• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Perbedaan Dasar antara Gula Rafinasi dan Gula Alami
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Perbedaan Dasar antara Gula Rafinasi dan Gula Alami

Ini Perbedaan Dasar antara Gula Rafinasi dan Gula Alami

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 16 Agustus 2022

“Jika gula alami berasal dari buah dan susu, maka gula rafinasi berasal dari tebu atau bit gula, yang diproses untuk mengekstrak gula. Gula alami lebih sehat untuk tubuh dibandingkan gula rafinasi, karena berkaitan dengan obesitas dan kanker.”

Ini Perbedaan Dasar antara Gula Rafinasi dan Gula AlamiIni Perbedaan Dasar antara Gula Rafinasi dan Gula Alami

Halodoc, Jakarta – Gula merupakan bentuk karbohidrat sederhana yang diubah tubuh menjadi glukosa, kemudian digunakan sebagai sumber energi. Namun, efeknya pada tubuh dan kesehatan secara keseluruhan tergantung pada jenis gula yang dikonsumsi, baik gula alami maupun gula rafinasi. 

Gula alami ditemukan dalam buah sebagai fruktosa dan sebagai laktosa dalam produk susu, seperti susu dan keju. Gula tersebut mengandung nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah penyakit. Selain itu, gula alami dicerna lebih lambat dan membantu tubuh kenyang lebih lama. Pada akhirnya, gula alami dapat menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. 

Lantas, apa bedanya gula alami dengan gula rafinasi?

Gula Rafinasi Vs Gula Alami

Jika gula alami berasal dari buah dan susu, maka gula rafinasi berasal dari tebu atau bit gula, yang diproses untuk mengekstrak gula. Gula rafinasi juga termasuk gula putih, gula merah, gula tebu, gula aren, sirup jagung fruktosa dan sebagainya. Semua gula tersebut berasal dari tumbuhan, tapi telah diproses dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sederhana dan manis.

Produsen makanan biasanya menambahkan gula rafinasi ke sirup jagung fruktosa atau ke makanan kemasan. Tubuh dapat memecah gula rafinasi dengan cepat, sehingga menyebabkan kadar insulin dan gula darah meningkat. Karena dicerna dengan cepat, kamu sulit untuk merasa kenyang setelah makan, terlepas dari seberapa banyak porsi yang kamu makan. 

Tidak heran jika terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung gula rafinasi dikaitkan dengan peningkatan obesitas. Selain itu, konsumsi gula rafinasi juga dikaitkan dengan tingginya risiko kanker. 

Gula Alami Lebih Aman Dikonsumsi

Perlu dipahami, setiap gula yang terjadi secara alami dalam makanan aman untuk dikonsumsi. Termasuk gula dalam buah dan sayuran bertepung, serta karbohidrat utuh atau yang diproses secara minimal. Misalnya, beras merah dan pasta gandum utuh. Gula dalam produk susu, seperti susu dan keju, juga tidak masalah.

Jenis gula alami memiliki komponen lain di dalamnya yang dapat memperlambat seberapa cepat gula dicerna. Konsumsi gula alami juga mencegah lonjakan dan penurunan gula darah yang terlalu cepat, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, resistensi insulin dan diabetes.

Seperti yang diketahui, bahwa makanan nabati selalu disertai dengan serat, dan susu disertai dengan protein. Buah kering mengandung gula alami, kecuali jika ditambahkan gula atau pemanis lain. 

Nah, mengonsumsi sumber makanan nabati tidak hanya untuk membatasi gula, tapi juga memastikan tubuh mendapatkan beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Konsumsi Gula Rafinasi Harus Dibatasi

Permen, kue kering, cake, minuman bersoda, sirup dan makanan berbasis gula lainnya dapat mengandung lebih dari jumlah gula tambahan harian yang direkomendasikan. 

Bayangkan saja, satu permen atau sepotong kue dapat mengandung sekitar 30 gram gula tambahan. Terlalu sering mengonsumsi makanan seperti itu dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah lainnya. 

Lantas, bagaimana cara membatasi konsumsi gula rafinasi? Berikut tipsnya:

  1. Selalu pilih minum air putih

Soda, minuman energi, minuman olahraga, dan minuman buah mengandung 44 persen gula rafinasi dalam makanan di Amerika Serikat. Minuman tersebut mengandung sedikit atau tidak ada nilai gizi sama sekali. 

Selain itu, dengan meminumnya tidak akan membuat tubuh terhidrasi. Membatasi minuman ini secara signifikan akan menurunkan asupan gula, dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

  1. Hindari menambahkan saus dan topping

Kamu perlu mengetahui betapa banyak gula yang ditambahkan ke saus tomat, saus barbekyu, saus salad, dan bumbu umum lainnya. Sebagai gantinya, kamu bisa membumbui makanan dengan bumbu dan rempah segar. Misalnya, jus lemon, jeruk nipis, atau saus salad buatan sendiri. 

Ketika kamu harus membeli saus dan topping, carilah pilihan yang mengandung banyak lemak. Karena, biasanya akan mengandung lebih sedikit gula tambahan dibandingkan versi bebas lemak.

  1. Hindari camilan olahan

Bahkan camilan berlabel “organik”, “alami”, atau “sehat”, mungkin saja mengandung tambahan gula. Beberapa granola dan protein bar mengandung hingga 8 sendok teh gula tambahan. Sebagai gantinya, cobalah mengonsumsi kacang campuran, buah segar, atau sayuran sebagai camilan sehat.

Itulah yang perlu diketahui tentang perbedaan dasar antara gula rafinasi dan gula alami. Jika kamu ingin tahu lebih banyak tentang informasi gizi dan nutrisi, jangan ragu untuk tanya dokter di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
MD Anderson Center. Diakses pada 2022. Natural versus refined sugar: What’s the difference?
Health Designs. Diakses pada 2022. Natural vs Refined Sugar: Why the Difference Matters
NDTV. Diakses pada 2022. Natural Vs Refined Sugar: Nutritionist Decodes The Difference