Ini Gejala Kanker Hati yang Paling Umum

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Gejala Kanker Hati yang Paling Umum

Halodoc, Jakarta - Hati berfungsi menyaring darah yang bersirkulasi di dalam tubuh. Nutrisi dan obat-obatan dari saluran pencernaan juga diserap oleh hati untuk dijadikan bahan kimia siap pakai. Hati melakukan banyak fungsi penting lainnya, seperti mengeluarkan racun dan produk limbah kimia dari darah dan menyiapkannya untuk ekskresi. Semua darah dalam tubuh harus melewati organ ini, hati biasanya tidak dapat dilalui oleh sel-sel kanker yang bepergian dalam aliran darah.

Baca Juga: Ini 4 Stadium Kanker Hati yang Perlu Diketahui

Hati dapat dipengaruhi oleh kanker hati primer yang muncul di hati atau oleh kanker yang terbentuk di bagian lain dari tubuh dan kemudian menyebar ke hati. Sebagian besar kanker hati bersifat sekunder atau metastasis. Artinya, kanker sering dimulai di bagian lain dari tubuh. Berikut ini gejala umum kanker hati yang perlu diketahui.

Gejala Kanker Hati

Gejala awal kanker hati ditandai dengan sakit perut, penurunan berat badan, dan kelelahan. Gejala kanker hati biasanya tidak menjadi jelas sampai penyakit mencapai stadium lanjut. Berikut gejala kanker hati lainnya, yaitu:

  • Penyakit kuning (jaundice);
  • Nyeri dekat ke bahu kanan;
  • Pembesaran hati atau limpa atau keduanya;
  • Pembengkakan di perut atau penumpukan cairan;
  • Mual dan muntah;
  • Sakit punggung;
  • Gatal;
  • Demam.

Kanker hati juga dapat menyebabkan pembuluh darah bengkak yang terlihat di bawah kulit perut. Penyakit ini menyebabkan tingginya kadar kalsium, kolesterol dan rendahnya kadar gula darah. Jika kamu mengalami gejala di atas, segera periksa ke dokter agar kanker hati bisa didiagnosis lebih dini. Kanker hati yang didiagnosis lebih dini biasanya akan lebih mudah disembuhkan. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter lewat aplikasi Halodoc terlebih dahulu.

Baca Juga: Gejalanya Mirip, Ini Perbedaan Kanker Hati dengan Hepatitis

Kondisi yang Memicu Kanker Hati

Sebagian besar kasus kanker hati memiliki hubungan dengan sirosis. Seseorang yang terpapar virus hepatitis C atau B berisiko tinggi terkena kanker hati dibandingkan orang sehat lainnya, karena kedua jenis hepatitis tersebut dapat menyebabkan sirosis.

Beberapa penyakit hati yang diturunkan, seperti hemochromatosis, menyebabkan sirosis, dan meningkatkan risiko kanker hati. Faktor risiko lain untuk perkembangan kanker hati termasuk:

  • Diabetes tipe 2. Pengidap diabetes, terutama yang juga mengidap hepatitis dapat mengembangkan kanker hati.
  • Riwayat keluarga. Jika ibu, ayah, saudara laki-laki atau saudara perempuan seseorang mengidap kanker hati, maka Ia berisiko lebih tinggi terkena kanker hati.
  • Konsumsi alkohol. Konsumsi lebih dari enam minuman beralkohol setiap hari dalam waktu lama dapat menyebabkan sirosis. Kondisi ini meningkatkan risiko kanker hati.
  • Paparan aflatoksin jangka panjang. Beberapa jenis jamur menciptakan zat yang disebut aflatoksin. Terpapar aflatoksin dalam jangka panjang meningkatkan risiko kanker hati.
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang dengan HIV atau AIDS memiliki risiko kanker hati lima kali lebih besar daripada orang sehat lainnya.
  • Obesitas. Obesitas meningkatkan risiko pengembangan banyak kanker. Obesitas berkontribusi pada sirosis dan penyakit hati berlemak yang meningkatkan risiko kanker hati.
  • Merokok. Melakukan kebiasaan merokok dalam jangka panjang memiliki risiko kanker hati yang lebih tinggi daripada orang yang tidak pernah merokok.

Baca Juga: Mengidap Kanker Hati, Inilah 7 Metode Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Orang-orang yang memiliki risiko tinggi untuk kanker hati harus menjalani pemeriksaan rutin untuk kanker hati. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan oleh pengidap hepatitis B atau C, sirosis terkait alkohol atau sirosis karena hemochromatosis. Kanker hati menjadi sulit disembuhkan jika telah didiagnosis pada tahap lanjut.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Understanding Liver Cancer -- the Basics.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What to know about liver cancer.