Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Infeksi Virus Zika

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   24 Februari 2020
Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Infeksi Virus ZikaIni Perbedaan Demam Berdarah dan Infeksi Virus Zika

Halodoc, Jakarta - Ingatkah kamu tentang virus zika yang pernah menyebar pesat dan menyerang banyak orang di beberapa negara? Penyakit tersebut mencapai tahap yang mengkhawatirkan saat terjadi di Amerika Selatan dan Tengah. Disebutkan bahwa virus zika dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, tetapi juga dapat menjangkiti orang lain melalui hubungan intim.

Ternyata, nyamuk penyebab dari virus zika dan demam berdarah adalah jenis yang sama, yaitu Aedes Aegypti. Selain itu, gejala umum yang timbul ketika seseorang mengidap salah satu dari gangguan tersebut adalah demam. Dengan begitu, penting untuk mengetahui perbedaan dari demam berdarah dan virus zika untuk penanganannya. Berikut beberapa perbedaan yang dapat diketahui!

Baca juga: Ketahui Cara Penularan Virus Zika

Perbedaan Demam Berdarah dan Virus Zika yang Harus Diketahui

Kesamaan yang paling utama antara virus zika dengan demam berdarah adalah keduanya dapat terjadi karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus zika dan demam berdarah memang penyakit yang sangat diwaspadai untuk terjadi, meskipun zika sempat menjadi tajuk hangat beberapa tahun lalu. Gangguan ini menjadi berbahaya karena nyamuk tersebut aktif di siang hari, sehingga sulit untuk melindungi diri dari gigitannya.

Hal sama lainnya dari demam berdarah dan virus zika adalah keduanya belum memiliki vaksin atau obat yang efektif untuk menyembuhkan. Hanya gejalanya yang dapat diobati, sehingga dokter umumnya memberikan obat untuk mengatasi rasa sakit dan demam. Selain itu, beristirahat dan minum banyak cairan dapat membuat tubuh pulih lebih cepat. Lalu, apa perbedaan antara demam berdarah dan virus zika?

  1. Gejala Penyakit

Perbedaan dari demam berdarah dan virus zika terlihat pada gejala yang timbul. Memang beberapa gejala yang sama dapat terjadi, seperti konjungtivitis, nyeri otot dan sendi, ruam, hingga demam. Walau begitu, gejala yang berbeda dapat timbul adalah demam yang disebabkan oleh virus zika dapat menyerang selama beberapa hari atau minggu kemudian mereda. Jika disebabkan demam berdarah, demam dapat terjadi selama berminggu-minggu dan dapat menimbulkan perdarahan serta memar.

Seseorang yang mengidap demam berdarah mungkin saja dapat mengalami kondisi berbahaya hingga kematian. Maka dari itu, penanganan medis sangat diperlukan untuk mengatasinya. Perawatan intensif di rumah sakit dapat membuat setiap pengidapnya untuk pulih dengan cepat. Jika seseorang mengidap virus zika, penanganan intensif tidak diperlukan karena tidak akan menyebabkan sakit yang parah.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal perbedaan demam berdarah dan virus zika, dokter dari Halodoc dapat menjawabnya dengan senang hati. Kamu cukup download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan agar mendapatkan akses kesehatan yang lebih mudah.

Baca juga: Hati-Hati, Kenali Gejala Demam Berdarah

  1. Penyebaran Penyakit

Meski sama-sama disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti, virus zika dan demam berdarah mempunyai beberapa cara lain untuk menyebarkan penyakit. Hal utama yang harus dilakukan adalah menjaga tubuh agar tidak tergigit nyamuk dengan menggunakan lotion anti nyamuk.

Ternyata, virus zika dapat menulari orang lain selain melalui gigitan nyamuk. Kamu dapat mengidap penyakit ini melalui hubungan intim dan transfusi darah, yang tidak dapat disebabkan oleh demam berdarah. Walau begitu, kasus virus zika yang disebabkan oleh hubungan intim sangat kecil. Maka dari itu, penting untuk melakukan hubungan intim yang aman.

  1. Komplikasi yang Dapat Terjadi

Terdapat beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh virus zika tetapi tidak terjadi ketika seseorang mengidap demam berdarah. Komplikasi pertama yang dapat terjadi adalah mikrosefali, gangguan yang terjadi karena zika tetapi tidak terjadi ketika seseorang mengidap DBD. Selain itu, disebutkan juga virus zika juga berhubungan dengan sindrom Guillain-Barre. Gangguan ini kerap menyerang bayi yang belum lahir, maka ibu hamil harus berhati-hati terhadap lingkungannya agar tidak tertular.

Baca juga: Ini 5 Fakta Penting Tentang Demam Berdarah

Hal yang tepat untuk dilakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk penyebab demam berdarah dan virus zika adalah menjaga lingkungan tetap bersih. Penggunaan losion antinyamuk sangat dibutuhkan agar kulitmu tidak mudah tergigit oleh penyebab kedua gangguan tersebut. Ketahanan tubuh yang kuat juga diperlukan, maka dari itu makan sehat dan rajin berolahraga patut dilakukan.

 

Referensi:
Toropest. Diakses pada 2020. Which Is The Difference Between Zika And Dengue?
Sutter-yubamvcd. Diakses pada 2020. Chikungunya, Dengue fever, Yellow fever And Zika

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan