Ini Efeknya jika Tubuh Anak Kekurangan Kalium

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Efeknya jika Tubuh Anak Kekurangan Kalium

Halodoc, Jakarta - Kalium merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk banyak hal. Mulai dari mengendalikan fungsi sel saraf dan otot (termasuk otot jantung), dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Apabila asupan makanan yang dikonsumsi sedikit mengandung kalium, maka tubuh mengalami beberapa gejala tergantung seberapa banyak kalium yang tidak terpenuhi oleh tubuh.

Baca juga: Ini Alasan Wanita Rentan Alami Hipokalemia

Apa Saja Gejala Saat Tubuh Kurang Kalium?

Kadar kalium yang lebih rendah dari 3,6 mmoI/L menyebabkan tubuh mengalami beberapa gejala pada tubuh anak, seperti:

  • Mual dan muntah;

  • Nafsu makan menghilang;

  • Konstipasi;

  • Tubuh terasa lemah;

  • Kesemutan;

  • Kram otot;

  • Jantung berdebar.

Anak alami beberapa kondisi seperti yang disebutkan di atas? Segera bawa anak untuk periksakan ke rumah  sakit terdekat. Jika tidak ingin repot, kamu bisa membuat janji dengan dokter anak di Halodoc.

Baca juga: Makanan yang Baik untuk Pengidap Hipokalemia

Lantas, Kondisi Apa yang Sebabkan Kadar Kalium Menurun?

Terdapat beberapa hal yang bisa sebabkan kadar kalium dalam tubuh anak berkurang. Penyebabnya bisa terjadi akibat mengalami muntah-muntah dan diare yang bersamaan, terlalu banyak berkeringat, gangguan makan, dan penggunaan obat pencahar yang berlebihan. Tidak hanya itu, kekurangan kalium bisa disebabkan karena efek dari penyakit yang serius, seperti gagal ginjal kronis, ketoasidosis diabetes, kekurangan asam folat, dan malnutrisi.

Tetapi pada banyak anak-anak, kondisi ini bisa terjadi akibat anak sering muntah dan alami diare. Tidak hanya itu, penggunaan obat diuretik juga memengaruhinya. Obat ini ditujukan untuk mempercepat pembentukan urine. Penggunaan obat diuretik ini paling sering diresepkan untuk orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Sebaiknya hindari penggunaan obat diuretik secara berlebihan untuk mengurangi risiko kekurangan kalium. Pastikan selalu di bawah pengawasan dokter saat mengonsumsinya. 

Baca juga: Konsumsi Pisang Bisa Cegah Hipokalemia, Benarkah?

Saat Tubuh Anak Kekurangan Kalium, Apa Saja Langkah Pengobatannya?

Untuk mengatasi hipokalemia, pengobatan tergantung pada rendahnya kadar kalium serta penyebab yang mendasarinya. Jika gejala yang anak alami cukup serius, maka ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit hingga kadar kalium dalam tubuhnya kembali normal. Nah, beberapa tahap penanganan hipokalemia, yaitu:

  • Mengatasi Penyebab Hipokalemia. Setelah penyebab kekurangan kalium diketahui, maka dokter melakukan pengobatan terhadap penyebab tersebut. Sebagai contoh, dokter bisa memberikan obat antidiare jika penyebabnya adalah diare. 

  • Mengembalikan Kadar Kalium. Pada kasus hipokalemia yang ringan, maka pengobatannya dengan mengonsumsi suplemen kalium. Pada hipokalemia yang berat, asupan kalium perlu diberikan melalui infus kalium klorida. Dosis infus disesuaikan dengan kadar kalium dalam darah dan diberikan secara bertahap untuk mencegah efek samping. 

  • Memantau Kadar Kalium. Selama dalam perawatan di rumah sakit, dokter memantau kadar kalium pengidapnya melalui tes darah atau tes urine. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah peningkatan kadar kalium yang berlebihan (hiperkalemia). 

Tidak hanya itu, untuk menjaga kadar kalium tetap normal, pengidapnya dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalium. Makanan tersebut misalnya kacang-kacangan, bayam, salmon, dan wortel. Dokter bisa meresepkan suplemen magnesium, karena kadar magnesium di dalam tubuh dapat berkurang seiring hilangnya kalium.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Hypokalemia.
MedicineNet. Diakses pada 2019. Low Potassium (Hypokalemia).