• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Latah pada Orang Dewasa yang Jarang Diketahui
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Latah pada Orang Dewasa yang Jarang Diketahui

Ini Penyebab Latah pada Orang Dewasa yang Jarang Diketahui

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 15 November 2022

“Latah merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, terutama pada orang dewasa. Penyebab latah pada orang dewasa pun bisa berasal dari kondisi atau penyakit tertentu.”

Ini Penyebab Latah pada Orang Dewasa yang Jarang DiketahuiIni Penyebab Latah pada Orang Dewasa yang Jarang Diketahui

Halodoc, Jakarta – Latah merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, terutama pada orang dewasa. Latah atau yang dikenal dengan istilah jumping frenchmen of maine merupakan reaksi berlebihan yang muncul saat seseorang terkejut oleh hal tertentu. Seseorang yang mengidap latah dapat meniru kata-kata yang diucapkan orang lain (ekolalia), melakukan gerakan tubuh tertentu, hingga mengucapkan kata-kata kasar atau vulgar. 

Perilaku meniru kata pada anak-anak umumnya normal terjadi karena merupakan bagian dari proses belajar. Namun, jika terus berlanjut hingga anak berusia lebih dari tiga tahun, ini harus segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan medis. 

Penyebab Latah pada Orang Dewasa

Latah adalah reaksi yang sering terjadi ketika seseorang mendengar suara atau merasakan sentuhan yang tidak terduga. Namun, kondisi ini lebih dialami oleh orang yang suka mengobrol atau extrovert. Penyebab reaksi berlebihan pada orang dewasa belum diketahui secara pasti. 

Akan tetapi, latah diduga terjadi akibat kondisi atau penyakit tertentu. Para ahli berpendapat bahwa latah merupakan gangguan dari neuropsikiatri. Artinya, jumping frenchmen of maine memiliki korelasi dengan saraf (adanya kelainan atau masalah). 

Ketika anak-anak belajar berbicara dan terbiasa dengan lingkungannya, latah ekolalia atau echopraxia adalah hal yang wajar. Namun, jika latah tetap dialami pada anak-anak hingga berumur tiga tahun ke atas, ini bisa menjadi indikasi autisme.

Sebaliknya, latah pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh stres, ketakutan, atau kekhawatiran. Seseorang mungkin mengalami ketakutan dan kecemasan hingga meniru kata-kata atau tindakan orang-orang di sekitarnya ketika mereka mendengar suara keras atau mengalami guncangan tubuh yang tiba-tiba dan keras. 

Tak hanya itu saja, latah pada orang dewasa juga bisa disebabkan oleh faktor lain, di antaranya:

  • Gangguan komunikasi, seperti afasia.
  • Demensia.
  • Cedera kepala.
  • Delirium.
  • Sindrom Tourette.
  • Kelumpuhan.
  • Skizofrenia.
  • Epilepsi.

Cara Mencegah Latah pada Orang Dewasa

Sampai saat ini, sebenarnya belum ada terapi atau penanganan khusus untuk mengatasi kondisi latah. Namun, pengobatan dapat dilakukan berdasarkan pada jenis atau gejala kondisi yang dimiliki.

Jika pengidapnya mengidap jenis echolalia, pengobatan akan difokuskan pada hal-hal berikut:

  • Terapi Bicara. Terapi bicara adalah cara yang efektif untuk mengobati echolalia.
  • Penggunaan Obat-Obatan. Jika pengidap mengalami stres atau kecemasan akibat responsnya terhadap kejutan, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan.

Pencegahan kondisi ini juga tidak bisa dilakukan secara khusus. Namun, salah satu jenis latah ekolalia, dapat dicegah pada anak sejak dini. Sebab, ekolalia sebenarnya merupakan bagian alami dari perkembangan anak.

Untuk menghindari ekolalia permanen pada anak-anak, orang tua harus mendorong bentuk komunikasi yang lain. Ajari anak berbagai kata dan frasa. Pada waktunya, kebanyakan anak secara alami akan mengatasi ekolalia.

Itulah pembahasan seputar penyebab latah pada orang dewasa. Apabila kamu mengalami masalah kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung pada dokter. Pakai aplikasi Halodoc untuk cek kesehatan rutin yang lebih mudah dengan memanfaatkan layanan janji medis. Yuk, download Halodoc secara gratis di App Store atau Google Play.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi
News Medical.net. Diakses pada 2022. What is Jumping Frenchmen of Maine Disorder?
WebMD. Diakses pada 2022. What is Echolalia?