• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Aspergilosis

Ini Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Aspergilosis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Tergantung pada jenis infeksinya, aspergilosis dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari perdarahan parah sampai fatal di paru-paru, sampai infeksi sistemik. Komplikasi paling serius dari aspergilosis invasif adalah penyebaran infeksi ke bagian lain dari tubuh, terutama otak, jantung, dan ginjal. 

Baca juga: Ketahui Langkah Pencegahan Terjadinya Aspergilosis

Perlu diketahui kalau aspergilosis invasif dapat menyebar dengan cepat dan mungkin berakibat fatal. Aspergillosis invasif hanya terjadi pada orang yang imunitasnya melemah akibat kemoterapi kanker, transplantasi sumsum tulang, atau penyakit pada sistem kekebalan tubuh. Informasi selengkapnya mengenai komplikasi aspergilosis bisa dibaca di bawah ini!

Penyebab Aspergilosis dan Komplikasinya

Penyebab komplikasi aspergilosis tidak dapat dihindari. Jamur aspergillus sebagai pemicu aspergilosis biasanya ditemukan di luar ruangan pada dedaunan yang membusuk, kompos, pada tanaman, pohon, dan tanaman biji-bijian.

Paparan aspergillus setiap hari jarang menjadi masalah bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ketika spora jamur terhirup, sel-sel sistem kekebalan mengelilinginya dan menghancurkan spora tersebut. 

Baca juga: Aspergilosis Terjadi Saat Jamur Masuk ke Pernapasan

Namun, orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah akibat penyakit atau obat penekan kekebalan memiliki lebih sedikit sel yang melawan infeksi. Ini memungkinkan aspergillus untuk bertahan, menyerang paru-paru dan dalam komplikasi yang paling serius dapat menyerang bagian tubuh lainnya.

Komplikasi aspergilosis bisa mengakibatkan kondisi yang serius jika seseorang yang terinfeksi mengalami beberapa kondisi kesehatan berikut ini:

1. Asma.

2. Fibros.

3. TB atau infeksi paru-paru lainnya.

4. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease).

5. Mengonsumsi obat yang menekan kekebalan tubuh termasuk obat yang diminum setelah transplantasi organ.

6. Kanker.

7. Kemoterapi.

8. Konsumsi kortikosteroid dosis tinggi.

Informasi lebih jelas mengenai komplikasi yang disebabkan oleh aspergilosis bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Pencegahan Komplikasi Aspergilosis

Kondisi komplikasi aspergilosis tergantung pada jenis aspergilosisnya. Ada aspergillosis paru alergi yang merupakan reaksi alergi terhadap jamur. Infeksi ini biasanya berkembang pada orang yang sudah memiliki masalah paru-paru, seperti asma atau cystic fibrosis.

Kemudian, ada juga kondisi aspergiloma yang merupakan pertumbuhan (bola jamur) dan berkembang sebagai akibat dari penyakit paru-paru masa lalu atau jaringan parut paru-paru, seperti TBC atau abses paru-paru.

Aspergillosis paru invasif adalah infeksi pneumonia yang serius. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya kondisi ini dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Infeksi ini paling sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Ini bisa dari kanker, AIDS, leukemia, transplantasi organ, kemoterapi, atau kondisi atau obat lain yang menurunkan jumlah atau fungsi sel darah putih atau melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Komplikasi aspergilosis bisa diatasi dengan tindakan ataupun penanganan sesegera mungkin setelah munculnya gejala. Gejala biasanya tergantung pada jenis infeksi:

Gejala aspergillosis paru alergi meliputi:

1. Batuk,

2. Batuk darah atau keluarnya lendir kecoklatan,

3. Demam,

3. Sensasi sakit,

4. Penurunan berat badan.

Gejala lain tergantung pada bagian tubuh yang terkena, dan mungkin termasuk:

1. Sakit tulang,

2. Nyeri dada,

3. Panas dingin,

4. Penurunan output urine,

5. Sakit kepala,

6. Peningkatan produksi dahak, yang mungkin berdarah,

7. Sesak napas,

8. Luka kulit (lesi),

9. Masalah penglihatan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Aspergillosis.
Centers for Disease and Prevention. Diakses pada 2020. Aspergillosis.