Ini Gejala yang Muncul Akibat Abses Otak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ini Gejala yang yang Muncul Akibat Abses Otak

Halodoc, Jakarta – Abses merupakan kondisi di mana terjadi penumpukan atau berkumpulnya nanah di satu titik pada bagian tubuh tertentu. Banyak orang yang hanya mengenal abses kulit dan abses gigi, tetapi nyatanya kondisi ini bisa terjadi di mana saja di tubuh, termasuk pada otak. Penumpukan nanah yang terjadi pada otak alias abses otak umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. 

Abses pada otak biasanya terjadi karena masuknya bakteri atau jamur ke jaringan otak. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan bakteri masuk, mulai dari cedera kepala, hingga infeksi yang terjadi pada jaringan lain. Kondisi ini tergolong jarang, tetapi ada kemungkinan abses bisa terjadi pada otak. Biasanya, kondisi ini ditandai dengan munculnya gejala berupa rasa nyeri tak tertahankan pada kepala. Nyeri tersebut semakin menjadi dan tidak bisa disembuhkan dengan obat antinyeri biasa. 

Baca juga: Cedera Kepala Bisa Picu Abses Otak, Ini Alasannya

Gejala Abses Otak yang Harus Diwaspadai

Gejala abses otak umumnya akan mulai terasa dalam hitungan minggu, setelah bakteri menginfeksi. Namun pada beberapa kasus, gejala bisa saja langsung muncul dan mudah dikenali. Penyakit yang tergolong langka ini seringnya ditandai dengan pusing hebat, mual dan muntah, suhu tubuh meningkat alias demam tinggi, menggigil, leher terasa kaku, hingga gangguan penglihatan. 

Selain itu, abses otak juga sering ditandai dengan adanya perubahan pada kondisi mental serta perubahan perilaku, seperti mudah merasa bingung dan gelisah, kesadaran yang menurun, kelumpuhan, serta kejang-kejang. Kondisi ini sama sekali tidak boleh diabaikan. Segera temui dokter jika muncul gejala menyerupai penyakit ini, terutama jika mengalami kejang mendadak, otot melemah, lumpuh, atau cara bicara yang mulai tidak jelas. 

Pada dasarnya, abses merupakan reaksi alami tubuh dalam melawan serangan infeksi. Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh mencoba melawan infeksi yang menyerang jaringan tersebut, sistem perlawanan ini dilakukan oleh sel darah putih. Untuk melawan infeksi, sel darah putih bergerak melalui dinding pembuluh darah dan berkumpul di dalam jaringan yang mengalami kerusakan. 

Baca juga: 3 Hal yang Perlu Diketahui tentang Abses pada Bagian Tubuh

Proses perlawanan ini kemudian menghasilkan cairan yang disebut nanah. Cairan nanah terdiri dari sel darah putih yang hidup maupun yang sudah mati, bakteri, jaringan yang mati, serta benda asing lainnya. Terbentuknya nanah bisa disebabkan oleh berbagai bakteri, misalnya Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. 

Abses otak merupakan kondisi darurat yang perlu segera mendapat penanganan medis. Saat seseorang terdiagnosis penyakit ini, dokter biasanya akan memberi pengobatan dengan antibiotik dan obat antijamur. Pemberian obat akan dilakukan sampai pengidap abses otak berada dalam kondisi yang stabil. Namun, tidak semua abses bisa diatasi hanya dengan pemberian obat-obatan. 

Pada kondisi yang lebih parah, atau jika ukuran abses terlalu besar, mungkin akan dilakukan tindakan lebih lanjut. Abses otak yang memiliki ukuran di atas 2 sentimeter berisiko pecah di dalam otak. Untuk mengatasi jenis abses seperti ini, dibutuhkan pengangkatan abses melalui tindakan operasi. 

Baca juga: Jaga Kesehatan Otak, Ini Bedanya Radang Otak dan Abses Otak

Masih penasaran tentang abses otak dan gejala apa saja yang sering muncul? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!