Ini Metode Diagnosis Kelainan Paru-Paru dengan Radiologi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Metode Diagnosis Kelainan Paru-Paru dengan Radiologi

Halodoc, Jakarta - Kelainan paru-paru menjadi salah satu kondisi kesehatan yang umum terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Merokok, infeksi, dan kelainan genetik menjadi beberapa masalah kesehatan yang menyerang organ pernapasan. Paru-paru adalah bagian dari tubuh yang sangat kompleks, mengembang dan mengendur ribuan kali setiap hari untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh. 

Penyakit paru bisa terjadi di bagian mana saja dari organ ini. Kelainan paru-paru bisa berdampak pada tidak optimalnya kinerja saluran napas, pada alveoli, interstitium, pembuluh darah, pleura, hingga rongga dada. Masing-masing dampaknya ini disebabkan karena jenis penyakit yang berbeda, dengan penyebab dan gejala yang berbeda pula, tetapi terkadang masih saling berkaitan. 

Metode Diagnosis Kelainan Paru-Paru 

Kelainan pada paru-paru bisa didiagnosis dengan beberapa cara. Tentu saja, dokter memeriksa kondisi fisik dan riwayat kesehatan berdasarkan keluhan yang dialami. Lalu, dokter turut memeriksa riwayat kesehatan keluarga, apakah ada kaitannya dengan faktor genetik. 

Baca juga: Waspadai 5 Penyakit Paru yang Umum Terjadi

Jika dibutuhkan, dokter melakukan beberapa prosedur medis tambahan, salah satunya adalah pemeriksaan radiologi. Beberapa prosedur radiologi yang dilakukan berkaitan dengan kelainan paru-paru adalah rontgen, CT scan, dan MRI. CT scan dan MRI dapat menunjukkan dan mengukur aspek morfologi dan proses fungsionalnya, seperti perfusi, respirasi, dan metabolisme setiap wilayah. Keduanya juga sering digunakan dalam pemantauan pengobatan atau penyakit untuk mengidentifikasi perkembangan dan memungkinkan pengobatan yang tepat atau intervensi lebih lanjut. 

Sementara itu, rontgen yang memanfaatkan sinar-X sangat berguna dalam diagnosis penyakit pneumonia, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Prosedur CT scan memberikan indikasi yang lebih baik untuk kelainan paru-paru yang terjadi karena tumor, emboli paru akut, hipertensi paru, fibrosis paru, PPOK tingkat lanjut, dan pneumonia pada pasien berisiko tinggi. Lalu, pemeriksaan MRI dilakukan untuk membantu diagnosis yang berkaitan dengan penyakit fibrosis kistik, emboli paru, hipertensi paru, dan karsinoma bronkial. 

Baca juga: PPOK Tidak Bisa Disembuhkan, Benarkah?

Tentu saja, masing-masing metode pemeriksaan radiologi untuk mendeteksi kelainan paru-paru ini memiliki keunggulan dan kelemahannya. Pilihan metode pemeriksaan radiologi untuk mendeteksi, diagnosis, pemeriksaan lanjutan, dan kuantifikasi penyakit harus didasarkan pada pilihan klinis masing-masing individu. Bukan tanpa alasan, karena ini membantu pemberian pengobatan dan perawatan yang tepat tanpa harus menggunakan tes lain.

Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Kelainan paru-paru menyumbangkan angka kematian terbesar, selain penyakit yang berhubungan dengan jantung dan kanker. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui cara menjaga kesehatan organ pernapasan ini. Salah satu caranya adalah membiasakan hidup sehat dengan berhenti merokok, karena paparan asap rokok, baik untuk perokok aktif maupun perokok pasif, sama-sama berdampak buruk pada kesehatan paru-paru. 

Baca juga: Ini Fakta Penting Mengenai Fibrosis Kistik pada Anak

Selanjutnya, kenali gejala kelainan paru-paru sejak dini. Ini membantu untuk mendapatkan diagnosis lebih cepat dan penanganan serta pengobatan yang lebih akurat. Kamu bisa bertanya pada dokter langsung melalui aplikasi Halodoc. Dokter ahli paru akan membantu menjawab dan memberikan solusi dari keluhan yang kamu alami terkait masalah organ pernapasan ini. Download segera di ponsel kamu. 

Kamu pun bisa langsung bertemu dan berkonsultasi dengan dokter tanpa perlu menunggu lama. Bahkan, kamu bisa menentukan sendiri rumah sakit untuk bertemu, misalnya yang terdekat dengan lokasi kamu sekarang. Caranya bisa kamu lihat di sini.