• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam Hari
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam Hari

Ini Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam Hari

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 11 Juli 2022

“Sering buang air kecil malam hari atau nokturia menjadi salah satu gejala dari beberapa penyakit. Ia bisa terjadi saat seseorang mengidap diabetes dan sleep apnea.”

Ini Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam HariIni Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam Hari

Halodoc, Jakarta – Seberapa sering kamu melakukan buang air kecil menjadi salah satu pertanda kondisi kesehatan yang perlu kamu perhatikan. Dalam waktu 24 jam, seseorang normalnya akan melakukan buang air kecil sebanyak 7 hingga 8 kali. Namun, bisa saja kamu mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil akibat mengonsumsi air lebih banyak dari biasanya.

Selain memerhatikan frekuensi buang air kecil, kamu juga perlu waspada jika perubahan frekuensi buang air kecil meningkat di malam hari. Sebab, ini bisa menjadi beberapa tanda gangguan kesehatan pada tubuh. Yuk, simak ulasan mengenai penyebab peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari berikut ini!

Penyebab Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil di Malam Hari

Jika kamu sesekali terbangun pada malam hari karena ingin buang air kecil, tentunya hal ini sangat normal terjadi. Namun, waspada jika kamu mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil pada malam hari yang cukup signifikan. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai nokturia.

Nokturia dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang perlu diwaspadai. Ini bisa menyebabkan kamu penurunan kualitas tidur di malam hari yang kemudian menyebabkan kamu kerap mengalami kelelahan. 

Selain itu, nokturia juga menjadi gejala dari beberapa gangguan kesehatan. Nah, berikut ini penyakit yang ditandai dengan sering buang air kecil tengah malam:

1. Infeksi Saluran Kemih

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran kemih. Selain menyebabkan peningkatkan frekuensi buang air kecil di malam hari, penyakit ini juga bisa memicu rasa nyeri saat buang air kecil dan perubahan warna urine yang menjadi lebih gelap.

2. Sleep Apnea

Sleep apnea terjadi akibat adanya saluran udara yang menghambat dinding tenggorokan sehingga membuat seseorang mengalami henti napas selama beberapa detik saat tidur. Akibatnya, otot jantung akan meregang sehingga membuat sinyal untuk mengeluarkan air dan garam lebih banyak. Inilah yang kemudian membuat kamu mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari.

3. Diabetes

Kadar gula yang terlalu tinggi membuat ginjal tidak mampu menyerap semua gula untuk kembali ke darah. Akhirnya, kadar gula dikeluarkan melalui urine sehingga pengidap diabetes akan mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, khususnya pada malam hari.

4. Obstruksi Kandung Kemih

Penyakit ini terjadi akibat adanya penyumbatan pada pangkal kandung kemih. Hasilnya, kamu akan mengalami pengurangan hingga aliran urine ke uretra. Kondisi ini juga menyebabkan ketidakmampuan tubuh untuk mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil.

Itulah beberapa penyakit yang ditandai dengan nokturia atau peningkatkan frekuensi buang air kecil pada malam hari. Jika nokturia yang kamu alami sudah dirasa sangat mengganggu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit. 

Kamu bisa cari tahu lokasi rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Caranya download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play untuk mengetahui rumah sakit yang bisa dikunjungi.

Diagnosa Nokturia

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, seperti:

  • Pemeriksaan Gejala. Dokter akan bertanya mengenai berbagai gejala yang kamu alami. Dokter juga akan memastikan kebiasaan yang kamu lakukan sebelum tidur, seperti berapa banyak air yang dikonsumsi atau jenis makanan hingga minuman yang dikonsumsi menjelang tidur.
  • Urinalisis. Kamu akan diminta untuk menyiapkan sampel urine. Setelah itu, sampel urine akan diperiksa secara menyeluruh di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan melihat senyawa kimia yang terdapat dalam urine.
  • Pemeriksaan Gula Darah. Tes ini bisa dilakukan untuk mendiagnosis nokturia.

Jadi, pastikan kamu tidak mengonsumsi cairan berlebihan sebelum tidur. Untuk menurunkan frekuensi buang air kecil pada malam hari, kamu bisa memulai kebiasaan untuk buang air kecil sebelum tidur. 

Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Nocturia.
Lower Urinary Tract Symptoms. Diakses pada 2022. Metabolic Syndrome and Nocturia.
Healthline. Diakses pada 2022. UTIs in Adults: Everything You Need to Know.
Healthline. Diakses pada 2022. Excessive Urination at Night (Nocturia).