Ini Pencegahan Virus Molluscum pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Pencegahan Virus Molluscum pada Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta - Saat sedang hamil, bisa menjadi cukup merepotkan. Hal ini karena saat hamil, seorang wanita tidak boleh sembarang mengonsumsi obat karena bisa memengaruhi tumbuh kembang calon bayi di dalam kandungan.

Salah satu penyakit yang harus dihindari saat hamil adalah infeksi virus molluscum. Seseorang yang mengalami penyakit ini memiliki benjolan kecil yang muncul pada permukaan kulit. Umumnya, benjolan tanda penyakit ini seukuran biji kacang hijau dan terasa keras dan tidak menimbulkan rasa sakit yang mengganggu.

Meski begitu, kondisi ini cukup berbahaya jika dialami oleh ibu hamil karena tercatat adanya penyebaran virus ke bayi saat ibu melahirkan dengan cara normal (per-vaginal). Penyebaran ini menyebabkan munculnya bintik-bintik berisi badan mulloscum baik pada kepala, badan, maupun tangan, dan kaki bayi kelak.

Jumlah kasusnya tidak banyak, tapi kemungkinan ini menjadi perhatian. Hal ini yang kemungkinan menjadi pertimbangan dokter kandungan yang menyarankan seorang ibu hamil untuk melakukan operasi cesar agar bayi terhindar dari infeksi virus tersebut.

Baca Juga: Ketahui Gejala untuk Mendeteksi Virus Molluscum

Lalu, Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Virus Molluscum?

Pencegahan penularan penyakit ini bukan hal yang sulit. Kamu bisa melakukannya dengan cara menjaga jarak dengan pengidapnya. Kamu wajib menghindari bersentuhan kulit secara langsung dengan orang yang memiliki penyakit molluscum contagiosum. Selain itu, sebaiknya jangan bertukar barang pribadi atau menggunakan benda yang sebelumnya dipakai oleh pengidap penyakit ini. Hindari melakukan hubungan intim dengan orang yang tengah mengalami infeksi molluscum contagiosum.

Namun, jika sudah terlanjur mengalami penyakit ini, sebaiknya tidak menyentuh atau menggaruk bagian tubuh yang terserang. Hal ini karena penyakit ini bisa dengan mudah menyebar ke area tubuh lain. Kamu bisa menutup bagian tersebut dengan plester agar terhindar dari sentuhan yang bersifat tidak sengaja. Selain itu, jangan pernah memencet paksa atau menggaruk bintil yang muncul karena penyakit ini. Kebiasaan tersebut bisa memicu rasa sakit dan meninggalkan bekas luka pada permukaan kulit.

Baca Juga: Alasan Remaja Rentan Terkena Virus Molluscum

Komplikasi Molluscum Contagiosum

Meski tergolong ringan dan bisa sembuh sendiri, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi biasanya terjadi jika kita berusaha menghilangkan bintil molluscum contagiosum dengan cara menggaruk atau memencetnya, akibatnya akan timbul luka. Bakteri yang masuk dari luka inilah yang menyebabkan infeksi sekunder dan komplikasi lebih lanjut. Beberapa komplikasi akibat molluscum contagiosum adalah:

  • Konjungtivitis, yaitu peradangan pada lapisan mata paling luar mata. Komplikasi ini terjadi jika molluscum contagiosum tumbuh pada kelopak mata. Gejalanya adalah mata memerah, berair, atau bengkak.

  • Keratitis, yakni infeksi pada bagian kornea. Sama seperti konjungtivitis, komplikasi ini terjadi akibat molluscum contagiosum yang tumbuh pada kelopak mata. Pengidap keratitis merasakan mata mereka sensitif pada cahaya. Gejala lainnya adalah rasa sakit pada mata dan penglihatan menjadi buram.

  • Jaringan parut atau bekas luka pada kulit yang terkena molluscum contagiosum.

  • Infeksi bakteri.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini 3 Penyebab Molluscum Contagiosum yang Menyerang Organ Intim

Walaupun pencegahan sudah dilakukan secara maksimal, tetapi kemungkinan penularan bisa saja terjadi tanpa disadari. Sebaiknya segera bicarakan kondisi pada dokter kulit, biasanya dilakukan tindakan untuk mengeluarkan isi lenting molloscum tersebut agar tidak menyebar. Kamu bisa komunikasikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc  di Google Play atau App Store sekarang juga.