• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Gaya Hidup yang Bisa Mencegah Rematik

Ini Gaya Hidup yang Bisa Mencegah Rematik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Jika kamu kerap mengalami persendian sakit, ngilu, nyeri, yang diiringi dengan pembengkakan dan kemerahan, mungkin saja kamu mengidap rematik. Selain itu, beberapa faktor seperti umur (paling rentan di usia 40 sampai 60 tahun) bisa memicu terjadinya rematik.

Faktor genetik juga bisa memicu terjadinya rematik dan perempuan juga lebih rentan mengalaminya dibandingkan laki-laki. Nah, supaya kamu terhindar dari rematik, kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat. Seperti apakah gaya hidup yang bisa mencegah rematik?

Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Rematik

Berhenti merokok akan sangat mengurangi kemungkinan terkena rematik. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, merokok secara signifikan dapat meningkatkan risiko rematik. Merokok juga dapat menyebabkan gejala rematik berkembang dengan cepat. 

Baca juga: Sering Rematik di Pagi Hari Tanda Terserang Rematik, Benarkah?

Selain berhenti merokok, perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mencegah rematik adalah mengurangi berat badan. Ini terutama buat orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan. 

Jika kamu saat ini sedang mengalami obesitas, buatlah janji dengan dokter untuk mendapatkan rencana perawatan. Tanyakan kepada dokter mengenai pertimbangan program olahraga yang sesuai untuk kondisi kesehatan secara keseluruhan

Baca juga: Alasan Orangtua Lebih Rentan Terkena Artritis

Tetapkan tujuan penurunan berat badan yang wajar. Jangan lupa untuk mempraktikkan kebiasaan makan yang lebih sehat. Tekankan pilihan sehat seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan dalam makanan. 

Pilih protein tanpa lemak seperti ikan, kalkun, dan ayam tanpa kulit jika memungkinkan. Hindari makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Selain itu, penurunan berat badan juga berkaitan erat dengan olahraga. Karenanya pilihlah kombinasi latihan aerobik dan latihan kekuatan. 

Olahraga untuk Mencegah Rematik

Latihan kekuatan dapat mengurangi pengeroposan tulang, yang merupakan efek samping serius dari rematik. Menambahkan rutinitas peregangan juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan yang terkait dengan rematik. 

Jika saat ini kamu mengidap rematik, hindari latihan berdampak tinggi saat rematik sedang kambuh. Selain itu, olahraga agresif atau intens juga dapat memperburuk gejala. Jika ingin menanyakan informasi kesehatan terkait gaya hidup untuk cegah rematik, bisa ditanyakan langsung ke dokter di Halodoc.  

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Jangan lupa untuk beristirahat saat kamu membutuhkannya. Kamu perlu menemukan keseimbangan antara waktu istirahat dan olahraga. Pastikan kamu tidak berlebihan saat berolahraga.

Gunakan tongkat di tangan di seberang pinggul atau lutut yang nyeri. Ini mengurangi keausan pada persendian. Perlu diketahui juga sebagian besar kerusakan yang akhirnya menjadi serius akibat dari rematik terjadi karena penanganan yang terlambat. Semakin dini memulai pengobatan, maka semakin kecil kemungkinan kamu mengalami masalah rematik.

Baca juga: Sakit Rematik Dilarang Mandi Air Dingin Malam Hari, Benarkah?

Sebenarnya tidak ada cara pasti untuk mencegah rematik. Namun, salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko adalah kombinasi dari beberapa perubahan gaya hidup yang sudah disebutkan sebelumnya. 

Penting juga untuk menemui dokter saat tanda-tanda pertama nyeri sendi, kekakuan, atau pembengkakan untuk diagnosis yang tepat. Rematik adalah kondisi kronis dan mereka yang mengidap rematik memerlukan perawatan berkelanjutan untuk membantu mengurangi gejalanya.



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Preventing Rheumatoid Arthritis.
WebMD. Diakses pada 2020. Prevent Joint Damage From Rheumatoid Arthritis.