• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Edema Paru Kardiogenik dan Non-Kardiogenik

Ini Penyebab Edema Paru Kardiogenik dan Non-Kardiogenik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Edema paru adalah salah satu keluhan pada paru yang tak boleh diremehkan. Penyakit ini bisa membuat pengidapnya sulit bernapas akibat penumpukan cairan di dalam kantong paru-paru (alveoli). Kondisi ini bisa terjadi tiba-tiba ataupun berkembang dalam jangka waktu lama. 

Normalnya, udara akan masuk ke dalam paru-paru ketika seseorang bernapas. Namun, pada pengidap edema paru lain lagi ceritanya, paru-paru justru terisi oleh cairan. Alhasil, oksigen yang dihirup tidak mampu masuk ke paru-paru dan aliran darah. 

Nah, edema paru ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kardiogenik dan non-kardiogenik. Lalu, apa yang menjadi penyebab edema paru kardiogenik dan non-kardiogenik?

Baca juga: Hipertensi Bisa Sebabkan Edema Paru, Ini Penjelasannya

Berbagai Macam Penyebab Edema Paru

Pada dasarnya edema paru terkait jantung (kardiogenik) disebabkan oleh peningkatan tekanan di jantung, biasanya akibat gagal jantung. Ketika ventrikel kiri (bagian rongga jantung) sakit atau terlalu banyak bekerja, dan tidak dapat memompa cukup darah yang didapatnya dari paru-paru, sehingga tekanan di jantung naik.

Tekanan yang meningkat ini mendorong cairan melalui dinding pembuluh darah ke dalam kantung udara (alveoli paru).

Nah, berikut beberapa hal atau penyebab edema paru kardiogenik:

  • Penyakit arteri koroner.
  • Kardiomiopati atau kerusakan otot jantung. 
  • Masalah katup jantung, seperti penyempitan katup aorta atau mitral jantung (stenosis) atau katup yang bocor atau tidak menutup dengan benar.
  • Hipertensi yang tidak diobati atau tidak terkontrol.
  • Masalah jantung lainnya, seperti miokarditis atau aritmia..
  • Penyakit ginjal.
  • Kondisi kesehatan kronis, seperti penyakit tiroid dan penumpukan zat besi (hemochromatosis) atau protein (amiloidosis) juga bisa menyebabkan gagal jantung dan menyebabkan edema paru.

Baca juga: Hati-Hati, Dampak Edema Paru pada Ibu Hamil

Lalu, bagaimana dengan edema paru non-kardiogenik atau tidak berhubungan dengan jantung? Nah, penyebab edema paru non-kardiogenik di antaranya: 

  • Acute respiratory distress syndrome (ARDS).
  • Konsumsi obat-obatan tertentu yang terlalu banyak, seperti aspirin hingga obat-obatan terlarang seperti heroin dan kokain.
  • Gumpalan darah di paru-paru (emboli paru).
  • Paparan racun tertentu.
  • Faktor ketinggian, edema paru sering dialami pendaki gunung, pemain ski, dan aktivitas lainnya ketinggian sekitar 2.400 meter.
  • Hampir tenggelam. 
  • Menghirup asap dalam jumlah banyak,asap dari api mengandung bahan kimia yang merusak selaput antara kantung udara dan kapiler, sehingga memungkinkan cairan masuk ke paru-paru.
  • Infeksi virus, seperti hantavirus and dengue virus.

Penyebabnya sudah, bagaimana cara mengobati edema paru? 

Ketahui Cara Pengobatan Edema Paru

Edema paru bukan kondisi yang bisa dipandang remeh. Oleh sebab itu bila dirimu melihat ada seseorang mengalami serangan edema paru akut dengan gejala berupa pusing, kulit berubah menjadi biru, mengeluarkan banyak keringat, tekanan darah turun, hingga batuk yang disertai dengan darah, segeralah bawa ke rumah sakit. Pasalnya, edema paru akut yang tidak segera ditangani bisa berpotensi menyebabkan kematian. 

Untuk pengobatan edema paru biasanya dokter akan memberikan oksigen. Selanjutnya, obat yang diberikan adalah diuretik seperti furosemide dan obat golongan nitrat seperti nitrogliserin.

Diuretik bekerja dengan membuang lebih banyak cairan. Sementara itu, nitrat bekerja dengan melebarkan pembuluh darah. Nah, kedua hal ini yang mengurangi tekanan di dalam pembuluh darah. 

Baca juga: Ini Bedanya Edema Paru dan Pneumonia

Pada beberapa kasus, edema paru terkadang disertai dengan naik atau turunnya tekanan darah. Oleh sebab itu, obat untuk membuat tekanan darah optimal mungkin akan diberikan. Selain itu, bila diperlukan, dokter akan memasang selang untuk disambungkan ke alat bantu napas, untuk memastikan oksigen yang masuk ke dalam tubuh cukup.

Dalam beberapa kasus, dokter juga bisa menggunakan morfin dalam pengobatan edema paru. Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan sesak napas dan gelisah.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Pulmonary Edema
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Disease and Conditions. Pulmonary Healthline. Diakses pada 2021. What Is Pulmonary Edema?