Ini Pengobatan Efektif untuk Dermatitis Herpetiformis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Pengobatan Efektif untuk Dermatitis Herpetiformis

Halodoc, Jakarta - Beberapa orang terlahir dengan kondisi tidak mampu mengonsumsi gluten. Tubuh akan menganggap gluten yang dikonsumsi sebagai ancaman sehingga sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dan menyerangnya. Akibat dari kondisi ini, tampak gejala seperti misalnya ruam. Kondisi ini dikenal dengan dermatitis herpetiformis

Dermatitis herpetiformis termasuk dalam penyakit kulit yang jarang. Siapa pun yang berusia 20 hingga 60 tahun memiliki risiko yang sama. Penyakit ini bisa dicegah dengan cara menjauhi beberapa faktor risikonya, misalnya menghindari makanan mengandung gluten jika memang kamu didiagnosis intoleransi dengan gluten. Beberapa makanan mengandung gluten yang wajib dihindari antara lain roti, kue kering, mie, spageti, sereal, atau beberapa jenis makanan yang dipanggang.

Baca juga: Kenali 4 Jenis Dermatitis dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Mengatasi Dermatitis Herpetiformis?

Kondisi ini bisa diatasi dengan pemberian antibiotik dapson, tetapi saat pertama kali dikonsumsi gejala bisa semakin parah seperti munculnya sensasi gatal, kemerahan, dan rasa panas. Tidak hanya itu, pemberian obat ini membutuhkan pemantauan dari dokter secara rutin dan pengujian laboratorium. 

Cara lain mengobati kondisi ini adalah diet ketat bebas gluten, tetapi memerlukan waktu beberapa bulan untuk merasakan efeknya. Ketaatan terhadap diet bebas gluten memerlukan konseling dengan ahli gizi untuk membantu mengidentifikasi dan menghilangkan sumber makan gluten yang jelas dan tepat, atau diberikan suplemen atau minuman pengganti gluten.

Selain itu, obat-obatan seperti steroid, losion kalamina, dapson antihistamin atau sulfapyridin bisa mengurangi inflamasi (bengkak, kemerah-merahan), dan mengurangi berat dan lamanya penyakit.

Baca juga: Mitos dan Fakta Makanan Bebas Gluten 

Selain Ruam, Apa Lagi Gejala dari Dermatitis Herpetiformis?

Saat mengidap kondisi ini, tidak hanya ruam yang terjadi pada kulitmu. Kulit, mulut, dan sistem pencernaan kamu juga merasakan beberapa gejala juga. Pada kulit, gejalanya antara lain: 

  • Lepuh;
  • Gatal;
  • Kulit merah yang berkelompok;
  • Sensasi seperti terbakar;
  • Sering menggaruk.

Kondisi ini umum untuk berkembang pada siku, lutut, bokong, dan kulit kepala. Area seperti wajah dan selangkangan lebih jarang mengalaminya. Sementara itu, pada mulut terjadi gejala, seperti: 

  • Perubahan warna pada email gigi;
  • Ulserasi mulut atau sariawan.

Di dalam sistem pencernaan juga akan mengalami gangguan, seperti: 

  • Perut kembung;
  • Kram;
  • Nyeri;
  • Diare;
  • Sembelit.

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Pengidap Dermatitis Herpetiformis

Adakah Perawatan Rumahan yang Dilakukan untuk Atasi Dermatitis Herpetiformis?

Selain pemberian obat-obatan, terdapat beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi gejala dermatitis herpetiformis, yaitu:

  • Gunakan obat-obatan yang hanya diresepkan oleh dokter;
  • Hindari makanan yang mengandung gluten;
  • Hindari aktivitas yang menyebabkan tubuh berkeringat lebih;
  • Bersihkan kulit dengan rutin untuk mengurangi risiko infeksi;
  • Lakukan pemeriksaan ulang sesuai dengan jadwal dokter;
  • Cuci pakaian, handuk dan seprai secara teratur.

Untuk informasi lebih banyak mengenai dermatitis herpetiformis, kamu bisa chat dengan dokter melalui aplikasi Halodoc

Siapa Saja yang Beresiko Tinggi Alami Dermatitis Herpetiformis?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko infeksi kulit ini. Namun, penyakit ini cenderung terjadi pada orang-orang dengan kondisi:

  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit celiac atau dermatitis herpes;
  • Diabetes tipe 1;
  • Sindrom Down atau sindrom Turner;
  • Penyakit kelenjar tiroid;
  • Sindrom Sjogren;
  • Kolitis.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Dermatitis Herpetiformis.
Celiac Disease Foundation. Diakses pada 2019. Dermatitis Herpetiformis.