• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Peran Protein dalam Tumbuh Kembang Anak

Ini Peran Protein dalam Tumbuh Kembang Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Peran Protein dalam Tumbuh Kembang Anak

Halodoc, Jakarta - Orangtua mana sih yang tak ingin Si Kecil tumbuh menjadi anak yang sehat, memiliki berat badan ideal, dan terhindar dari berbagai penyakit? Sayangnya, ada kalanya anak-anak harus berhadapan dengan masalah tersebut.

Padahal, sebenarnya ada cara efektif agar tumbuh kembang anak berjalan dengan optimal dengan kondisi tubuh yang sehat. Pertama, pastikan ia mendapatkan istirahat yang cukup. Kedua, ajarkan mereka untuk rutin berolahraga. Terakhir, pastikan anak mendapatkan asupan gizi dan nutrisi yang diperlukan tubuhnya.

Makanan sehat untuk anak pastinya harus makanan bergizi seimbang.  Makanan ini harus terdiri dari beragam jenis nutrisi, termasuk lemak, serat, karbohidrat, vitamin, dan berbagai mineral penting lainnya. Ada lagi satu hal yang tak boleh dilupakan, yaitu asupan protein.

Baca juga: Ketahui 6 Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Si Kecil

Berperan Penting dalam Tumbuh Kembang

Kata siapa protein hanya dibutuhkan oleh orang dewasa, terutama bagi mereka yang ingin membentuk otot-otot tubuhnya? Faktanya, protein juga dibutuhkan anak-anak, bahkan dari sedini mungkin. Peran protein tidak main-main, nutrisi yang satu ini memengaruhi tumbuh kembang anak, lho.

Menurut para pakar di National Institutes of Health, protein memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Nutrisi ini dibutuhkan untuk membentuk sel dan jaringan tubuh, memperkuat tulang dan otot, sumber energi, hingga membentuk enzim dan hormon dalam tubuh. Tak cuma itu saja, protein juga berperan vital dalam pembentukan antibodi atau sistem imun, agar tak mudah terserang infeksi bakteri atau virus.

Nah, sudah terbayang apa jadinya bila Si Kecil kekurangan asupan protein? Pastinya akan muncul sederet masalah kesehatan pada tubuhnya. Setidaknya ada dua protein yang bisa ibu pilih untuk mendukung pertumbuhan optimalnya, yaitu protein hewani dan nabati. Contoh protein hewani yaitu daging, ikan, telur, atau susu. Sementara itu, protein nabati bisa didapat dari produk tumbuhan, seperti tahu, tempe, hingga kacang-kacangan.

Baik protein hewani dan nabati memiliki fungsi yang sama. Keduanya berperan penting dalam meningkatkan metabolisme, meningkatkan massa otot, kekuatan dan kepadatan tulang, hingga mendukung kinerja sistem kekebalan tubuh.

Masing-masing jenis protein tadi memiliki keunggulan. Salah satu keunggulan dari protein nabati adalah Protein ini tidak mengandung kolesterol, sehingga lebih baik untuk kesehatan jantung. Menurut studi yang dipublikasikan oleh British Medical Journal, asupan protein nabati dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular. 

Baca juga: Mudah Lapar? Kenali 6 Tanda Kekurangan Protein

Melihat Keistimewaan Kedelai

Protein nabati juga mengandung beragam zat yang dibutuhkan tubuh, seperti fitonutrien. Fitonutrien ini merupakan antioksidan yang tak bisa didapat dari sumber protein hewani.

Nah, dari beragam sumber protein nabati, kedelai merupakan salah satu yang mudah didapatkan. Protein nabati yang satu ini cukup populer di negara kita, yang biasanya dikemas dalam produk susu. 

Ada satu hal yang perlu ibu perhatikan terkait susu kedelai ini. Meskipun susu kedelai kaya beragam nutrisi, mulai dari protein, lemak, dan karbohidrat, sebaiknya pilihlah susu pertumbuhan anak berbasis kedelai untuk Si Kecil. Kandungan nutrisi pada susu pertumbuhan anak berbasis kedelai ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak.

Baca juga: Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan Anak

Menariknya lagi, susu soya atau susu pertumbuhan anak berbasis kedelai bisa digunakan sebagai pengganti susu sapi, terutama pada anak yang tidak cocok terhadap susu berbahan dasar susu sapi.  

Pilih yang Kaya Serat

Nah, bagi ibu yang hendak membantu memenuhi asupan gizi anak dengan memilih susu kedelai untuk anak, sebaiknya harus cermat, jangan sembarang memilih. Pertama, pilihlah susu kedelai untuk anak yang sudah disesuaikan kandungan nutrisinya bagi anak, yakni susu pertumbuhan anak berbasis kedelai. Apa alasannya? Kandungan nutrisi susu ini sudah dirancang khusus untuk anak-anak. Susu pertumbuhan anak berbasis kedelai ini dibuat dengan kandungan vitamin dan mineral yang lebih tinggi, dan telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak. 

Lalu, pilihlah susu pertumbuhan anak berbasis kedelai yang kaya akan serat, sebab tidak semua susu kedelai mengandung serat yang tinggi. Serat berperan penting pertumbuhan anak, seperti menjaga kesehatan saluran cerna, mencegah sembelit, membantu gerakan usus, hingga membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Nah, untuk memilih susu pertumbuhan anak berbasis kedelai mudah kok. Ibu bisa mencoba Bebelac Gold Soya yang memiliki kandungan tinggi serat yaitu FOS insulin, susu pertumbuhan soya tinggi serat pertama dan satu-satunya di Indonesia, yang dapat membantu fungsi saluran pencernaan anak.

Kelebihan Bebelac Gold Soya tak hanya itu saja. Produk ini juga kaya akan Omega 3 dan Omega 6 yang dapat mendukung daya pikir. Menariknya lagi, produk ini kaya vitamin dan berbagai mineral penting, termasuk kalsium yang bisa membantu dalam pembentukan dan mempertahankan kepadatan tulang.

Mau tahu lebih jauh mengenai peran protein dalam pertumbuhan anak? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter anak melalui aplikasi Halodoc.

Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli dengan fitur Chat dan Voice/Video Call kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Journal of the American Medical Association. Diakses pada 2020. Association of Animal and Plant Protein Intake With All-Cause and Cause-Specific Mortality.
British Medical Journal. Diakses pada 2020. Dietary intake of total, animal, and plant proteins and risk of all cause, cardiovascular, and cancer mortality: systematic review and dose-response meta-analysis of prospective cohort studies
National Institutes of Health. Diakses pada 2020. What Are Proteins and What Do They Do?
Healthline. Diakses pada 2020. Animal vs Plant Protein - What's the Difference?
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is the difference between animal and plant proteins?