• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Kandungan Tar dalam Rokok yang Perlu Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Kandungan Tar dalam Rokok yang Perlu Diketahui

Ini Kandungan Tar dalam Rokok yang Perlu Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 12 Agustus 2022

“Tar adalah salah satu kandungan kimia yang terkandung dalam rokok. Zat ini dihasilkan melalui pembakaran tembakau yang ada pada rokok.”

Ini Kandungan Tar dalam Rokok yang Perlu DiketahuiIni Kandungan Tar dalam Rokok yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Tar adalah partikel kimia yang dihasilkan dari rokok yang dibakar. Zat ini membentuk residu coklat atau kuning yang lengket. Ada tiga kandungan berbahaya dalam rokok dan tar adalah salah satunya. 

Selain kandungan nikotin dan monoksida, tar berpotensi memicu kanker. Ketika terhirup, partikel tersebut bisa merusak pada paru-paru maupun organ vital lainnya. 

Hampir semua jenis rokok yang dibakar akan menghasilkan tar. Semakin lama rokok dibakar, kadarnya akan semakin meningkat. Isapan terakhir pada sebatang rokok dapat mengandung tar dua kali lipat dari isapan pertama.

Sederet Masalah Kesehatan yang Ditimbulkan Tar

1. Penyakit Paru-Paru

Saat menghirup asap rokok, tar yang terkandung di dalamnya menumpuk di dalam paru-paru. Seiring berjalannya waktu, jaringan paru-paru yang semula normal mengalami perubahan warna. Yang tadinya berwarna merah muda menjadi abu-abu akibat akumulasi tar.

Namun, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah rusaknya silia yang ada di saluran udara. Silia adalah struktur kecil seperti rambut yang melapisi organ pernapasan. Mereka membantu menjebak polutan dan mengeluarkannya kembali melalui hembusan napas atau batuk. 

Ketika silia sudah rusak, racun dalam tar mudah memasuki paru-paru dan menyebabkan kondisi seperti emfisema, bronkitis, hingga kanker paru-paru.

2. Perkembangan kanker

Tar tidak hanya memengaruhi paru-paru, tetapi juga berbagai organ vital lainnya. Racun yang dihasilkan oleh zat kimia tersebut bisa terbawa ke aliran darah sehingga memasuki bagian lain dari tubuh. Akibatnya, penumpukan racun meningkatkan risiko berbagai kanker.

3. Memicu perubahan otak

Merokok juga terbukti memberikan efek negatif pada otak. Penelitian mengungkap kalau zat kimia di dalamnya bisa menyebabkan perubahan pada otak. Contoh efeknya adalah kecanduan nikotin yang membuat perokok sulit meninggalkan kebiasaannya itu. 

Penelitian lain juga menunjukkan jika bahan kimia dalam rokok berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif. Misalnya seperti kesulitan belajar, penurunan memori, hilangnya keterampilan, lambat memproses sebuah informasi sampai penurunan kecerdasan. 

4. Meningkatkan masalah kesehatan kronis

Karena zat kimia ini mampu mempengaruhi setiap organ dalam tubuh, perokok punya potensi lebih besar mengidap penyakit-penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung dan infertilitas alias kemandulan. 

Racun dari tar juga dapat menyebabkan penyakit gusi dan membuat gigi dan jari berwarna kekuningan. 

Apakah Rokok Filter dan Rokok Elektrik Mengandung Tar?

Rokok filter yang banyak dijual di pasaran didesain untuk menjebak residu tar dan nikotin yang berbahaya. Kenyataannya, filter alias penyaring tersebut tidak  bekerja sebaik yang diharapkan. Banyak racun yang masih berhasil masuk ke dalam tubuh, terutama paru-paru.

Pada rokok elektrik, produk ini tidak mengandung tembakau sehingga tidak ada kandungan tar-nya. Meski begitu, Food and Drug Administration masih menganggapnya sebagai produk tembakau. Pasalnya, meski tidak mengandung tar, rokok elektrik masih mengandung nikotin dan zat lain yang dapat menyebabkan kanker, penyakit paru-paru, maupun penyakit jantung.

Konsumsi vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika stok di rumah menipis, segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc sekarang juga. Jangan tunggu sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Verywell Mind. Diakses pada 2022. How Tar in Cigarettes Can Hurt You.
National Cancer Institute. Diakses pada 2022. Tobacco tar.