• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan saat Mengidap Hepatitis B

Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan saat Mengidap Hepatitis B

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan saat Mengidap Hepatitis B

“Ketika mengidap hepatitis B, ada hal-hal yang harus dilakukan, seperti menjalani pengobatan medis, dan melakukan perubahan gaya hidup. Selain itu, ada pula yang sebaiknya dihindari, seperti melakukan aktivitas seksual yang tidak aman dan mengonsumsi makanan tertentu.”

Halodoc, Jakarta – Organ hati bisa mengalami peradangan akibat virus, seperti pada kasus hepatitis B. Penyebab dari kondisi ini adalah infeksi virus bernama hepatitis B virus (HBV). Apakah virus ini bisa menular? Jawabannya, iya. Terlebih bila pengidap tidak mengalami gejala, mereka bisa menularkan virus ke orang lain tanpa disadari.

Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, penyakit ini juga bisa berlangsung jangka panjang atau kronis, dan mengakibatkan kerusakan hati. Oleh karena itu, penting bagi pengidap untuk mengetahui apa yang harus dan jangan dilakukan saat terinfeksi.

Baca juga: Komplikasi Berbahaya yang Bisa Disebabkan oleh Hepatitis B

Ini yang Harus Dilakukan saat Mengidap Hepatitis B

Bila kamu mendapatkan diagnosis hepatitis B, berikut ini hal-hal yang harus dilakukan:

1. Menjalani Pengobatan Medis

Pengobatan untuk hepatitis B bisa berbeda-beda pada setiap pengidap, tergantung tingkat keparahan. Buatlah janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, untuk membicarakan lebih lanjut rencana pengobatan yang bisa dijalani.

Untuk yang akut, biasanya infeksi berlangsung dalam jangka pendek dan akan hilang dengan sendirinya, sehingga umumnya tidak memerlukan pengobatan.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk banyak istirahat, memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, untuk melawan infeksi. Pada kasus yang parah, dokter juga bisa memberi obat antivirus atau rawat inap.

Sementara itu, pengobatan hepatitis B kronis perlu dilakukan sepanjang hidup. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi dan mencegah penularan ke orang lain. Pengobatan yang biasanya diberikan adalah obat antivirus, injeksi interferon, hingga transplantasi hati bila terjadi kerusakan parah pada organ ini.

2. Perubahan Gaya Hidup Sehat

Penting juga untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan bergizi. Pengidap hepatitis B direkomendasikan untuk banyak mengonsumsi buah dan sayur, makanan sumber protein, serta rendah karbohidrat dan gula.

Baca juga: Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Hepatitis B

3. Minta Pasangan Seksual untuk Jalani Pemeriksaan

Virus penyebab penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual. Bila kamu mendapatkan diagnosis penyakit ini, sangat penting untuk segera memberitahu pasangan seksual kamu dan memintanya untuk menjalani pemeriksaan juga.

Jangan Lakukan Ini

Bila tadi sudah dibahas apa saja yang perlu dilakukan, lalu apa saja yang perlu dihindari? Berikut ini di antaranya:

1. Aktivitas Seksual Tanpa Pengaman

Seperti sudah disinggung tadi, aktivitas seksual bisa jadi cara penularan hepatitis B. Oleh karena itu, bila kamu didiagnosis mengidap penyakit ini, penting untuk menghindari aktivitas seksual tanpa pengaman (kondom).

2. Mengonsumsi Makanan Tertentu

Perlu diingat bahwa pola makan yang tidak sehat dapat berkontribusi pada kerusakan hati. Jika kamu mengonsumsi terlalu banyak dengan makanan berminyak, berlemak, atau manis, ada risiko berat badan meningkat dan lemak mulai menumpuk di hati.

Makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari adalah:

  • Makanan dengan lemak jenuh tinggi, seperti mentega, sour cream, produk susu berlemak, daging, dan makanan yang digoreng.
  • Makanan dan minuman manis, seperti cookies, kue, dan soda.
  • Makanan dengan kandungan garam yang tinggi.
  • Alkohol.

Baca juga: Jangan Khawatir, Hepatitis B Bisa Dicegah dengan Vaksin

3. Terlalu Konsumsi Suplemen

Meski penting untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral saat mengidap penyakit ini, kamu juga perlu hati-hati dalam mengonsumsi suplemen. Terutama suplemen zat besi, vitamin A, B3, C, dan D, karena bisa meningkatkan risiko kerusakan hati bila berlebihan.

Dari pembahasan tersebut, dapat diketahui bahwa ada hal-hal yang harus dilakukan, dan ada pula yang perlu dihindari saat mengidap hepatitis B. Lebih rincinya, kamu bisa diskusikan hal ini lebih lanjut pada dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hepatitis B.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Hepatitis B.
Everyday Health. Diakses pada 2021. Tips to Avoid Liver Damage From Hepatitis.