• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penjelasan tentang Istilah Paru-Paru Basah

Ini Penjelasan tentang Istilah Paru-Paru Basah

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Penjelasan tentang Istilah Paru-Paru Basah

Halodoc, Jakarta - Kamu mungkin tidak asing dengan istilah paru-paru basah. Beberapa mitos ada yang menyebutkan bahwa kondisi ini bisa saja dialami jika seseorang tidak suka pakai jaket saat mengendarai motor di kala malam, atau kebiasaan tidur di lantai. Namun, apakah hal tersebut benar adanya? Sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan paru-paru basah?

Dalam dunia medis, istilah paru-paru basah biasanya merujuk pada peradangan di paru-paru yang menyebabkan terbentuknya timbunan cairan di jaringan paru. Umumnya, kondisi ini bisa menggambarkan beberapa penyakit, mulai dari pneumonia akibat infeksi bakteri atau bahkan karena infeksi virus. Paru-paru basah bukanlah kondisi yang bisa disepelekan, terlebih jika dialami bayi, anak kecil, lansia, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, karena bisa saja sebabkan komplikasi berbahaya.

Baca juga: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Paru-Paru Basah

Apa Saja Gejala Paru-Paru Basah?

Secara umum, penyakit paru-paru basah dapat dikenali berkat berbagai gejala umumnya, seperti: 

  • Batuk kering atau batuk yang disertai dahak berwarna kuning, cokelat, hijau, atau kemerahan (batuk darah).
  • Nyeri di area dada dan bertambah parah ketika batuk.
  • Napas berat atau terasa sesak, bahkan ketika sedang istirahat.
  • Demam, menggigil, dan sering berkeringat.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kelelahan atau terlihat tidak berenergi.
  • Mual, muntah, atau diare.
  • Jantung berdebar.

Baca juga: Selain Merokok, Kebiasaan Ini Menjadi Penyebab Infeksi pada Paru-Paru

Selain itu, ada juga gejala tambahan paru-paru basah yang muncul sesuai usia pengidapnya, antara lain:

  • Pada bayi, gejalanya bisa batuk atau mungkin tidak terlalu jelas. Gejala yang dapat muncul biasanya adalah bayi menjadi rewel dan sulit makan atau minum.
  • Pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun, napas bisa menjadi cepat dan berbunyi (mengi).
  • Pada orang dewasa, gejala tambahannya bisa berupa linglung, mengantuk, bahkan menyebabkan koma.

Jika kamu memiliki beberapa gejala di atas, kamu bisa diskusikan dahulu dengan dokter di Halodoc mengenai hal ini. Dokter mungkin akan memberikan saran pengobatan yang bisa segera kamu lakukan untuk meringankan gejala dan mengatasi paru-paru basah hingga tuntas.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Penyakit Paru-Paru Basah pada Anak

Apa Saja Sih Penyebab Paru-Paru Basah?

Ada beberapa hal yang bisa sebabkan seseorang alami paru-paru basah, yaitu:

  • Infeksi Bakteri. Bakteri penyebab paru-paru basah yang paling umum adalah Streptococcus pneumoniae. Tak hanya itu, ada juga bakteri Legionella pneumophila, Mycoplasma pneumoniae, Staphylococcus aureus, dan Haemophilus influenzae. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penularan kuman dari orang lain atau akibat penggunaan alat ventilator dalam jangka panjang.
  • Infeksi Virus. Virus yang menyebabkan penyakit flu, bronkitis, dan bronkiolitis merupakan penyebab umum paru-paru basah pada balita. Paru-paru basah jenis ini umumnya lebih ringan dan bisa sembuh sendiri dalam 1-3 minggu tanpa pengobatan. Namun, ada juga orang yang bisa menjadi semakin berat sehingga perlu segera diberi pengobatan.
  • Infeksi Jamur. Paru-paru basah karena infeksi jamur umumnya terjadi pada orang yang memiliki masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Infeksi juga dapat terjadi setelah jamur dari tanah atau kotoran burung terhirup. beberapa jamur yang bisa menyebabkan paru-paru basah adalah Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus, dan Histoplasmosis.

Tak hanya infeksi, paru-paru basah juga dapat terjadi akibat hal lain, seperti pneumonia aspirasi yang terjadi akibat masuknya benda asing, seperti cairan lambung, air liur, makanan, atau minuman, ke dalam saluran napas dan menimbulkan gangguan pada paru-paru. Pada kasus tertentu, paru-paru basah juga bisa saja muncul akibat efusi pleura.

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2020. What Causes Pneumonia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pleurisy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pneumonia.
Stanford Children's Health. Diakses pada 2020. Acute Bronchitis in Children.