• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Sindrom Mielodisplasia

Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Sindrom Mielodisplasia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ini Komplikasi Kesehatan Akibat Sindrom Mielodisplasia

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah sindrom mielodisplasia sebelumnya? Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker darah langka yang ditandai dengan kelainan sumsum tulang belakang, sehingga mengakibatkan terhambatnya produksi sel darah yang sehat untuk tubuh. Seseorang yang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengidap kondisi ini. Jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, berikut sejumlah komplikasi sindrom mielodisplasia yang bisa saja terjadi!

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Alami Sindrom Mielodisplasia

Komplikasi Sindrom Mielodisplasia yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal kemunculannya, sindrom mielodisplasia tidak menimbulkan gejala. Namun seiring berjalannya waktu, gejala yang tampak akan meliputi munculnya rasa sangat lelah, kesulitan bernapas, kulit terlihat pucat, tubuh mudah memar dan mudah berdarah, muncul bercak-bercak merah di bawah permukaan kulit, serta sering mengalami infeksi.

Saat sejumlah gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, maka komplikasi sindrom mielodisplasia bisa saja muncul. Berikut sejumlah komplikasi sindrom ini:

  1. Anemia. Anemia menjadi salah satu komplikasi sindrom mielodisplasia, karena berkurangnya jumlah sel darah merah dalam tubuh.
  2. Infeksi. Infeksi yang menjadi komplikasi sindrom mielodisplasia dapat terjadi secara berulang, karena terlalu sedikit sel darah putih dalam tubuh, sehingga risiko infeksi serius akan meningkat.
  3. Pendarahan. Komplikasi sindrom mielodisplasia lainnya adalah pendarahan hebat, yang terjadi akibat kurangnya trombosit dalam darah.
  4. Kanker. Beberapa orang dengan sindrom mielodisplasia dapat mengembangkan kanker sel darah (leukemia) dalam tubuhnya.

Oleh karena komplikasinya sangat membahayakan, kamu disarankan untuk segera menemui dokter di rumah sakit terdekat saat menemukan sejumlah gejalanya. Penanganan yang tepat akan menghindarimu dari sejumlah komplikasi yang bisa saja terjadi.

Baca juga: Hindari Kebiasan Merokok Bisa Cegah Sindrom Mielodisplasia

Ketahui Apa yang Menjadi Penyebab Sindrom Mielodisplasia

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab kondisi ini. Meski demikian, beberapa orang yang memiliki faktor risiko sindrom mielodisplasia akan lebih rentan mengidap kondisi ini. Hal tersebut dapat dipicu oleh faktor eksternal, seperti efek samping prosedur radiasi atau penggunaan obat-obatan pada kemoterapi.

Bukan itu saja, sindrom ini juga bisa disebabkan oleh perubahan DNA dalam tubuh yang memicu sejumlah gangguan pada sumsum tulang dalam memproduksi sel darah yang dibutuhkan. Dalam keadaan normal, sumsum tulang memproduksi tiga jenis sel darah, yaitu:

  • Platelet, yang berfungsi membantu proses pembekuan darah.
  • Sel darah merah, yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  • Sel darah putih, yang berfungsi membantu tubuh melawan infeksi.

Saat seseorang mengalami sindrom mielodisplasia, sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah yang sempurna dalam jumlah yang cukup. Sumsum tulang justru memproduksi sel darah abnormal yang belum sepenuhnya sempurna, sehingga sel darah tersebut mudah rusak dan tidak berfungsi dengan baik dalam menjalankan fungsinya.

Jika kondisi tersebut tidak segera diatasi, maka sumsum tulang akan dipenuhi oleh sel darah yang abnormal, sehingga kerusakan akan menjadi semakin parah dan membuat jumlah sel darah sehat pada tubuh semakin berkurang. Jadi, selalu perhatikan kondisi yang kamu alami, ya!

Baca juga: Paparan Logam Berat Berisiko Terkena Sindrom Mielodisplasia

Perubahan Gaya Hidup yang Diperlukan

Saat mengidap kondisi ini, kamu perlu mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih sehat. Beberapa kebiasaan yang harus kamu lakukan adalah rutin mencuci tangan, karena risiko penularan infeksi dapat dikurangi dengan rutin mencuci tangan menggunakan air hangat dan sabun, terutama sebelum atau sesudah makan. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan kebersihan makanan yang ingin kamu konsumsi.

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Myelodysplastic syndrome (myelodysplasia).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Myelodysplastic syndromes.