• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Kutu Air di Telapak Kaki
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Kutu Air di Telapak Kaki

Ini Penyebab Kutu Air di Telapak Kaki

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 Juli 2021
Ini Penyebab Kutu Air di Telapak KakiIni Penyebab Kutu Air di Telapak Kaki

“Memiliki istilah medis tinea pedis, kutu air merupakan infeksi pada kulit kaki yang terjadi karena jamur. Masalah kesehatan kulit ini biasanya berawal dari sela jari kaki, lalu menyebar ke seluruh bagian kaki.”

Halodoc, Jakarta – Kutu air bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang usia. Memiliki istilah lain athlete’s foot, penyakit ini rentan terjadi pada kaki yang lembap atau basah karena keringat maupun penggunaan alas kaki yang tidak pas. Saat infeksi terjadi, kulit kaki akan terasa gatal, kemerahan, dan bersisik. 

Sebenarnya, kutu air akan sembuh dengan obat antijamur. Meski begitu, gangguan kesehatan ini tetap bisa kambuh kembali apabila faktor penyebabnya tidak ditangani. Ini terutama kaki lembap dan basah.

Apa Penyebab Kutu Air?

Infeksi jamur yang berasal dari kelompok dermatophytes menjadi penyebab kutu air di telapak kaki yang paling sering ditemui. Tak hanya itu, jamur tersebut juga bisa mengakibatkan kurap dan tinea cruris. Waspada, kutu air sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan pengidap atau kontak lingkungan.

Baca juga: Kutu Air Membandel, Ini Cara Mudah Mengatasinya

Selain karena infeksi jamur, kutu air juga lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan kondisi berikut:

  • Tinggal di area perkotaan padat penduduk dengan cuaca yang cenderung panas.
  • Beraktivitas di sarana umum tanpa alas kaki, terlebih di kamar mandi, pemandian, atau kolam renang umum.
  • Kaki mudah berkeringat.
  • Ada luka pada kuku atau kulit kaki.
  • Berbagi benda pribadi dengan orang lain, termasuk sepatu, kaos kaki, dan handuk.
  • Memakai sepatu dengan ukuran terlalu kecil.
  • Tidak mengganti kaos kaki. 

Meski bisa terjadi pada semua orang, tetapi kutu air lebih rentan menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Sebut saja pengidap HIV/AIDS atau diabetes.

Seperti Apa Gejala Kutu Air?

Saat terserang kutu air, area yang terinfeksi akan berwarna kemerahan, gatal, ruam, dan bersisik. Rasa gatal bahkan akan memburuk saat kamu melepas sepatu dan kaos kaki. Kutu air juga bisa memicu munculnya bau kaki, kulit kaki tampak melepuh, dan luka pada kaki. 

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Kaki Jika Terkena Kutu Air

Tak hanya itu, gejala lain yang bisa terjadi ketika mengalami kutu air di telapak kaki, yaitu:

  • Kulit kaki terasa, seperti terbakar, kering, pecah-pecah, dan terkelupas. 
  • Area kulit yang berada di sela jari akan berwarna kemerahan.

Hati-hati, infeksi jamur bisa menyebar hingga ke kuku dan memicu terjadinya onikomikosis atau jamur kuku. Gejalanya berupa kuku yang terlihat lebih pucat atau mengalami perubahan warna, tampak menebal tetapi permukaannya tidak rata, dan rapuh.

Jadi, segera lakukan pengobatan jika kamu mengalami gejala kutu air. Kamu bisa langsung menanyakan penanganannya pada dokter tanpa perlu keluar rumah. Tentu saja dengan pakai aplikasi Halodoc. Selanjutnya, obat yang diberikan dokter juga bisa langsung kamu beli melalui fitur pharmacy delivery. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasi Halodoc, ya!

Baca juga: Berbagai Macam Obat Medis untuk Mengatasi Kutu Air

Pengobatan Kutu Air

Pengobatan kutu air dilakukan dengan tujuan membantu meringankan infeksi yang terjadi. Lalu, obat juga membantu mencegah jamur menyebar dan infeksi terjadi berulang. Meski begitu, pengobatan ini memerlukan waktu hingga beberapa minggu. 

Kamu bisa menggunakan obat antijamur oles atau topikal untuk menyembuhkan kutu air. Bisa juga dengan obat yang diminum. Namun, dokter biasanya akan meresepkan obat topikal terlebih dahulu. Jika infeksi tak membaik, barulah kamu akan diresepkan obat oral. 

Kamu pun akan diberikan obat lain yang membantu meringankan rasa gatal, kulit kering dan bersisik. Apabila diduga ada infeksi sekunder, dokter umumnya akan memberikan obat antibiotik. Pastikan kamu menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokter, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Athlete’s Foot. 
DermNet NZ. Diakses pada 2021. Tinea Pedis. 
Healthline. Diakses pada 2021. Athlete’s foot (Tinea Pedis).