Ini Hal yang Perlu Diketahui Tentang Polio

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Hal yang Perlu Diketahui Tentang Polio

Halodoc, Jakarta - Sejak lahir hingga rentang usia tertentu, anak wajib untuk mendapatkan imunisasi. Vaksin membantu tubuh dalam memerangi penyakit berbahaya dan mematikan, karena imunitas anak yang belum sempurna dan masih terus berkembang seiring dengan bertambahnya usianya. Melalui vaksin, anak terlindungi dari penyakit menular yang belum ada obatnya, misalnya polio

Polio terjadi karena infeksi virus yang menyerang bagian sistem saraf pusat dan mengakibatkan kerusakan pada bagian sistem motorik. Jika ini terjadi, anak bisa mengalami kelumpuhan otot, bisa sementara tetapi bisa bersifat permanen. Pada kasus yang parah, polio bisa membuat pengidapnya mengalami kesulitan bernapas dan menelan. 

Kapan Polio Mulai Terdeteksi? 

Diperkirakan, polio mulai muncul sekitar 6000 tahun yang lalu. Penyakit berbahaya ini sempat menjadi wabah yang mematikan di Amerika dan belahan dunia lain sekitar tahun 1940 dan 1950, hingga akhirnya vaksin polio berhasil ditemukan pada tahun 1950-an. Tahun 1988, kasus penyakit polio dinyatakan berkurang hingga 99 persen. WHO juga menyatakan beberapa negara termasuk Amerika telah terbebas dari wabah penyakit polio. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Penyakit Polio

Sayangnya, virus polio masih ditemukan di beberapa negara berkembang, terlebih di negara Nigeria, Pakistan, dan Afghanistan. Polio rentan menyerang ibu hamil, anak yang belum mendapatkan imunisasi sehingga tubuhnya belum kebal terhadap penyakit ini, dan orang-orang dewasa maupun anak dengan imunitas tubuh yang terbilang rendah. Belum ada obat yang mampu menyembuhkan polio, dan pencegahan satu-satunya dilakukan dengan vaksin. 

Gejala dan Komplikasi yang Terjadi karena Polio

Tanda dan gejala polio bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya. Namun, ada pula pengidap yang telah terinfeksi virus polio tetapi tidak menunjukkan gejala hingga penyakit berkembang pada tahap yang lebih serius. Polio terbagi menjadi tiga jenis, dengan gejala yang berbeda pada masing-masing jenisnya. 

  • Polio nonparalitik. Gejalanya bisa berlangsung antara 1 sampai 10 hari. Tandanya mirip dengan flu biasa, dengan diikuti sakit tenggorokan, sakit kepala, demam, tubuh lelah, mengalami meningitis, hingga mual dan muntah. 

  • Polio paralitik. Jenis polio ini berakibat terjadinya kelumpuhan pada bagian saraf tulang belakang, batang otak, atau pada keduanya. Gejala awal tidak jauh berbeda dengan polio nonparalitik, tetapi setelah seminggu, gejala berkembang menjadi hilangnya refleks, mengalami nyeri dan kejang otot yang parah, lemas dan kurang bertenaga pada salah satu bagian tubuh, lumpuh mendadak, dan bentuk bagian tubuh yang kurang sempurna. 

  • Sindrom pascapolio. Polio bisa kembali terjadi meski telah dilakukan penyembuhan, biasanya berselang 15 sampai 40 tahun setelah infeksi virus terjadi pertama kali. Tanda dan gejala yang muncul termasuk depresi, sulit berkonsentrasi dan mengingat, otot mengalami penyusutan, lemah sendi dan nyeri yang semakin memburuk, hingga sulit bernapas dan menelan. 

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Penyakit Polio pada Anak

Jika kamu mengalami gejala yang mengarah pada terjadinya polio, segera lakukan pengobatan ke rumah sakit. Tidak harus menunggu, kamu bisa membuat janji dengan dokter ahli langsung di rumah sakit terdekat. Gunakan aplikasi Halodoc yang sudah bisa didapatkan secara gratis di Play Store maupun App Store. 

Polio jenis paralitik bisa menyebabkan pengidapnya mengalami kelumpuhan, bisa bersifat sementara maupun permanen. Tidak hanya itu, polio bisa menyebabkan terjadinya cacat fisik, termasuk kelainan pada bentuk tulang belakang, bahkan kematian. Jadi, penting untuk kamu melakukan tindakan pencegahan, yaitu dengan vaksin polio

Baca juga: Kenali 4 Cara Penularan Polio


Referensi: 

CDC. Diakses pada 2019. What Is Polio?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Polio.
Healthline. Diakses pada 2019. Polio.