Payudara Sakit saat Ditekan? Hati-Hati Bisa Menandai 10 Kondisi Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Payudara Sakit saat Ditekan? Hati-Hati Bisa Menandai 10 Kondisi Ini

Halodoc, Jakarta – Nyeri payudara bukanlah kondisi langka, sebab keluhan ini menjadi “teman akrab” bagi sebagian wanita saat menjelang haid atau menstruasi. Dalam dunia medis, nyeri payudara disebut dengan mastalgia.

Hal yang peru digarisbawahi, nyeri payudara atau mastalgia ini bukan cuma berkaitan dengan siklus menstruasi saja. Sebab, ada beberapa kondisi lainnya yang bisa memicu nyeri payudara.

Penasaran? Berikut 10 kondisi yang bisa menyebabkan nyeri payudara.

Baca juga: Sering Kentut Saat Haid, Normalkah?

1. Fluktuasi Hormon

Menurut National Institutes of Health - MedlinePlus “Breast pain”, penyebab nyeri payudara bisa dipicu oleh siklus menstruasi. Kok bisa? Siklus menstruasi perempuan menyebabkan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron. Kedua hormon ini dapat mengakibatkan payudara perempuan terasa bengkak, kental, dan kadang terasa nyeri saat ditekan.

Jika nyeri payudara disebabkan oleh fluktuasi hormon, biasanya nyeri akan semakin bertambah pada dua hingga tiga hari sebelum menstruasi. Terkadang rasa sakit akan terus berlanjut sepanjang siklus menstruasi.

Untuk menentukan apakah nyeri payudara terkait dengan siklus menstruasi, catatlah periode menstruasi dan kapan kamu mengalami nyeri sepanjang bulan.

Hal yang perlu diingat, terdapat beberapa periode atau masa perkembangan yang memengaruhi siklus menstruasi yang berpotensi menyebabkan nyeri payudara. Contohnya, masa pubertas, kehamilan, dan menopause.

2. Iritasi Otot

Terkadang nyeri payudara bukan karena payudara, tetapi karena iritasi atau cedera pada otot dada, lengan atau punggung. Cedera pada bagian tersebut bisa terjadi ketika mendayung, menyekop, dan bermain ski air, atau beberapa aktivitas lainnya.

3. Obat-obatan

Nyeri payudara enggak cuma disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Dalam sebagian kasus, obat-oatan tertentu juga bisa memicu nyeri payudara. Contohnya, antidepresan, terapi hormon, antibiotik, dan obat-obatan untuk penyakit jantung semuanya bisa berkontribusi pada nyeri payudara.

Ingat, jangan berhenti mengonsumsi obat tersebut tanpa anjuran dokter. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc, untuk mencari atau meminta obat lainnya yang tidak memicu nyeri payudara.

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Payudara Saat Menstruasi

  1. Fibroadenoma

Benjolan pada payudara juga bisa memicu nyeri payudara. Salah satunya fibroadenoma atau fibroadenoma mammae (FAM), jenis tumor jinak yang paling umum terjadi di area payudara. Bentuk FAM bulat dengan batas tegas dan memiliki konsistensi kenyal dengan permukaan yag halus. Selain itu, ukuran benjolan ini bisa membesar pada masa kehamilan.

Hal yang perlu dipahami, kondisi medis ini berbeda dengan tumor kanker payudara. Perbedaannya, FAM tak menyebar ke organ lain seiring waktu bergulir, tak seperti kanker payudara. Singkatnya, benjolan ini hanya tetap berada dalam jaringan payudara.

  1. Kista Payudara

Benjolan payudara juga bisa disebabkan oleh kista payudara. Kebanyakan kista payudara berbentuk bulat atau lonjong. Ketika disentuh, rasanya kenyal seperti balon berisi cairan. Untungnya, kista yang muncul di dalam payudara ini umumnya bersifat jikak, karena tak mengandung sel kanker. Meski begitu kista ini bisa menimbulkan rasa nyeri dan tak nyaman. Dalam beberapa kasus, kista payudara juga bisa menimbulkan nyeri payudara. Namun, hal ini bergantung dari ukuran kista yang diidap.

  1. Kanker payudara

Nyeri payudara juga bisa dipicu oleh kanker payudara. Sebenarnya tak semua bejolan payudara bersifat kanker, tetapi sebaiknya perlu dianggap serius sampai benar-benar dinyatakan bukan kanker. Nah, salah satu gejala kanker payudara bisa ditandai dengan nyeri atau pembengkakan pada payudara.

Awas, jangan main-main dengan penyakit ini. Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Hal yang bikin resah, sel-sel abnormal ini bisa menyebar ke anggota tubuh lain pada stadium yang lebih parah.

7. Operasi Payudara

Wanita yang telah melakukan operasi pada payudara, rasa sakit dari pembentukan jaringan parut dapat bertahan lama setelah sayatan sembuh. Inilah yang membuat rasa nyeri setelah operasi payudara dapat dirasakan lebih lama pada sebagian wanita.

Baca juga: Cara Mengatasi Nyeri Payudara di Trimester Pertama

8. Ukuran Payudara

Wanita dengan payudara yang ukurannya besar atau payudara yang tidak sebanding dengan badannya, bisa mengalami ketidaknyamanan atau nyeri payudara. Bahkan, nyeri ini bisa terasa hingga ke di leher, bahu, dan punggung.

  1. Mastitis

Penyebab nyeri payudara lainnya adalah mastitis atau peradangan payudara. Sebagian besar kasusnya, mastitis ini dialami oleh wanita menyusui. Kondisi ini akan menyebabkan payudara terasa sakit dan bengkak karena peradangan.

Dalam beberapa kasus, mastitis juga bisa disertai infeksi. Jangan anggap sepele keluhan ini, sebab mastitis juga bisa menimbulkan abses pada jaringan payudara.

  1. Kondisi Tertentu

Selain sembilan hal di atas, nyeri payudara juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya. Berikut penyebabnya menurut National Institutes of Health - “Breast pain”:

  • Kehamilan, nyeri payudara cenderung lebih sering terjadi selama trimester pertama.

  • Pubertas pada anak perempuan dan laki-laki.

  • Setelah melahirkan, payudara wanita bisa membengkak karena memberikan ASI. Dalam beberapa kasus, hal Ini bisa sangat menyakitkan. Jika ibu melihat adanya area kemerahan pada payudara, segeralah temui dokter. Sebab, kondisi tersebut mungkin menandai infeksi atau masalah payudara lain yang lebih serius.

  • Perubahan payudara fibrokistik merupaan penyebab umum nyeri payudara. Jaringan payudara fibrokistik mengandung benjolan atau kista yang cenderung lebih lunak sebelum periode menstruasi.

Mau tahu lebih jauh mengenai  penyebab nyeri payudara dan cara mengatasinya?  Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Sangat praktis, bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Mastitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Breast pain.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Breast pain.
NIH. National Cancer Institute. Diakses pada 2020. Breast Changes and Conditions.