudara. Kadang-kadang rasa sakit non-siklus dapat berasal dari otot atau jaringan di sekitarnya daripada payudara itu sendiri.

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Payudara di Trimester Pertama

Mastalgia dapat bervariasi dalam intensitas dari rasa sakit yang tajam sampai kesemutan yang ringan. Beberapa perempuan mungkin mengalami nyeri payudara atau payudara mereka terasa lebih penuh dari biasanya. Untuk mengetahui lebih penyebab payudara sakit saat ditekan, berikut penjelasannya:

  1. Fluktuasi Hormon

Siklus menstruasi perempuan menyebabkan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini dapat menyebabkan payudara perempuan terasa bengkak, kental, dan kadang terasa nyeri.

Perempuan terkadang melaporkan bahwa rasa sakit ini bertambah buruk seiring bertambahnya usia, karena meningkatnya sensitivitas terhadap hormon. Terkadang, perempuan yang mengalami nyeri terkait menstruasi tidak akan merasakan nyeri setelah menopause.

Jika nyeri payudara disebabkan oleh fluktuasi hormon, kamu biasanya akan merasakan nyeri semakin memburuk dua hingga tiga hari sebelum menstruasi. Terkadang rasa sakit akan terus berlanjut sepanjang siklus menstruasi.

Untuk menentukan apakah nyeri payudara terkait dengan siklus menstruasi, catatlah menstruasi dan kapan kamu mengalami nyeri sepanjang bulan. Setelah satu atau dua siklus, sebuah pola dapat menjadi jelas.

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Menstruasi

Periode perkembangan yang memengaruhi siklus menstruasi perempuan dan berpotensi menyebabkan nyeri payudara, termasuk masa pubertas, kehamilan, dan menopause.

  1. Kista Payudara

Seiring bertambahnya usia seorang perempuan, payudaranya mengalami perubahan yang dikenal sebagai involusi. Inilah saatnya jaringan payudara digantikan oleh lemak. Efek sampingnya adalah timbulnya kista dan jaringan yang lebih berserat. Ini dikenal sebagai perubahan fibrokistik atau jaringan payudara fibrokistik.

Payudara fibrokistik bisa terasa kental dan dapat meningkatkan nyeri. Ini biasanya terjadi di bagian atas dan luar payudara. Benjolan juga dapat membesar dalam ukuran sekitar waktu siklus menstruasi.

  1. Diet

Makanan yang dimakan dapat berkontribusi terhadap nyeri payudara. Perempuan yang kerap mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti tinggi lemak dan karbohidrat olahan, juga berisiko lebih tinggi mengalami nyeri payudara.

Baca juga: Sering Kentut Saat Haid, Normalkah?

  1. Iritasi Otot

Kadang-kadang nyeri payudara bukan karena payudara, namun karena iritasi pada otot dada, lengan atau punggung. Ini biasa terjadi jika kamu melakukan kegiatan, seperti menyapu, mendayung, menyekop, dan bermain ski air yang melukai otot tertentu.

  1. Ukuran Payudara

Perempuan dengan payudara yang lebih besar atau payudara yang tidak sebanding dengan badannya sangat dapat mengalami ketidaknyamanan di leher dan bahu.

  1. Operasi Payudara

Jika kamu telah melakukan operasi pada payudara, rasa sakit dari pembentukan jaringan parut dapat bertahan lama setelah sayatan sembuh.

  1. Obat-Obatan

Antidepresan, terapi hormon, antibiotik, dan obat-obatan untuk penyakit jantung semuanya dapat berkontribusi pada nyeri payudara. Meskipun kamu tidak boleh berhenti minum obat ini jika mengalami nyeri payudara, segera bicarakan dengan dokter jika ada pilihan alternatif.

  1. Merokok

Merokok diketahui meningkatkan kadar epinefrin di jaringan payudara yang bisa membuat payudara menjadi sakit.

Sebenarnya, ada beberapa penyebab kenapa payudara bisa terasa sakit saat ditekan selain uraian yang di atas, payudara sakit bisa dialami oleh ibu menyusui. Kalau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai nyeri payudara ataupun informasi kesehatan lainnya bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Kalau ingin tahu lebih detail cara-caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.