• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Manfaat dan Efek Samping Bee Pollen

Ini Manfaat dan Efek Samping Bee Pollen

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Manfaat dan Efek Samping Bee Pollen

Halodoc, Jakarta – Selain madu yang manfaatnya sudah dikenal luas, belakangan ini bee pollen juga sedang digemari banyak orang lantaran dipercaya mengatasi beberapa masalah kesehatan. Namun, sebelum mengonsumsinya, ada baiknya kamu ketahui dulu manfaat dan efek samping dari bee pollen di sini.

Bee pollen adalah campuran dari serbuk sari bunga, nektar, enzim, madu, lilin, dan sekresi lebah. Campuran tersebut didapatkan dari para lebah pekerja yang mengumpulkan pollen atau serbuk sari dari bunga-bunga untuk disimpan dan digunakan sebagai makanan bagi koloni lebah.

Bee pollen tidak sama dengan produk lebah lainnya, seperti madu, royal jelly, atau sarang lebah, karena produk-produk tersebut mungkin tidak mengandung serbuk sari atau mungkin mengandung zat lain.

Baca juga: Khasiat Madu yang Tak Perlu Diragukan Bagi Pria

Manfaat Bee Pollen

Baru-baru ini, bee pollen menarik perhatian banyak orang karena kandungan nutrisi di dalamnya yang sangat kaya dan menyehatkan, seperti asam amino, vitamin, mineral, karbohidrat, lipid, dan protein. 

Sudah sejak lama, para ahli herbal telah memuji bee pollen sebagai makanan yang sangat bergizi, bahkan mereka mengklaim produk tersebut dapat mengatasi masalah kesehatan tertentu. Faktanya, The Federal Ministry of Health di Jerman juga mengakui bee pollen sebagai obat. Banyak penelitian juga sudah meneliti manfaat kesehatan dari bee pollen dan menemukan hasil yang menjanjikan.

Berikut manfaat dari bee pollen:

1.Memiliki Beragam Kandungan Gizi 

Bee pollen mengandung lebih dari 250 zat aktif biologis, termasuk protein, karbohidrat, lipid, asam lemak, vitamin, mineral, enzim, dan antioksidan. Dalam butiran serbuk sari lebah, mengandung kurang lebih:

  • Karbohidrat: 40 persen
  • Protein: 35 persen.
  • Air: 4-10 persen.
  • Lemak: 5 persen.
  • Zat lain: 5-15 persen.

Namun, kandungan nutrisi bee pollen juga tergantung pada sumber tumbuhan dan musim pengumpulannya. Misalnya, penelitian telah menemukan bahwa bee pollen yang dikumpulkan dari tanaman pinus memiliki protein sekitar 7 persen, sedangkan pollen yang dikumpulkan dari pohon kurma dapat mengandung protein sebanyak 35 persen. Bee pollen yang dipanen selama musim semi juga memiliki komposisi asam amino yang berbeda dari pollen yang dikumpulkan selama musim panas.

2.Kaya Antioksidan untuk Melindungi dari Radikal Bebas

Bee pollen juga sarat dengan berbagai macam antioksidan, seperti flavonoid, karotenoid, quercetin, kaempferol, dan glutathione.

Antioksidan dapat melindungi tubuh kamu dari molekul berbahaya yang disebut radikal bebas. Dampak dari radikal bebas sering dikaitkan dengan penyakit kronis seperti kanker dan diabetes tipe 2.

Nah, beberapa penelitian pada manusia telah menunjukkan bahwa antioksidan dalam bee pollen dapat mengurangi peradangan kronis, menghilangkan bakteri berbahaya, melawan infeksi, dan menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor.

3.Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Baik lipid darah tinggi maupun kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Manfaat bee pollen dipercaya dapat menurunkan faktor-faktor risiko tersebut.

Penelitian pada hewan membuktikan bahwa ekstrak bee pollen dapat menurunkan kadar kolesterol darah, terutama kolesterol LDL yang jahat. Selain itu, antioksidan dalam bee pollen juga mampu melindungi lipid dari oksidasi. Lipid yang teroksidasi dapat menggumpal dan menghambat pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

4.Meningkatkan Fungsi Hati

Hati adalah organ vital yang berfungsi untuk memecah dan mengeluarkan racun dari darah. Penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa bee pollen dapat meningkatkan kemampuan hati untuk melakukan detoksifikasi. Produk lebah tersebut dapat meningkatkan pertahanan antioksidan hati dan membantu membuang lebih banyak produk limbah dari darah.

Penelitian lainnya pada hewan juga menunjukkan bahwa antioksidan bee pollen dapat melindungi hati dari kerusakan akibat beberapa zat beracun, termasuk overdosis obat. Bahkan produk tersebut juga dapat membantu penyembuhan hati.

Baca juga: 5 Cara Lakukan Detoks untuk Liver Secara Alami

5.Mengandung Beberapa Senyawa yang Bersifat Anti-Peradangan

Bee pollen juga sudah lama digunakan secara tradisional untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan. Manfaat ini berkat kandungan beberapa senyawa yang bersifat antiinflamasi, termasuk quercetin antioksidan yang menurunkan produksi asam lemak omega-6 dari proses inflamasi, seperti asam arakidonat. Senyawa tanaman dalam bee pollen juga dapat menekan proses biologis yang memicu produksi hormon inflamasi seperti faktor nekrosis tumor.

Efek Samping Bee Pollen

Bee pollen tampaknya aman bagi kebanyakan orang, setidaknya bila dikonsumsi dalam jangka pendek. Namun, bila kamu memiliki alergi serbuk sari, kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk menggunakan produk lebah tersebut. Pasalnya, bee pollen dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius, seperti sesak napas, gatal-gatal, bengkak, dan anafilaksis. 

Bee pollen juga tidak aman untuk wanita hamil dan menyusui. Produk tersebut juga dapat menyebabkan peningkatan terjadinya perdarahan bila dikonsumsi dengan obat pengencer darah tertentu, seperti warfarin. Sebaiknya, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter sebelum kamu mengonsumsi bee pollen bila kamu sedang mengonsumsi obat, obat bebas atau herbal.

Baca juga: Benarkah Bakteri pada Madu Bisa Sebabkan Botulisme pada Bayi?

Kamu juga bisa berdiskusi dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi bee pollen melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Top 11 Health Benefits of Bee Pollen.
WebMD. Diakses pada 2020. Bee Pollen Benefits and Side Effects